<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-13678147</id><updated>2011-11-01T15:45:46.543+07:00</updated><category term='catatan peristiwa'/><category term='nonton film'/><category term='stanisvsdeniro'/><category term='ngobrolin teater'/><category term='naskah drama'/><category term='dimata kawan'/><category term='Story Behind The Song'/><category term='Teater di Jogja'/><category term='jalanjalan'/><category term='Tulisan Anjing'/><category term='Seputar Sastra'/><title type='text'>The Catur Stanis Said</title><subtitle type='html'>"...dari pada terbuang di keremangan senja serta nyangkut di sengkarut gulita malam yang pekat serta tersesat di ranjau pagi yang tiada pasti maupun siang yang bimbang dan sore yang semau gue..."
                      -sebilah dari bait-bait yang tak pernah terbit,"Ruang Tanya Jiwa",(CN Graha 1988-2008_selected poem's)-</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://caturstanis.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13678147/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://caturstanis.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>si catur yang stanis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13189455304779430985</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://4.bp.blogspot.com/-kbh657p_pUE/Tq-w92mLRRI/AAAAAAAAAgE/APYlH-tkWOM/s220/fotokusexy.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>37</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13678147.post-7648179610062945992</id><published>2011-06-12T01:58:00.000+07:00</published><updated>2011-06-12T01:58:24.067+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tulisan Anjing'/><title type='text'>Demam</title><content type='html'>&lt;title&gt;&lt;/title&gt;&lt;style type="text/css"&gt; 	&lt;!-- 		@page { size: 8.5in 11in; margin: 0.79in } 		P { margin-bottom: 0.08in } 	--&gt; 	&lt;/style&gt; &lt;br /&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 0in;"&gt;Banyak yang bertanya, kenapa blog ini jadi sepi lantaran lebih sering ditinggal “tuan rumah”nya yang ternyata lagi asyik menderita demam Facebook. Facebook sebagaimana jejaring sosial via cyber lainnya seperti Friendster dan sejenisnya memang tengah menjadi kecenderungan di hampir semua kalangan pengguna internet&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 0in;"&gt;Bisa jadi dugaan itu benar, namun bukanlah seratus persen benar. Karena tentu  saja memang ada kesibukan lain yang dilakukan CS akhirakhir ini yakni menemani beberapa komunitas teater berbasis kampus yang tengah merayakan ritual kelahiran adik barunya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 0in;"&gt;Anggota baru teater berbasis kampus itu, sebagaimana lazimnya anggota baru ditempat lain, tentu memiliki segudang harapan dan cita-cita. Kebanyakan dan celakanya ini yang paling sering ditemukan adalah keinginan untuk menjadi artis (baca:seleb dari Celebrity dalam Bahasa Inggris).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 0in;"&gt;Sebetulnya keinginan serupa itu bukanlah sesuatu yang salah benar. Hanya saja yang perlu di terang jelaskan kepada siapapun saja yang hendak memasuki wilayah teater, bahwa kerja teater itu bukanlah semata kerja keaktoran belaka. Ada banyak hal yang mesti dipenuhi dalam sebuah ritus produksi pementasan. Disamping aktor sebagai salah satu elemen penunjang pertunjukan, diperlukan pula kehadiran sutradara serta penulis naskah serta tak kurang pentingnya adalah tim produksi yang tugasnya mem&lt;i&gt;backup&lt;/i&gt; kerja artistik yang dilakukan oleh sutradara, pemain, penulis naskah, pewujud set, peñata rias dan busana serta yang lainnya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 0in;"&gt;Kehadiran tim produksi dalam sebuah pertunjukan teater mutlak diperlukan, karena beban tim artistik yang demikian padat sangat tidak manusiawi bila masih diberi beban tambahan untuk memikul kerja produksi. Sebagaimana halnya sebuah kendaraan, tim produksi adalah bahan bakar yang memungkinkan kendaraan artistik itu bisa bergerak menuju titik yang dikehendaki. Dalam hal ini tentu saja sebuah pertunjukan teater.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 0in;"&gt;Akan halnya cita-cita menjadi aktor itu tentu bukanlah sesuatu yang boleh kita pandang sebelah mata, mengingat daya tarik aktor yang utama adalah saat ia berdiri diatas pentas dan mengekspresikan dirinya melalui muatan dialog yang terkandung disetiap naskah.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 0in;"&gt;Beberapa tahun silam, sayapun mungkin ada dalam jebakan pemahaman serupa itu. Membayangkan diri menjadi actor dan bermain dalam sekian karakter untuk memuaskan ego artistic saya sembari diamdiam mencatat setiap tepukan usai permainan. Sampai tahuntahun dimana saya mengasingkan diri dari gebyar panggung, paranoia tepukan itu masih menggelisahkan tidur malamku. Sampai beberapa tahun kemudian aku masih merinding mendengar tepukan yang mencandu itu.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 0in;"&gt;Hari ini, didepan adikadik yang dengan antusiasme tertentu mencoba memasuki dunia panggung teater melalui Unit Kegiatan Mahasiswa di Kampusnya masing-masing dengan berduyunduyun, tibatiba aku merasakan &lt;i&gt;merinding&lt;/i&gt; yang lain lagi. Aku seperti disadarkan waktu, bahwa melalui teater seharusnya kita bisa menjadi lebih peka dan dewasa menyikapi hidup ini. Meski sampai saat kutorehkan catatan ini, ruang diskusi di benak kita belum usai membincangkan ukuran kedewasaan itu dalam satu titik temu.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13678147-7648179610062945992?l=caturstanis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://caturstanis.blogspot.com/feeds/7648179610062945992/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13678147&amp;postID=7648179610062945992' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13678147/posts/default/7648179610062945992'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13678147/posts/default/7648179610062945992'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://caturstanis.blogspot.com/2008/12/demam-facebook.html' title='Demam'/><author><name>si catur yang stanis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13189455304779430985</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://4.bp.blogspot.com/-kbh657p_pUE/Tq-w92mLRRI/AAAAAAAAAgE/APYlH-tkWOM/s220/fotokusexy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13678147.post-2702333378688341006</id><published>2010-07-20T02:44:00.003+07:00</published><updated>2011-06-12T01:10:28.973+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dimata kawan'/><title type='text'>40 tahun road to be a man (katanya)</title><content type='html'>Pengen tau apa kata teman-teman tentang Catur Stanis di milad day nya yang ke 40 alias harlah panca windunya?&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;'&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sys Ns Satu Full&lt;/span&gt; at November 8 at 9:36am&lt;br /&gt;==&amp;gt;SELASA, 10 NOVEMBER 2009 :&lt;br /&gt;Happy Milad alias Happy B'day, ya. Semoga panjang umur dlm keadaan sehat bahagia lahir bathin, makin banyak rizki halal, makin cerdas -tangkas - bernas - trengginas, makin agamis dan nasionalis, makin sayang dan disayang semua orang, sukses dunia akherat, dan selalu dlm bimbingan serta perlindungan Allah SWT. Amin. Salam anget buat keluarga&amp;lt;== SELASA, 10 NOVEMBER 2009  &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Suratmin Bagus Priyo&lt;/span&gt; at November 8 at 9:42pm&lt;br /&gt;HAPPY BIRTHDAY - Semoga Kemudahan &amp;amp; kedamaian senantiasa ada karna dalam kasih lembut perhatian&amp;amp;Lindungan-NYA&lt;br /&gt;Sukses dan salam Sehat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Iwul Mar&lt;/span&gt; at November 9 at 3:02am&lt;br /&gt;Happy Birthday ya! Wishing you a wonderful birthday! Much Aloha from Rainbow state Hawaii!!&lt;br /&gt;[Sent via Facebook Mobile]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Januar Agung Wicaksono&lt;/span&gt; November 9 at 9:30am&lt;br /&gt;Happy Birthday to you&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ogit Algito&lt;/span&gt; November 9 at 10:20am&lt;br /&gt;R.Catur Nugroho Wasono/CN Graha/Catur Stanis/ Remon Concat atau siapalah namamu..&lt;br /&gt;Mengenalmu adalah kenikmatan tersendiri bagiku, darimu aku bisa belajar banyak tentang kehidupan.&lt;br /&gt;Kegilaanmu pada Teater memang benar-benar gila, dan karenamu lah yang telah membuatku jatuh cinta pada indahnya Teater.&lt;br /&gt;Teater adalah jalan hidup yang membawamu mengembara dalam rimba kehidupan ini, Beribu belenggu tak menbuat kau ragu Sejuta luka menjadikan kau perkasa&lt;br /&gt;Tak terasa sudah 5 windu engkau menyusuri garis tanganmu.&lt;br /&gt;Saudaraku.. jalan masih teramat panjang, teruslah berjuang meraih harapan.&lt;br /&gt;Semoga anda selalu bahagia, Amin.&lt;br /&gt;[Sent via Facebook Mobile]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Daru Maheldaswara&lt;/span&gt; November 9 at 1:05pm&lt;br /&gt;Bertepatan dengan hari pahlawan, kau lahir&lt;br /&gt;dan 10 November besok, entah keberapa usiamu&lt;br /&gt;tapi yang pasti, kau telah tumbuh dewasa&lt;br /&gt;dan terus berkarya untuk kehidupan dan kemanusiaan.&lt;br /&gt;Pada hari bahagia ini,&lt;br /&gt;izinkan aku mengucapkan met Ultah entah yang keberapa&lt;br /&gt;semoga Tuhan selalu memberkatimu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam,&lt;br /&gt;Daru Maheldaswara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Yayuk Hartono&lt;/span&gt; November 9 at 5:16pm&lt;br /&gt;"SELAMAT ULANG TAHUN"&lt;br /&gt;Tering doa semoga dikaruniai : Kesehatan, kebahagiaan, dilimpahkan rezekinya, dimudahkan segala urusannya dan selalu dalam lindungan Allah SWT, amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Catur Sulistyawan&lt;/span&gt; November 9 at 10:12pm&lt;br /&gt;Ultah to Nis.... Met yo... sehat2 &amp;amp; selalu diparingi kelancaran.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Udik Supriyanta&lt;/span&gt; November 9 at 11:20pm&lt;br /&gt;Bro Selamat tanggap warsa ya, semoga sukses selalu n merdeka !!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ogit Algito&lt;/span&gt; November 9 at 11:33pm&lt;br /&gt;Hangaturaken sugeng ambal warsa, mugi panjang yuswa, tansah bagas waras, mirah rejeki lan enggal pinaringan garwa ingkang shaleha, Allahuma Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Erna Acil Hernandith&lt;/span&gt; November 10 at 2:12am&lt;br /&gt;Happy b'day&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Teater Tumoritis&lt;/span&gt; November 10 at 2:54am&lt;br /&gt;selamat ulang tahun ya mas, panjang umur dan sehat selalu kami doakan. Juga untuk segenap keluarga mas.&lt;br /&gt;Salam hangat.&lt;br /&gt;TEATER TUMORITIS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Chelvi Rachmawati&lt;/span&gt; November 10 at 9:15am&lt;br /&gt;Happy bday...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bambang Ksr&lt;/span&gt; November 10 at 9:20am&lt;br /&gt;Pnjang Umurnya....... Panjang umurnya....... Panjang umurnya Serta Mulia...... ser..... tamu.....li.... a...... Serta Mu..... li...... a......!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tjahyani Samsuati&lt;/span&gt; November 10 at 10:31am&lt;br /&gt;'Met Ulang Tahun. Semoga panjang umur, murah rejeki awet sehat. GBU.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kristiani Asih Pratiwi&lt;/span&gt; November 10 at 10:51am&lt;br /&gt;Selamat ulang tahun, smg panjang umur, sehat dan sukses selalu. Amien and GBU...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Roshida Fitri Riphat&lt;/span&gt; November 10 at 12:43pm&lt;br /&gt;Happy birthday...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Shony Tegar Kesuma Putri&lt;/span&gt; November 10 at 2:21pm&lt;br /&gt;met ultah y&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Anjar Adhi Maulana&lt;/span&gt; November 10 at 4:39pm&lt;br /&gt;bang, met ultah zaw..&lt;br /&gt;mugo pandungamu kelaksanan. amien..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Maria Pakpahan&lt;/span&gt; November 10 at 6:11pm&lt;br /&gt;selamat ulang tahun ya. sukses en sehat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ririe Rengganis&lt;/span&gt; November 10 at 8:20pm&lt;br /&gt;Selamat Hari Lahir, Mas Catur.&lt;br /&gt;semoga selalu sehat, bahagia, dan sukses dalam langkah2 mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Henny Puji Rahayu&lt;/span&gt; November 11 at 12:28am&lt;br /&gt;met ultah mas,maaf cm bsa beri ucapan lwat fesbuk.. teriring do'a untk kelancaran kdepan njenengan. amin&lt;br /&gt;[Sent via Facebook Mobile]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;.. and WALL FACEBOOK tertorehkan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Lieke Soe&lt;/span&gt; : selamat ulang tahun ya. semoga sehat2 selalu :)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Yaya BirubLue&lt;/span&gt; : Heppy uLTaah om...&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Yayang Salwa&lt;/span&gt; : Met ultah ya maz ... Mudah2an panjang umur murah rezeki n sukses slalu di berikan kesehatan dan kemudahan dalam sgala hal ... Amin ...&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Anton Chrisma Dipologo&lt;/span&gt; : Bos..met ulang tahun ya,,,...semoga sukses dalam memimpin mafia wars....&lt;br /&gt;GBU dab.....&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;TRia Nin&lt;/span&gt; : bang stanis, sabbe satta bhavantu sukhitatta :)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Iiek Capung&lt;/span&gt; happy b'day......happy for your life&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Nilla Elfianawati&lt;/span&gt; Met ulth mg pnjg umur bh9ia sll y&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Arifin Ardi&lt;/span&gt; Wahooo, aku melewatkan hari ultahmu to dab. OK, selamet wae yo, atas hari ultahmu...yuswanipun sakmenika pinten, dab?ojo lali, mangan2'e...kapan wae oleh, sing penting ditunggu terus, aku ora bakal lali, hahahaha...mugo tambah berkah wae, dunks!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;..dan merekapun tak mau ketinggalan berkomentar..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dewi Yanthi Razalie&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;HAPPY BIRTHDAY, My Friend.&lt;br /&gt;Hope GOD will always gives you more health, more success and more happiness. Now and next will be your wonderful days, your beautiful moments and your better life, aamiiiin.... (“,)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ika Farikha Daliso&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;selamat ultah, wish u all d best..&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sumanang Tirtasujana&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Met ultah . Happy brsday. Pnjg umur. Bnyk rjqi.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kunto Wibisono&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;met ulang tahun ya...smg baik2 aja...&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ayou Caleda&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Met ultah,sukses dlm meraih cita &amp;amp; cinta.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Iyenk Sardiyani&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Nugrahaning Kawulo Bekti Sentoso.....&lt;br /&gt;Sugeng Tambah Umur Kang Stanissssss......&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Antariksa Id&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;selamat ulang tahun&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Wildan Em Asrori&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;selamat ultah mas bro....&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ell H-di Koplak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ms, slamat ulang tahun ya. Smga tak da lg kesia-siaan. Amin&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Miharja Junior&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;: SELAMAT ULANG TAHUN mas.....&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Puthut Buchori&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;selamat ulang tahun, semoga lekas sembuh, untuk dapat menjalani hidup dengan wajar dan kita tunggu ulang tahunnya lagi bulan depan.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Teater Tumoritis&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;selamat ulang tahun kami ucapkan,,panjang umur, sukses selalu ya mas...&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Arief Surya Prihadi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Selamat Ulang Tahun Bung Nugroho, semoga panjang Umur sehat, sejahtera dan sukses.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pamungkas Wh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;tambah tua tambah uban... met ultah dab. sukses n sehat selalu&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Aida Vyasa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Slamathari jadi :)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Laala Yasir Elfalah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Selamat ulang tahun, pak!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga hari-hari ke depannya lebih indah dan lebih baik, sukses ya!&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Putik Purwidyantari&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;selamat panjang umur dan bahagia...&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;'Yoan Likeblue&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;S&lt;br /&gt;E&lt;br /&gt;L&lt;br /&gt;A&lt;br /&gt;M... Read More&lt;br /&gt;A&lt;br /&gt;T&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A&lt;br /&gt;T&lt;br /&gt;A&lt;br /&gt;S&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;U&lt;br /&gt;L&lt;br /&gt;T&lt;br /&gt;A&lt;br /&gt;H&lt;br /&gt;N&lt;br /&gt;Y&lt;br /&gt;A&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yg ke 18 semoga&lt;br /&gt;Makin dewasa !!!&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Eva Rani Ayu Christiana&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;kaka!!! Met uLtah yaaa...&lt;br /&gt;Udah Banyak yg doain kaka,, alhamdulillah..&lt;br /&gt;SEMOGA Lekas tercapai ya ka keinginannya..&lt;br /&gt;AMIN Y.R.A&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Resita Alisjahbana&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Hepi b'day om stanis..&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Parwanto NTok&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;. . . met ultah, . smoga doanya temen2 terkabul&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bessy Pop&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;kangmas...Heppy belzdey...Kangen kangmas banget...Mabok yuk...P0p&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Yohana Siahaan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;selamat mengulang hari dan bulan.sukese selalu kk&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ratna Tri Nugrahaeny&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sugeng tanggap warso pakdhe. . sukses selalu. . ^0^&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Nugraheni Nh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Lgi Ultah ya? Wlau dah terlambt ...tdk ada salahnya aku ngucpin slmt ultah...mudah2 an dihatimu tetep bnyk hati yg kau sayangi...salam dari mbk mu...&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Grace Angel&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;happy bday.........&lt;br /&gt;wish u all the best....&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Isdiantoro Humane Idea&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;met ultah ya...smg sehat &amp;amp; sukses selalu&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Andri Sulistyanto&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;met ulang tau yo kang......moga2 tetep eksis dalam berkarya dan moga2 lekas dapet istri....dan membina rumah tangga yang sakinah mawadah wa rohmah.....amiiin&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Putri Fitria&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;"selamat hari buruuuuunggggg =)"&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Susi Ivv&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;"Met ultah yaaaa wish u all d best"&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Andy Tuxedho&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;"METTT ultahhhHH,..semoga selalu diberkahi ALLAH Swt setiap derap langkah dan hembusan nafas mu big broo,..wkwkwk,...Be carefull GBU,.."&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dew Clarissa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;"Selamat Ulang Tahun :D Semoga selalu dalam lindungan-Nya .. :)"&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Henny&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;"met ultah mas,maaf cm bsa beri ucapan lwat fesbuk.. teriring do'a untk kelancaran kdepan njenengan. amin"&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Triyanto 'Genthong' Hapsoro&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;"Met Ultah yo....."&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Selectia 'nozqa' Rizka Alissawarno&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;"slamultah, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;papa...&lt;/span&gt; :)"&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Vicky 'pHoody' Siedieroe&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;"Met ultah mas stanis,, smoga slalu melakukan dan mnghsilkan hal2 yg tRbaik.&lt;br /&gt;*maaf tglnya udah lewat* hehehe"&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Mary Anne&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;"Met ulang tahun mas catur."&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;O'on Aja&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;"Allohhu Akbar.....Selamat Ulang Tahun..........Catur 'Stanis' Nugroho Wasono."&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sri Qadariatin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;"selamat ulang tahun, semoga sukses"&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Iqbal Tuwasikal&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;"Met ultah bung...."&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Heri Latief&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;"met ultah stanis, smoga sehat2 aja ya."&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bagong Wijanarko&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;"selamat berkurang umur kang stanis.....moga makin mengendap selaksa begawan...."&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ketty Salea&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;"Happy Birhtday! Wish u aaaaaallllllllllll the best in the world!"&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Lukman Fauzi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;"cah edan kolom komentnya g ana to!!!&lt;br /&gt;tapi ra popo tetep diriku mengucapkan;SELAMAT ULANG TAHUN CAH BAGUS SEMOGA NDANG DUWE BOJOOOOOOOOOOO......."&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Leyloor Why-Lah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;"Selamat ulang Tahun semoga cepat dapat jodoh..."&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Handoko Adinugroho&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;"SELAMAT BERKURANG UMUR... SEMOGA TAMBAH TUA..."&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dewi Anggraini&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;"selamt ulang tahun ya.. semoga sukses..."&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Magdalena Bheti Krisindawati&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;"=&lt;br /&gt;selamat ulang tahun,&lt;br /&gt;makin menggemaskan :()"&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Trisnowati Josiah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;"Happy Birthday, hope God bless you...."&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dito Geriezt&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;"mas dab ultah y? met ultah mas dab......"&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;dan special thanks to mama nozqa, meski tak terucap dan tercatat, namun yakinlah perbuatan kita didetik yang mencekam ditempat yang luar biasa saat itu sungguh istimewa..thanks ya mama..mmuuaacchh.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;SEMOGA ALLAH SWT MERIDLOI SETIAP LANGKAH KITA&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13678147-2702333378688341006?l=caturstanis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://caturstanis.blogspot.com/feeds/2702333378688341006/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13678147&amp;postID=2702333378688341006' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13678147/posts/default/2702333378688341006'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13678147/posts/default/2702333378688341006'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://caturstanis.blogspot.com/2010/07/40-tahun-road-to-be-man-katanya.html' title='40 tahun road to be a man (katanya)'/><author><name>si catur yang stanis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13189455304779430985</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://4.bp.blogspot.com/-kbh657p_pUE/Tq-w92mLRRI/AAAAAAAAAgE/APYlH-tkWOM/s220/fotokusexy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13678147.post-5907474840218157747</id><published>2009-04-27T11:37:00.003+07:00</published><updated>2011-06-12T01:11:57.464+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tulisan Anjing'/><title type='text'>sekadar mencatat</title><content type='html'>Karma tertegun beberapa kejap. Buliran keringat sebesar jagung menetes disesela dahinya yang berkerut bimbang. Sementara matanya nanar menatap rajanya yang tak lagi mampu bergerak kemana-mana. Seolah tegak berdiri ditengah kumparan ragu dalam balutan cemas yang membatu. Maju selangkah saja, tentu akan menjadi bulan-bulanan kaki kuda lawannya. Kalaupun toh ada sejumput kenekatan untuk beringsut kesamping kiri, benteng kokoh itu akan segera meruntuhkan kewibawaannya menjadi berkeping-keping. Mundur, jelas bukan pilihan bijaksana dan jauh dari pengertian untuk disebut sebagai cerdas karena ada dua gajah yang siap membetot dan membanting tanpa ampun dengan belalainya.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Karma mulai gelisah, butir-butir keringat sebesar biji tasbih itu mewiridkan kecemasannya. Haruskah menyerah sampai disini? Mengakhiri permainan dengan kekalahan tak terampunkan. Suara detak jam disudut ruang itu melindapkan nyalinya. Tak ada suara apapun, kecuali dua ekor cicak yang tengah pacaran seperti mengejek nasibnya.&lt;br /&gt;Degup jantung yang kian memburu serta detak waktu yang terus saja berlalu melagukan orkestrasi kematian bagi dirinya.sebentar-sebentar diliriknya Sudjana yang menghiasi air mukanya penuh senyum kemenangan. Masih saja tak terdengar bunyi apapun. Kebekuan menyergap seisi ruangan. Terutama bagi Karma yang tertunduk lesu mati kutu.&lt;br /&gt;Tiba-tiba semuanya menjadi gelap. Alam disekitar Karma seakan berputar balik. Serupa permainan kuda-kudaan di pasar malam dalam mimpi kanak-kanaknya. Kuda-kuda itu terlihat lucu dan menggemaskan tak segarang kuda dalam genggaman tangan Sudjana yang kini tengah mengancam bukan saja posisi pun juga nyawa Sang Baginda Raja. Tragisnya, kuda-kuda Karma sendiri mulai goyah membendung gempuran dari setiap lini. Berharap pada serdadu dalam situasi ini menjadi sia-sia. Tak ada yang mampu membebaskannya dalam situasi terjepit ini. Tak juga para menteri apalagi beteng Karma yang biasanya kokoh menjaga eksistensi kini pun nampak lowong tak berpenghuni. Sekali dorong bisa langsung doyong.&lt;br /&gt;Dalam hitungan detik, begitu baginda raja mengumumkan penyerahan dirinya dalam dalam &lt;span style="font-style: italic;"&gt;skaak&lt;/span&gt; yang sangat &lt;span style="font-style: italic;"&gt;mat&lt;/span&gt; itu, Karmapun akan segera mengalami perubahan besar di dalam hidupnya. Senyum sinis Sudjana menebarkan ancaman. Sungguh pilihan yang teramat sulit ditanggungkan. Bahkan dulu prabu Yudhistira sulung para Pandawa itu itu tak pernah mengalami dilema serumit ini. Lantaran prabu Yudhistira hanya kalah dalam permainan dadu dan bukannya permainan catur yang ternyata lebih rumit dan penuh kejutan dari pada permainan dadu. Dan yang lebih sulit adalah pilihan akibat dari permainan itu sendiri. Kalau prabu Yudhistira dulu cukup dengan merelakan Drupadi dan terusir dari rumahnya di Indraprasta Regency, sementara Karma mesti menelan pilihan yang sakit untuk mengikhlaskan Warni istrinya yang dicintai dengan segenap rindu atau rela membiarkan anak gadisnya Wening jadi santapan Sudjana dan staf nya.&lt;br /&gt;Pilihan yang teramat melelahkan. Bahkan teramat melelahkan hingga tak satupun pencatat kisah wayang menuliskannya dalam lontar waktu yang membelenggu.&lt;br /&gt;Karma benar-benar sendirian. Ia iri hati setengah mati pada Yudhistira yang sempat mengusung penderitaan serupa ini bersama saudara-saudaranya sesama Gank Pandawa. Sementara dia mesti menelannya sendirian sepanjang jaman.&lt;br /&gt;Warni melintas buat mengasong gelas-gelas kosong. Meja beku serupa perawan frigid yang tiada pernah tersulut simpul birahinya. Dingin menggigit tulang. Sepi, tak ada suara apa-apa. Kembali suara cicak cekikikan pacaran disudut ruang.&lt;br /&gt;Sudjana menelan ludahnya dengan senyum kemenangan penuh gairah nakal. Karma menekuri nasibnya. Warni mendadak diam dan tak terjemahkan. Wening, anak gadisnya yang tertidur sejak sore tak akan pernah sesekali membayangkan bila saat bangun nanti akan disergap kumparan nasib yang membungkusnya dalam pengap yang teramat gelap.&lt;br /&gt;Gempa di dada Karma tak terdeteksi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;skala richter&lt;/span&gt;nya seakan meledak dan membuatnya jadi bubur basi di ujung pisau sepi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13678147-5907474840218157747?l=caturstanis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://caturstanis.blogspot.com/feeds/5907474840218157747/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13678147&amp;postID=5907474840218157747' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13678147/posts/default/5907474840218157747'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13678147/posts/default/5907474840218157747'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://caturstanis.blogspot.com/2009/04/sekadar-mencatat.html' title='sekadar mencatat'/><author><name>si catur yang stanis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13189455304779430985</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://4.bp.blogspot.com/-kbh657p_pUE/Tq-w92mLRRI/AAAAAAAAAgE/APYlH-tkWOM/s220/fotokusexy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13678147.post-607407704915820321</id><published>2008-12-12T05:08:00.005+07:00</published><updated>2011-06-12T01:15:10.908+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='nonton film'/><title type='text'>Nonton Film Dokumenter</title><content type='html'>Menyaksikan pembukaan Festival Film Dokumenter #7 2008 bersama Komunitas Dokumenter di Gedung Sosietet Taman Budaya Yogyakarta, sabtu malam 6 Desember 2008 yang baru lewat aku menikmati suguhan film pembuka yang bertajuk Operation Homecoming: Writing the Wartime Experience besutan Richard Robbins yang berdurasi sekitar 81 menit. Sebuah film hasil Pendanaan Pemerintah Amerika Serikat dalam bidang kesenian (The US National Endowment for the Arts) yang mengirimkan penulis berpengalaman ke Afganistan dan Irak untuk memberi lokakarya tentang penulisan kepada sejumlah tentara Amerika. Maka jadilah film dokumenter karya Richard Robbins ini bertabur puisi, cerita fiksi, surat, buku harian serta riwayat hidup disamping tentunya juga wawancara dengan tentara Amerika yang mengungkapkan pandangan pribadi mereka mengenai perang. Tak ketinggalan para veteran yang ikutan nostalgia serta nukilan karya para penulis serta filsuf menjadikan film ini lebih bermakna luas daripada sekadar film perang.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 0in;"&gt;Beberapa testimony yang diungkap oleh perajurit yang rata-rata belia membukakan mataku, bahwa perang bukan sekadar persoalan picisan menang kalah pun juga bukan perkara remeh seperti menguasai dan dikuasai. Ada semacam kebanggaan dan rasa menjadi bagian dari yang mewarnai sejarah adalah perasaan lain yang muncul dibenak tentara remaja itu. Perjuangan mereka menaklukkan rasa ngeri saat berhadapan dengan moncong senjata lawan serta pacuan andrenalin yang gegap gempita saat peluru berseliweran diatas kepala mereka.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 0in;"&gt;Bisa jadi aku tidak pernah mengalami peperangan seperti yang dialami oleh bapak maupun kakek buyutku dahulu saat mereka berjuang untuk menendang pantat Kolonial yang kurang ajar mengangkangi ibu kita yang pertiwi Indonesia. Namun yang kudengar dari cerita mereka yang mengalami maupun lewat pembacaan melalui wacana sejarah, perjuangan para orang tua kita dulu tak kalah heroiknya dengan yang kulihat di layar sosietet malam itu.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 0in;"&gt;Sebuah ironi memang saat aku menyadari bahwa ruangan tempat aku nonton film tadi ternyata juga hasil produksi  kolonial Belanda yang meninggalkan gedung semewah sosietet untuk memutar film yang menyalakan semangatku sebagai rakyat jelita di negerimu Indonesia. Bahkan aku sempat berandaiandai, kalau saja dulu kita tidak dijajah Belanda, belum tentu kita memiliki gedung seanggun sosietet ini. Tapi tentunya tak perlulah kita berpikir untuk dijajah lagi agar seenggaknya bisa membangun negeri ini menjadi kurang lebih setara dengan Eropa maupun Amerika sekalipun. Tapi kadang asyik juga mungkin kalau ada perang lagi, setidaknya bisa mengurangi jumlah pengangguran serta biar nampak ada kegiatan gitu lho.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 0in;"&gt;Film yang juga sempat kutonton adalah Peace Mission karya Dorothea Wenner yang berdurasi sekitar 80 menit bikinan Jerman tahun 2008. Kalau hanya membayangkan judulnya kita bisa saja terkecoh. Film ini tidak menggambarkan sebuah misi perdamaian tertentu, namun sebuah rekaman perjalanan seorang pejuang sinema wanita dari Nigeria yang akrab dipanggil sebagai Peace. Nona Peace adalah putri dari pengusaha minyak berkebangsaan Nigeria, sebuah negeri di Afrika yang berpenduduk 50% Muslim dan 50% Katholik. Nah, Nona Peace ini punya misi untuk menjadikan industri perfilman di Nigeria (Nollywood) bisa sejajar dengan Hollywood (AS) maupun setidaknya Bollywood (India). Dengan jumlah produksi film mencapai 2000 judul pertahun disebuah Negara seperti Nigeria, tentunya bukan sesuatu yang mainmain bahkan boleh tuh disebut sebagai bukan main! Lantas dari mana mereka mendapatkan dana untuk memproduksi filmfilm sebanyak itu? Ternyata sebagian besar produksi film di Nigeria ditopang oleh industri minyak keluarganya mbak Piece tadi. Saya ikut berdoa, semoga Nollywood segera dikenal menyusul Bollywood dan Hollywood yang sudah lebih dahulu dikenal masyarakat dunia. Tentu saja dengan cara bukan hanya memperbanyak jumlah produksi filmnya tapi juga mesti menggeser mindset yang selama ini dipaksakan bangsa barat (lagilagi kolonial) dalam melihat Afrika. Perfilman Afrika harus menampilkan wajah Afrikanya sendiri dalam bahasa sinema, bukan sekadar wajah sinema barat dalam bahasa Afrika, nanti seperti tetangganya di Asia yang berjudul Indonesia itu lho, yang sampai hari ini belum menemukan wajah sinema Indonesia kecuali pemeran dan bahasanya namun pola ucap sinemanya selalu berwajah barat. Atau janganjangan negeri ini diamdiam sedang menyiapkan diri untuk jadi Dollywood? Kalau itu yang terjadi, no comment dech.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 0in;"&gt;Hold Me Tight, Let Me Go karya Kim Longinotto dari United Kingdom yang berdurasi sekitar 100 menit produksi tahun 2007 ini menceritakan tentang rumah singgah bagi anak-anak dalam kondisi yang tidak biasa  bernama Mulberry Bush di daerah Oxford. Berbentuk asrama dan dihuni oleh sekitar 40 anak yang tidak biasa karena mereka dikeluarkan dari sekolah, ngaco dirumah serta bermacam kenakalan anak-anak yang orangtuanya sendiri sudah angkat tangan. Disini kita bisa melihat betapa kesabaran ternyata menjadi kata kunci memahami perilaku yang tak biasa yang ditunjukkan oleh anak-anak yang agresif, destruktif serta hyperaktif itu. Sepertinya ujaran kesabaran itu ada batasnya tak berlaku dalam kamus hidup pengasuh asrama anak &lt;i&gt;mbejijak&lt;/i&gt; di Inggris ini. Wajah letih mereka terhapus senyum bahagia saat mengantar anak-anak itu kembali ke keluarganya dalam kondisi wajar dan diterima kembali oleh masyarakat. Waw, kalau saja Lembaga Pemasyarakatan di negeri ini bisa mengadopsi metode mereka tentu penjara bukan lagi menjadi sekolah kriminal yang menghasilkan lulusan lebih lihai dan canggih dalam modus operandi tindak kejahatan pasti masyarakat akan hidup lebih nyaman dan pastinya saya tidak begitu sungkan lagi menyebut diri sebagai orang Indonesia.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 0in;"&gt;Film lumayan menarik yang sempat kutonton adalah Mad About English karya Lian Pek dari Singapura yang berdurasi 82 menit produksi 2008. Film ini menggambarkan antusiasme masyarakat China menyambut Olimpiade Beijing dengan memperdalam penguasaan mereka terhadap bahasa Inggris untuk menyambut tamu-tamu dari banyak negara dengan bermacammacam bahasa yang datang ke China dalam rangka Olimpiade. Mau nggak mau seluruh lapisan masyarakat china dari Balita, remaja sampai tua bangka musti menguasai bahasa Inggris sebagai bahasa komunikasi yang dipahami oleh sebagian besar tamu Olimpiade. Bahkan seorang ahli grammar secara khusus berkeliling kota Beijing untuk menertibkan papan nama di wilayah publik yang nampak rancu. Sopir Taxi, pelayan restoran, serta siapapun yang berhubungan dengan orang lain berlombalomba menguasai bahasa Inggris. Beberapa guru bahasa Inggris khusus didatangkan dari Hongkong yang memang paling pengalaman dijajah Inggris. Poster Paman Mao yang nangkring di lapangan dekat Kota Terlarang (Forbiden City) seperti tersenyum sinis dan berkata,”owe bilang apa..bahasa kita (China tentu maksudnya) mustinya jadi bahasa nomel satu didunia..karena jumlah penduduk kita paling banyak di dunia, haiyyaaa..”&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 0in;"&gt;Film yang pengen kutonton tapi gak jadi karena tertahan di pabean adalah A Jihad For Love. Padahal film ini konon gak ada hubungannya dengan kekerasan atas nama perang suci seperti yang sering digambarkan oleh media barat pada umumnya Barangkali negeri ini kelewat “jihadophobia” tanpa sungguhsungguh mau mengerti apa sih sesungguhnya pengertian jihad itu. Jadi begitu mendengar kata jihad, stigma yang muncul adalah kekerasan. Inilah mindset salah kaprah yang mustinya harus segera di up grade kalo mau maju sebagai bangsa. Itu kalo mau, kalo ngga ya silahkan saja teruskan kekonyolanmu.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 0in;"&gt;Hanya ini yang bisa kulakukan, kapankapan kita lanjutkan lagi catatan perjalanan CS berikutnya dilain kesempatan dan peristiwa…Salam.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13678147-607407704915820321?l=caturstanis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://caturstanis.blogspot.com/feeds/607407704915820321/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13678147&amp;postID=607407704915820321' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13678147/posts/default/607407704915820321'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13678147/posts/default/607407704915820321'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://caturstanis.blogspot.com/2008/12/nonton-film-dokumenter.html' title='Nonton Film Dokumenter'/><author><name>si catur yang stanis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13189455304779430985</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://4.bp.blogspot.com/-kbh657p_pUE/Tq-w92mLRRI/AAAAAAAAAgE/APYlH-tkWOM/s220/fotokusexy.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13678147.post-3042147727495025590</id><published>2008-09-26T00:59:00.004+07:00</published><updated>2011-06-12T01:17:05.417+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='jalanjalan'/><title type='text'>Risalah Risau (edisi lanjutan)</title><content type='html'>&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Pelajaran Moral Dari Komik&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;1)&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt; Ada yang menarik setelah aku nonton X MEN 3, The Final Stand. Sesuatu yang kudapatkan dari film yang diangkat dari komik terbitan Marvel ini ialah, betapa  dimensi cinta menjadi Nampak begitu luar biasa. Kekuatan Cinta, aku membahasakannya demikian, ternyata mampu mengontrol ketidakseimbangan emosi pada diri Jean (Mutant dengan kekuatan tingkat 5, tertinggi di komunitasnya bahkan melampaui Charles Xavier maupun Eric Sang Magneto). Kenapa Jean jadi Nampak istimewa, &lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;tentu disamping mutasi bawah sadarnya yang sulit ditengarai, juga adalah refleksi kesepiannya yang begitu mencekam. Sebagaimana halnya Marie si Rogue, dalam keterbatasan kelebihannya, lebih sering didera kesakitan akibat kesepian. Rogue sulit berhubungan dengan orang lain justru karena kelebihan mutasinya. Sebagai gadis yang sedang memasuki masa puber, tentu saja Rogue pengen juga ngerasain gimana sih ciuman, sentuhan serta aktivitas romantic yang sewajarnya dinikmati oleh remaja seusianya. Hal inilah kemudian yang membuat Rogue seperti menemukan harapan setelah Worthing mengumumkan penemuannya. Lantas bagaimana dengan kaum mutant sendiri menyikapi hasil temuan Worthing. Rupanya mereka terbelah pada dua opsi (penolakan dan penerimaan) sesuatu yang sangatlah wajar dalam kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Bagaimana kemudian ternyata Cinta menjadi obat yang lebih mujarab dari temuan  manusia hasil kecanggihan teknologi sepanjang masa. Sebab cinta memang tidak bisa di produksi melalui sekadar kekuasaan ilmu pengetahuan. Ia (Cinta) hadir meruang memenuhi semesta merasuk kedalam sanubari siapapun saja yang dikehendaki. Lihatlah Jean, karena ketidakmampuannya dalam mengelola kekuatan yang ada dalam diri sendiri, maka kekasihnya Scott harus rela untuk mati atau entahlah (karena sampai film usai, tak pernah ditemukan jasad Scott, kecuali kacamata merahnya yang tak pernah berpisah dari dirinya selama ini).&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Hal pengelolaan atau system manajemen barangkali yang perlu di stabillo dari kasus yang satu per satu muncul melalui perantaraan tokoh-tokoh dalam film ini. Ingatlah Cinta, saat kau saksikan bagaimana Logan sang Wolverin 'menjinakkan' naluri buas yang muncul dan tak terkontrol oleh kesadaran Jean. Dan betapa akhirnya cintapun rupanya telah menunjukkan jalan pembebasan bagi Jean meski harus ditebus dengan maut.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Kadang saya berpikir, kalau sedemikian agungnya pesan moral yang disampaikan komik Amerika, yang tentunya juga telah dibaca oleh sekian juta anak Amerika serta anak-anak dibelahan dunia manapun, kenapa bisa lahir monster bertubuh presiden seperti George Bush? Apakah George Bush belia termasuk anak yang dilarang membaca komik oleh orang tuanya, lantaran sebagian besar orang tua di dunia ini menganggap komik sebagai bacaan yang tak berfaedah dan lebih memilihkan bacaan untuk anaknya dalam standard berfikir orang tua. Bisa jadi memang bacaan Bush saat itu mungkin buku-buku tebalnya Machiavelli 'Ilprincipe' atau seenggaknya 'Mein Kampfe'nya Adolf Hitler yang mewariskan spirit berkuasa tanpa mengindahkan etik moral.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Orang tua dinegeri ini harus mau mulai lagi belajar kembali untuk tidak gampang melakukan penistaan (baca:Pelarangan) terhadap sesuatu yang tidak kita ketahui persis kelebihan dan kekurangannya agar anak-anak bangsa kita tidak lagi kerdil wawasan karena diamputasi kreativitasnya oleh sistem pendidikan yang bodoh serta kapasitas menyedihkan dari guru sekolah yang hanya bisa mengajar tapi kurang mampu mendidik. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Beruntunglah saya yang sedari masa kanak-kanak telah terbiasa melalap komik. Karena kebetulan di rumah saya dipakai untuk Taman Bacaan yang cukup legendaris di jamannya yaitu Taman Bacaan Triyoga, di daerah Ngampilan Yogyakarta. Tradisi membaca (bukan hanya komik) pun juga cerita silat model Kho Ping Hoo, Gan KL, OKT serta roman sejarah seperti SH Mintardja dan Herman Pratikto pun bahkan majalah popular bulanan Intisari serta yang lainnya. Untuk bagian adegan hidupku yang seperti ini, aku ucapkan terimakasih mendalam atas nama cinta kepada papa dan mama di surga. Karena lewat mereka dan juga kakak-kakakku yang pernah ada, saya belajar mencintai kehidupan ini. Sebab dalam hal memilih, aku lebih memilih untuk berpihak pada kehidupan. Meski sama-sama heroiknya, ketika kita menyaksikan orang sekarat menjelang maut maupun bayi lahir, aku kok lebih bahagia saat mendengarkan tangisan bayi daripada rintihan eksotis ketika ruh terpisah dari raga.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Maka kalau saja kita percaya, bahwa cinta bisa berbuat lebih maksimal lagi bagi hidup yang lebih baik. Kenapa tak juga sekalipun kau terima uluran tanganku yang terbuka menantikan kau hadir dipelukanku sebagai sepasang kekasih yang dirindukan rembulan saat purnama menghiasi langit dengan wajahnya yang berbinar. Ra, lebih dari apapun. Kita bisa mulai kapan saja. Aku menunggumu. Itu juga kalau masih ada sejumput percaya dalam bathinmu buat aku. Doakan agar aku tak lekas lelah menanti dirimu. Sampaikan salamku buat keluarga di rumah.  Bagaimanapun bila saatnya tiba nanti, aku juga akan menjadi bagian dari mereka semua dan kaupun bagian dariku dan keluargaku. Semoga ada merger yang menarik  dikemudian hari.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;1). tulisan ini pernah juga di posting di Catur Stanis Page (http://caturstanis.multiply.com)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Teriring salam untuk &lt;/i&gt;&lt;b&gt;Putra Mahardhika&lt;/b&gt;&lt;i&gt; dan kawankawan di &lt;b&gt;Wizard Magazine&lt;/b&gt; Jakarta&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;                                          Orang Miskin Dilarang Bercinta&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Membaca tulisan di dinding sel yang kutinggali saat ini, aku dikejutkan oleh sebuah tulisan yang berbunyi,"Orang Miskin Dilarang Bercinta". Semula aku nggak  begitu serius memperhatikan tulisan itu, namun lama kelamaan bathinku semacam digedor oleh sejumput rasa penasaran yang aneh. Benarkah orang miskin dilarang bercinta. Atau sebegitu mahalnya harga cinta di era merebaknya kapitalisme ini. Atau jangan-jangan, cinta tengah di jadikan komoditi ekspor non migas setelah kita tak mampu lagi meyakinkan tuan pongah yang bernama Paman Sam untuk sekadar meluangkan senyumnya yang berupa goodwill serta bermacam konsesi bagi sebuah negeri yang kesanggupannya baru pada taraf mengekspor pasir untuk lantas kemudian di jejali sejumlah benda olahan dari pasir itu menjadi sebentuk barang konsumsi yang diburu setengah mati oleh para penghayat modernitas yang keblinger dan akhirnya jatuh ke dalam genggaman mulut manis Sang Tuan Tanah yang sebagian besar pendapatannya dari merentenkan kekuasaan yang berbau modal itu.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Sejak aku mengenal sepak terjangnya yang bermuka dua itu, aku jadi di hela sangsi akan kesungguhan perhatiaannya. Standar ganda yang diterapkannya sungguh bikin aku pengen muntah.(cuman sayang, tak ada material yang bisa aku muntahkan, lantaran perutku lebih banyak terisi angin dari pada sebongkah makanan misalnya. Maka kentut menjadi katup pelepas yang cukup melegakan ditengah situasi yang tidak bisa tidak merubah wajah dunia menjadi tak berkarakter. Sedari mula aku telah sadari. Bahwa tidaklah mudah dan sederhana menemukan Perawat Cinta itu.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Aku jadi ingat kisah seorang kawanku, yang tak mau lagi meneruskan kuliahnya lantaran ia tak begitu lagi percaya pada system pendidikan di negeri ini. Orangnya sebenarnya lumayan cerdas. Bahkan kalau hanya sekadar mencari posisi aman, menjadi dosenpun bukan perkara yang sulit untuknya. Cuma yang jadi masalah adalah karena dia sendiri telah menutup keinginannya untuk  menyelesaikan perkuliahannya dijenjang pendidikan  tinggi itu. Keluarganya sebetulnya tidak kurangkurang amat dalam memberikan perhatiannya. Keluarga mereka memang tidak seperti keluarga pada umumnya. Bahkan tingkat ketidak umuman nya sampai pada kondisi mendekati absurd. Meski juga seperti yang kubilang, tentu tidaklah begitu absurd-absurd amat.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Kebetulan kedua orang tuanya sama-sama bekerja. Papanya yang pensiunan militer itu (purnawirawan kali yee!), di pekerjakan kembali, atau istilah kerennya di"karya"kan kembali disebuah institusi kenegaraan yang berjudul Sekretariat Negara, sementara Mama nya adalah pensiunan pegawai negeri di kantor Gubernuran, Kepatihan. Dari ilustrasi ini bisa dibayangkan, cukup aman sebetulnya posisi ekonomi kawanku itu. Apalagi posisi dia sebagai anak bungsu tentu mempermudahnya untuk mendapat akses kasih sayang serta cinta dari keluarga(cieee!) pendek kata dalam urusan bahagia, pasti dia tergolong pakarnya.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Lantas kemudian apa yang membuatnya galau sehingga sepertinya kehilangan rasa syukur nikmat yang mestinya bisa dia pelihara sampai hari kiamat. Ternyata urusan kasih sayang itu tak sesederhana dengan terpenuhinya segala materi duniawi. Sampai di bagian ini, aku sering menyesali, kenapa dia harus memakan buah sebelum waktunya tepat. Tepatnya dalam usia semuda itu dia telah mencoba untuk memasuki dunia orang tua semacam kasepuhan (dalam kejawen) serta Tasawuf (dalam islam). Maka jadilah ia sebagai orang tua dengan kostum anak muda bisa dibayangkan ngga sich, betapa ngga matchingnya.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Ditengah situasi yang membuat temanku itu Nampak aneh dimata teman-temannya rupanya diam-diam dia sedang merencanakan sesuatu untuk masa depan. Sampai-sampai kawan-kawan di kampusnya waktu itu menjulukinya sebagai perpustakaan berjalan (&lt;i&gt;untuk mengimbangi penyebutan Apotik Keliling bagi para pengedar pil&lt;/i&gt;) tapi bahagiakah kawan kita itu dengan predikat-predikat yang disandangnya? Atau justru ia tengah bersembunyi berpayungkan kamuflase itu? &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Mungkin lebih tepat kalau kita tanyakan langsung padanya kelak bila kalian menjumpainya. Beberapa kawan, sering menyesalkan keputusannya untuk meninggalkan kampus (padahal tinggal 22 SKS lagi dari 122 SKS yang telah ditempuhnya untuk 144 SKS yang semestinya diselesaikannya). Tanpa mengurangi rasa hormat bagi kecerdasan dan dedikasinya bagi teater, aku akan mengacungkan sepuluh jempol andai aku memilikinya.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Ada sementara orang, bahkan sempat melihatnya keluar masuk Sarkem (flower market, southern Tugu Railway Station) tempat mangkal penjual daging ons-onsan yang legendaris nan tak lekang oleh jaman itu. Apa yang dilakukannya didalam sana tentu hanya dia yang tahu. Apakah ia tengah melakukan observasi untuk naskah dramanya yang baru atau tengah meneliti jenis penyakit social lainnya. Atau bisa jadi ia tengah terobsesi untuk melakukan pengulangan adegan tertentu yang dirasa nikmat buatnya.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Yang membuat saya kadang miris sembari meringis ngeri adalah pembaiatan dirinya sebagai Homo Theatricus dengan sebuah ikrar," &lt;b&gt;&lt;i&gt;I give my live to die in the theatre forever&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;". Meski kini kita lebih sering menyaksikannya sebagai penonton titer daripada pelaku. Meskipun dia juga cukup aktiv sebagai seorang moderator dari sebah milis tentang teater yang kalau nggak salah bernama Ngobrolin_Teater.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;                                           Sehari Sebelum Galungan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Hidup serupa tangan-tangan gaib yang melilitkan benang tak kasat mata ketubuh &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;kita dan lantas menggerakkannya semauNya&lt;/i&gt;.(Catur Stanis,2007)&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Matahari masih saja nongol malu-malu, saat kau bangunkan aku sepagi shubuh itu. Perjalanan yang meletihkan serta suasana sejuk menjelang pagi itu membuatku nikmat untuk berguling-guling di ranjang mimpi. Sementara di dapur, nyonyamu tengah sibuk menyiapkan sarapan pagi. Aroma masakan menyengat membangunkan cacing-cacing di perutku. Aku beringsut bangun saat kau lempar seperangkat alat mandi menerpa tubuh dan mukaku.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;"Hari ini adalah hari Penampahan," ujarmu singkat sembari menyiapkan bambu berhias janur (daun kelapa yang masih muda).&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Aku lantas ingat, besok pagi adalah Upacara Peringatan Hari Raya Galungan, setelah kemarin aku turut menyaksikan pemotongan (untuk tidak menyebut sebagai pembunuhan) hewan sebagai lawar dan sesajen. Dan ini hari adalah kesempatan terakhir untuk memancang Penjor di sekitar pintu pagar rumah. Kadang pikiran nakalku berandai-andai, kalau saja kelak bambu khusus buat Penjor itu sudah langka dan sulit ditemukan lagi, akibat rakus manusia mengekploitasi alam serta meningkatnya kawasan hunian/pemukiman. Apa tidak mungkin, kelak pipa besi mengganti fungsi bambu, yang tentu saja akan berbeda muatan filosofisnya. Semoga saja yang berwenang di kementrian lingkungan hidup, segera melestarikan tanaman bambu tersebut, agar saudara-saudara kita umat Hindu, tak perlu kesulitan dalam menyelenggarakan upacara ritual yang menggunakan bambu sebagai salah satu property penyangganya.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Bahkan tadinya aku hampir saja mengira ini sekadar mimpi, saat terbangun dari lelap tidur tadi pagi. Karena yang ku ingat aku masih berada di Solo, setelah kemarin dulu,(25/6/2007) aku berangkat ke kota itu bersama kawan-kawan Sanggar Nuun, yang mengadakan pentas teater keliling di Solo-Salatiga-Semarang dan Jogja. Lantas sehari sesudahnya,(26/6/2007) Thendra yang di"kawal" Brekele, serta Indrian Koto serta Sukma dan temannya datang di acara Temu Penyair Mahasiswa Solo-Semarang-Purwokerto di Teater Arena TBS.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Aku tak habis pikir dengan perjalananku ini. Beberapa malam lalu aku masih terlihat sliwar-sliwer (lalu-lalang) di Jogja, tiga hari yang lalu aku berkeliaran di Solo. Dan sekarang karena kuasa SUPERVISOR AGUNGKU yang telah menggerakkan seseorang yang baik hati seperti Wayan Sapra yang sudi menerimaku menginap di pondoknya di Peliatan, beberapa kilometer dari Ubud yang tersohor itu. Kami bahkan sempat lewat bekas rumah yang dulu pernah di diami Blanco serta seorang perupa berkebangsaan Jerman yang sayang sekali ku lupa namanya, perupa dari Jerman itu konon ikut membidani lahirnya Tarian Cak/Ketjak yang ternama itu.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Jadilah pagi menjelang siang ini aku mandi di sungai yang jernih dengan bebatuan yang cukup besar. Sebuah lanskap alam yang luar biasa. Saat aku turun ke sungai untuk mandi, aku di sergap rasa malu yang luar biasa. Tanpa sadar aku segera menutupi bagian vitalku dengan kedua belah tanganku. Sesaat berendam dalam sejuk dingin air sungai yang mengalir jernih itu, kudengar beberapa perempuan desa berbisik agak keras kepada sesamanya,"Ternyata burung orang Jawa itu mirip senter ya…" Meledaklah ketawa di antara mereka, akupun melengos malu sembari membenamkan tubuhku di air. Namun aku cukup lega juga, karena mereka para gadis yang sempat melihat "burung"ku itu hanya memperhatikan bentuk burungku yang berbeda (karena punyaku di sunat, sedang kebanyakan lelaki disana nggak), sementara mereka tidak begitu mempersoalkan ukurannya.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Sambil menikmati aliran sejuk air alam itu, lamunanku melayang pada peristiwa heroik saat Ki Maya Denawa, seorang raja yang di kenal kejam dan bengis itu tersungkur roboh di tangan Dewa Wisnu dan Dewa Indra yang sakti dan bijaksana dalam sebuah pertempuran yang cukup seru. Peristiwa inilah yang kemudian di peringati sebagai Hari Raya Galungan, yang bisa juga dimaknai sebagai perayaan kemenangan Dharma (perbuatan baik) melawan A-dharma (perbuatan jahat). Sedangkan Galungan sendiri berasal dari kata Gal dan Lungan. Gal berasal dari kata penggal atau panggul sedang lungan bisa juga diartikan sebagai patah atau patahan.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Ah, mungkin terlalu nyaman aku berendam di sungai ini hingga hampir saja aku lupa kalau sore ini aku harus segera berkemas meninggalkan Bali dan terbang kembali Jogja, (padahal aku pengen banget menikmati saat Kuningan di sepuluh hari kedepan, sambil juga menikmati suasana Tumpek Landep serta penghormatan bagi Dewi Saraswati dan yang lainnya). Untuk sebuah perhelatan Hari Minggu Yang Berteater dalam rangkaian acara pasar seni FKY XIX-2007, besok pada hari minggu tanggal 1 juli 2007, aku tinggalkan Bali untuk sementara, sampai saat waktu memungkinkanku kembali kesana lagi. Semoga saja.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Terimakasih Kesempatan!&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;                                            Lantas Segalanya Berlalu...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Balik ke Jogja, disambut hujan yang aneh. dengan kereta Prameks yang interiornya mirip-mirip kereta di film My Sassy Girl, film korea yang bikin andes nangis (kau tau kini betapa cengengnya dia serta konyol tentunya)Ke FKY sebentar, ketemu Iwan dan Performance Clubnya, Cutter serta Buyung Mentari yang menyalamiku hangat setelah kita berpisah di Art Camp. Kudengar kabar Kang Wawan meninggal di Rumah Sakit di Jakarta setelah kelelahan dengan kanvasnya di Ancol. Kemarin bergelasgelas Ciu Bekonang menggelontor  tenggorokanku lantas kini berliter La Pen memberondong lambungku...kapan lagi bisa kucecap setetes Arak Bali? (hehehe,ketawa yang perih) Minggu sore,meramaikan Story Tellingnya Hindra di Selasar Utara Beteng Vredeburg, bersama Umar dan yang lain. Ketemu Uung yang makin gimana gitu? Setelah Gintani menraktirku dengan es teh, rasa hauspun beranjak lalu. Ah, Aku merasakan, kini tulisanku jadi begitu kosong. Tanpa denyut, tak berdarah serta pucat pasi. Setelah segalanya berlalu sebaiknya kusudahi saja. Inilah Bunuh Diriku kemudian. Memilih untuk diam dengan segenap keutuhannya&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Edited by Catur Stanis in Koto’s Room on 26 September 2008 at 00:04 WIB&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13678147-3042147727495025590?l=caturstanis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://caturstanis.blogspot.com/feeds/3042147727495025590/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13678147&amp;postID=3042147727495025590' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13678147/posts/default/3042147727495025590'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13678147/posts/default/3042147727495025590'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://caturstanis.blogspot.com/2008/09/pelajaran-moral-dari-komik-1-ada-yang.html' title='Risalah Risau (edisi lanjutan)'/><author><name>si catur yang stanis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13189455304779430985</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://4.bp.blogspot.com/-kbh657p_pUE/Tq-w92mLRRI/AAAAAAAAAgE/APYlH-tkWOM/s220/fotokusexy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13678147.post-7869963961510226671</id><published>2008-09-26T00:50:00.002+07:00</published><updated>2011-06-12T01:19:11.534+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='jalanjalan'/><title type='text'>Risalah Risau</title><content type='html'>&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Sekadar Catatan Tentang Temuan :&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Malam yang ganjil usai berbuka puasa aku menemukan tulisantulisan lamaku yang dulu sempat nongkrong di blog &lt;i&gt;Friendster&lt;/i&gt; seputar tahun 2007an atau 2007-2006 barangkali, entahlah. Aku senantiasa gagap mengingat tahuntahun lewat serta sering pula lupa mencatat. Ucapan terimakasih tentunya layak kusampaikan kepada Indrian Koto yang telah menyimpannya di komputer hingga bisa kupindai kembali serta kuhadirkan lagi lewat &lt;i&gt;Blogspot&lt;/i&gt; ini.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Sekali lagi ini tulisan lama semoga masih layak di baca, terutama bagi yang belum sempat membacanya di Friendster, bagi yang sudah pernah itungitung semacam nostalgia, pendek kata selamat menikmati saja.&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Kenapa akhirnya aku memilih &lt;b&gt;Risalah Risau&lt;/b&gt; sebagai tajuk kompilasi tulisan ini, barangkali alasan sederhananya adalah “&lt;i&gt;kerisauanlah yang menjadi picu pemantik nyala hasratku menorehkan catatan ini waktu itu&lt;/i&gt;”. Mungkin.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Kepada siapapun saja tentunya maklum kalau aku sekarang lebih sering terlihat berpacaran dengan &lt;b&gt;SunYi&lt;/b&gt; meski dulu sekali pernah juga mencoba mendekati &lt;b&gt;Ra &lt;/b&gt;dan &lt;b&gt;May&lt;/b&gt; yang fenomenal itu, setidaknya fenomenal buat diriku,hehehe.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Okey dari pada &lt;i&gt;ntar&lt;/i&gt; jadi lebih panjang pengantarnya dari pada yang diantar ada baiknya kusudahi &lt;i&gt;cicitcuit&lt;/i&gt; ini, selebihnya selamat membaca sajalah…&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;                                              Dear, Ra.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Dengerin lagunya White Lion yang bertajuk &lt;i&gt;You're All I Need&lt;/i&gt; bareng &lt;i&gt;Kangen&lt;/i&gt;-nya Dewa 19 sambil menghisap sebatang &lt;i&gt;Dji Sam Soe&lt;/i&gt; ditemani seteguk kopi pahit. Aku jadi ingat &lt;i&gt;Pub Ringan&lt;/i&gt;, ingat Jogja, ingat kawankawan yang terjebak di kenyamanan Jogja, ingat kamu. Ah, biadab betul kenangan itu. Yang membuatku mati kutu di  tempat yang jauh ini. Di hamparan gedung bertingkat 231 lantai ini. Aku tak sungguh sungguh memimpikannya untuk ada di negeri kita Indonesia. Di tempat yang  jauh dan tinggi ini aku melambaikan tanganku. Sia-sia. Sebab tak seorangpun yang kukenal dan mengenalku di tempat yang super asing ini. Aku sendiri tak benar mengerti, kenapa aku bisa berada di sini. Tempat yang dulu sesekali hanya bisa kubayangkan ataupun ku tonton di TV yang tak begitu jelas gambarnya di &lt;i&gt;Pub&lt;/i&gt;, dulu sekali.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Kini dalam dekapan teknologi ultra modern, aku terdampar di sebuah tempat yang  super canggih dalam balutan obat-obatan dari teknologi yang luar biasa  sophisticated. Ah, kalau saja ini mimpi. Pasti aku ngga ingin bangun lagi. Serupa saat bertemu denganmu berabad yang lampau. Mungkin benar kata beberapa kawan, pertemuan kita hanyalah lintasan peristiwa. Mungkin pertemuan di &lt;i&gt;Pub Ringan&lt;/i&gt; tertanggal 23 Januari 2007 silam, hanyalah pertemuan yang kesekian. Bukan pertama memang. Mungkin kita pernah ditemukan kelak di masa lampau. Di satu waktu yang tak terjemahkan. Di situasi yang membuat kita gagu dan buta untuk  menyadari. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Ra, aku hanya bisa merasakannya. Tak kurang apalagi lebih. Sebab lebih dari yang  terucapkan oleh setiap symbol, aku seperti mengenalmu jauh sebelum kita ketemu  di malam biadab 23 Januari 2007 itu.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Ra, bisa saja kau mengira aku tengah merayumu dengan rayuan klise tentang sebuah dongeng yang dituturkan oleh para leluhur. Tidak Ra. Yakinlah aku tidak sedang  ingin merayumu. Aku hanya tak ingin berbohong padamu. Aku hanya tak mau  menipumu. Aku, hanya mau bilang padamu. Bahwa kita telah dipertemukan suatu  waktu. Hanya Kau dan Aku tanpa yang lain. Ya, hanya ada kau dan aku Ra. Ah, kegilaan cap apalagi ini? Ditengah ketatnya&lt;i&gt; dateline&lt;/i&gt; yang harus kupenuhi. Di situasi yang membuatku pengap oleh &lt;i&gt;meeting&lt;/i&gt; demi&lt;i&gt; meeting&lt;/i&gt; dengan banyak klien dari seluruh penjuru dunia. Di kepulan sergapan kesibukan yang menguntit siang malamku, selalu saja kamu datang diam-diam menyelinap untuk kemudian melempar seutas senyuman.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Ra, membaca senyummu dalam pejam bobokmu di sofa tempo hari. Aku merasakan surga dalam genggaman tanganku. Maaf kalau membuatmu kaget saat kau terbangun dan melihat aku duduk disisimu. Sungguh aku tak ingin membuatmu kaget. Aku hanya kangen setengah mati. Aku cukup menikmati nyenyak tidurmu waktu itu. Membayang Kamajaya menunggui Dewi Ratih yang lelap karena kelelahan sepulang dari acaranya di kampus. Whooooaaaahhh!!! Aku sudah gila rupanya.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Dan kegilaan termanis adalah ketika menjadi kekasih gelapmu. Gelap, lantaran kau tak sungguh mau tahu kalau aku mencintaimu.Sesekali dengerin aja lagunya White Lion diatas, kau akan tahu betapa dahsyat rasa sayangku padamu. Itu juga kalau&lt;i&gt; elo&lt;/i&gt; mau kalau &lt;i&gt;ngga&lt;/i&gt;, yo wis!&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;                                           &lt;b&gt;Pada Suatu Ketika&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Duduk sendiri di bangku Plasa Sastra, aku dikejutkan oleh kedatangan Profesor &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;yang begitu tibatiba. Dan tibatiba saja tanpa memberiku kesempatan bernafas &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;sejenak dia telah melancarkan pukulannya bertubitubi.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;"Kenapa kau tak menulis lagi Nis?"&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;"Masa itu sudah lewat Prof."&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;"Ah, masa. Kulihat tulisanmu akhirakhir ini banyak menghiasi Blog di FSmu."&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;"Itu sekadar pemanasan Prof, belum apaapa."&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Profesor mengangkat alisnya dan memperbaiki posisi duduknya agak nyaman &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;bersandar di bangku panjang itu. Dua cangkir &lt;i&gt;Coffee Late&lt;/i&gt; dengan taburan cokelat &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;diatasnya menerbitkan selera.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;"Bagaimana dengan perjalananmu ke Bali kemarin?" pertanyaan yang begitu menohok &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;dan langsung menancap di bibir bathinku.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;"Lumayan. Tapi terlalu singkat. Karena aku harus terbang lagi ke Jogja untuk &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Minggu Yang Berteater".&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;"Sudah dengar soal "heboh sastra" seputar FKY?"&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Aku purapura kaget dan mengangkat bahuku pelan sembari mukaku kusetel bloon.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;"Ngga usah akting gitu. Aku tahu kamu memang aktor…"&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;"Pernah tepatnya. Itu dulu, dulu sekali. Sebelum segala sesuatunya berubah &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;begitu cepat."&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;"Kamu tidak siap dengan perubahan ya?"&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;"Siapa bilang!"&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;"Kamu sendiri. Tidak secara verbal memang. Tapi cukup menjelaskan."&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Kali ini aku mengernyitkan dahiku sungguhan. Non akting, benerbener natural.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;"Ngaku aja, kamu bingung to?"&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Seperti biasa aku tersenyum dalam fase yang tak terjemahkan. Sesaat melintas &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Fira. Melambaikan tangan sejenak dan lenyap ditelan dingin malam. Aku mulai &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;merapatkan jacketku. Hawa dingin yang menusuk mengebor bathinku yang tibatiba &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;kosong.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;"Kenapa diam?"&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;"Ah, nggak."&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;"Oke, kita ganti topik &lt;i&gt;aja&lt;/i&gt; kalau begitu."&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Serasa aku seperti didepan ruang sidang dewan dosen. Ini bukan pendadaran &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;mestinya. Kecipak suara air kolam itu memudarkan kesunyian.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;"Kenapa kau mesti berhenti?"&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;"Maaf, bukankah itu pertanyaan yang sama?" aku bertanya ragu.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Profesor tersenyum sambil memainkan kacamata minusnya.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;"Tapi kau belum jawab pertanyaanku"&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;"Aku tidak pernah sungguhsungguh berhenti. Aku terus melakukannya Prof. hanya &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;saja indonesiamu ini tidak begitu sungguhsungguh menganggapku perlu ada."&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Profesor terbatukbatuk dahsyat. Setelah agak reda batuknya ia meneruskan.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;"Kenapa tidak kau mulai saja dengan melihat dengan cara yang berbeda?"&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Aku diam tak mengerti.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;"Kalau kau melalui pintu yang sama yang telah mengecewakanmu.kenapa tak kau coba &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;melewati pintu yang lain. Bukankah masih cukup banyak tersedia pintu. Dan kalau &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;memang tak lagi kau temukan pintu, kukira kau cukup cerdas untuk memasukinya &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;tanpa melalui pintu apapun. Bukankah itu kelebihanmu. Memilih jalan yang tak &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;banyak dilalui orang."&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;"Tapi,…" Aku ragu meneruskan.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Profesor terbahakbahak menyaksikan kegugupanku.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;"Aktor Penyendiri Yang Lebih Menyukai Kesunyian. Sampai kapan kau akan &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;bertahan?"&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Nona mendatangiku setelah berbasa yang cukup basi dengan Profesor. Sesaat &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;setelah professor berlalu.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;"Kemana aja Mas?" rengeknya manja.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Kenapa dia? Kenapa bukan Ra. Padahal jauh diseberang bathinku yang berdebu oleh &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;lumut waktu, aku selalu berharap Ra datang menjengukku. Untuk sekadar menorehkan &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;senyuman yang mutlak bahasanya itu. Mendengar suara Ra saja, aku serasa jadi &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;astronot yang piknik ke bulan. Apalagi kalau aku tayangkan kembali lintasan &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;adegan waktu itu. Saat kami tertawa berkarungkarung di pojok warung sambil &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;menikmati buah Wani. Wow seolah surga dalam dekapan dech.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;"Idih, ditanya kok diam aja sich. Kangen ama mbak Ira ya?"&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;"Lho kok tahu?" &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;"Emang kamu serius ama dia?" cocornya membesut ku kesudut.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;"Kamu adalah orang yang kesekian milyar yang menanyakan hal itu. Emangnya kenapa &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;kalau aku serius? Itu kan urusanku. Kenapa juga kalian yang ribet."&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;"Ih, kok jadi sewot gitu sech?"&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;"Bukannya sewot, aku tuh cuman ngga abis ngerti. Apa sich yang membuat kalian &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;jadi heboh melihat hubungan kami. Mbok biasa aja. Kayak infotainment banget sich &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;elo."&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;"Tuh, kan marah kan…"&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;"Aku ngga marah sama kamu dan orang-orang sepertimu. Aku cuman ingin, semua &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;orang siapapun dia ngeliat ini sebagai sebuah kewajaran."&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;"Ngga takut kecewa?"&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;"Kupikir itu konsekwensi logis."&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Aneh juga orangorangan ini. Kenapa mereka meributkan soal perkawinan. Padahal aku tidak pernah mengajak Ra menikah dalam waktu dekat ini. Aku hanya merasa menemukan teman yang asyik buat ngobrol. Pembunuh sepi yang cukup piawai. Aku memang tak pernah sembunyi mengaguminya. Tapi itu bukan alasan untuk memperistrinya kan. Dia merdeka dengan pilihannya. Toh terpautnya rasa dua hati tak harus diakhiri dengan pernikahan kan. Kalau kami enjoy begini, kenapa dunia jadi ngga begitu nyaman buat di huni?&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Ah, kalian. Selalu saja melihat dari sisi keliatannya. Dan lebih cenderung menebalkan sisi perbedaan itu. Biarin aja berbeda, yang penting asyik. Ra, kau mesti jawab itu. Jangan diam aja donk. Mereka menyangka aku ingin mengawinimu padahal aku ingin menjadi kawanmu. Aku ngeri membayangkan kau menjauh dariku. Kembalilah seperti waktu itu.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Kalau boleh aku berterus terang, aku bahagia banget saat kau datang malam itu. Ra, maafkan kenaifanku. Maafkan bila yang terjadi membuatmu terluka. Kumohon jangan benci diriku karena cintaku. Ampuni diriku yang membebanimu dengan rasa rindu. Tetaplah seperti itu. Tetap menjadi kupukupu yang lucu. Aku akan kembali kesudut pilu muara sepi mendekap sunyi menggigit jari.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;                                               Sayang Ada Orang Lain&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Telah lama tak kuterima lagi SanDek (pesan-pendek,kata lain untuk SMS yang kebaratbaratan itu), mungkin dia cukup sibuk buat merawat diri sampai lupa atau tepatnya melupakan yang ada disini. Ah, segera kutepis prasangka tak menentu ini. Aneh ngga sich, kalo lagi kangen bawaannya pengen ketemu terus. Padahal juga ntar kalo udah ketemu palingan juga cuman diem-dieman and saling curi-curi liat dari jarak yang cukup jauh tak tersentuh. Ada masa dimana aku gak bisa jauh darinya. Bawaannya pengen deket terus. Cuman asyiknya, kita berdua kan tergolong makhluk yang lumayan sibuk, makanya kita jadi jarang ketemu biar tetap berlangsung itu rindu.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Pernah sekali waktu kuragukan hubungan kami, dan aku mencoba mencari cem-ceman lain. Tapi herannya, semakin aku nyoba buat ngejauh, eh dianya malah makin getol aja nyamperin gue tiap waktu. Nggak malem, siang pokoknya kapan aja dan dimana aja dech. Seneng dech gue.(walo datengnya cuman lewat mimpi). Yang ngga mimpi adalah saat menemukan dia bobok di sofa pub satu ketika, dan aku menikmati pemandangan yang luar biasa dari pejam matanya. Meski Cuma bisa menciumi sepatu hitamnya, tapi cukuplah. Apalagi hubungan kami saat itu lagi benerbener berjarak.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Sesekali dateng "SanDek"nya yang ngasi tau dimana posisi dosky. Duh, serasa terbang dech gue. Abisnya lama banget ngga kedengeran kabar beritanye, tau-tau dah mo pamitan buat liburan pulang ke kampung halamannya, nyang di seberang pulau tu. Gue kan jadi gimana gitu.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;                                                                   $$$&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Nyaris tak percaya, membaca ulang beberapa jajaran huruf yang membentuk kata dan terangkai menjadi kalimat serta sambung menyambung menjadi uantaian alinea diatas. Aku seperti dibawa ke masa silam, beberapa tahun lewat saat aku masih sering balik ke Cidodol, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Dulu Papaku pernah tinggal di situ. Dan kami sering kumpul waktu lebaran tiba. Kalau orang-orang lain, pada umumnya mudik ke desa-desa, dari dulu yang aku jalanin, eh jalani ding! Aku senantiasa mudik ke Betokaw alias Batavia atau Betawi. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Pernah dengar cerita, kenapa diberi nama Betawi khan?&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Pada suatu ketika, di masa pendudukan VOC (Organisasi Dagang Belanda), Batavia dipimpin oleh seorang Gubernur Jenderal yang pastinya bule dari Belanda dong, masa Bule dari Hongkong sich. Asal elo tau istilah "Gubernur Jenderal" ini adalah sebuah pembahasaan dari istilah dalam Holland Sprechens "Generaal Governoer", yang dilestarikan di era yang konon merdeka dengan "Gubernur" (jadi jangan heran kalo di masa ORBA berkuasa, gubernurnya emang kebanyakan Jenderal, soalnya militer sich. Apalagi AKABRI, rektornya aja Gubernur) serta diikuti dengan latah di seantero penjuru Nusantara yang telah di Indonesiakan oleh Belanda. (&lt;i&gt;bila ada waktu, akan kuceritakan kelak, betapa tidak orisinilnya keindonesiaan kita itu, lantaran aroma Belanda begitu kuat menguntitnya&lt;/i&gt;).&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt; Back to case, saat itu Tentara Kolonial Belanda begitu kerepotan menghadapi sepak terjang prajurit Mataram di bawah komando Sultan Agung yang mengepung Beteng Pertahanan terakhir Belanda dari delapan penjuru mata angin. Bayangin aja, betapa kedernya Jaan Pieter Zoen Coen menghadapi strategi tempur Mataram dengan Gelar Sapit Urang1)-nya yang dimodifikasi dengan pola "hit and run"2). Saking nggak bisa apa-apanya, tentara Belanda itu rela untuk terkurung di dalam beteng mereka sampai berbulan-bulan lamanya. Lama kelamaan, persedian amunisi Belandapun ludes tak berbekas. Setelah putar otak cari akal, akhirnya Sang Jenderal mengerahkan anak buahnya untuk berak bersama-sama serta menjadikan tahi produksi Belanda itu sebagai senjata pamungkas untuk menghalau prajurit Mataram yang gigih berjuang. Maka moncong meriam yang beramunisikan tahi itupun segera di arahkan ke basis pertahanan prajurit Mataram yang berada di luar beteng. Bisa di tebak adegan berikutnya…Beberapa orang prajurit Mataram yang tengah asyik &lt;i&gt;leyeh-leyeh ngaso&lt;/i&gt; di sekitar daerah yang sekarang bernama Matraman (untuk menghormati leluhur mereka yang enjoy disana dan nggan mudik ke Jawa) tiba-tiba disergap aroma yang merangsang perut untuk mual dan lantas muntah-muntah itu. Akibatnya seantero Batavia beraroma tahi. Dan saat dua orang prajurit Mataram yang terganggu istirahat makan siangnya itu berdebat seru diantara mereka.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;"Nuwun sewu Ki Sanak, njenengan mambet mboten?"&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;"Nuwun injih. Kadosipun menika rak mambet tai to."&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;"Lha injih, napa ki sanak mboten ngraosaken. Awit sampun pinten pinten ndinten &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;menika, yen kula raosaken kok nggih pancen njijiki nggih?"&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;"Nanging saestu menika, mambet tai to kang mas?"&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;"Lha injih sampun cethu menika!!!"3)&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Sambil menutupi hidungnya, dua prajurit itu berbicara terus tentang "mambet tai", karena artikulasi vocal mereka menjadi tidak jelas lantaran polusi udara yang luar biasa menjijikan itu, Mang Ikin, penjual Kethoprak yang biasa ngetem di deket-deket sono,nyang emang kupingnya kebetulan juga rada-rada bolot, dengerinnya,"Orang Jawa tadi bilang tempat ini namenye Betawi".&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Bisa jadi ada versi lain. Kenapa nggak? Namanya juga cerita, kisah, dongeng. Aku toh bukan Guru Sejarah yang tengah bertutur di depan kelas diantara murid-murid yang setengah hati menerima pelajaran, karena kelewat sering di bohongi. Murid-murid SD pun tahu kalau setiap penguasa bisa memesan sejarahnya sendiri-sendiri. Bagaimana mereka ngga tau, kalo merekalah korban pertama dari sebuah sistem yang bodoh. Anak-anak itu menjadi korban dari keegoisan pendidik yang tak begitu cerdas menyikapi perkembangan serta didukung oleh sistem pendidikan yang ceroboh. Saat anak-anak SD itu mengeja kembali pelajaran Bahasa Inggrisnya, mereka menemukan: bahwa yang pas untuk menuliskan "sejarah" dalam bahasa inggris adalah "His Story". Pantas saja sampai mereka gede, sampai punya jabatan-jabatan tertentu di tempat-tempat &lt;i&gt;itu tuh&lt;/i&gt; anak-anak yang bertubuh orang tua itu selalu pengen menuliskan sejarahnya sendiri. Seolah tak ada orang lain di dunia ini. Seolah tak pernah ada Jurusan Sejarah di kampus-kampus perguruan tinggi kita.Runyam.Kaco.Katrok.Celeng Mencret…&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Dan memang begitulah. Emang elo pikir kehidupan ini baik-baik saja gitu apa? Emang elo tinggal dimana selama ini? Di negeri dongeng kali. Bersama Oky dan Nirmala dengan tongkat ajaibnya, serupa Doraemon dan kantong ajaibnya. Padahal setahuku Puri Nirmala itu Rumah Sakit khusus yang merawat orang-orang dengan kecenderungan Neurotic di bilangan Babarsari Jogja. Jangan-jangan kita semua memang tengah mengidap penyakit otak semua. Hingga kita tidak pernah lagi sungguh-sungguh tau mana yang baik mana yang buruk, mana atas mana bawah, mana kiri mana kanan. Mana di mana anak kambingnya di mana mana. Karena setiap penguasa membutuhkan peternakan kambing berwarna hitam, agar apabila ada salah-salah langkah didalam penyelenggaraan kekuasaannya, cukup sediakan kambing berwarna hitam siap eksekusi sebagai semacam &lt;i&gt;lawar&lt;/i&gt;, mungkin.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Kembali ke fenomena kangen. Gimana Ra, kok SMSku ngga pernah di bales sich. Jijik ya ama aku? Oke dech. Makasih. Tanpa tersipu kulangkahkan kaki kembali menekuri sepi. Di Malioboro sepagi itu, dengan nasi bungkus dalam genggaman. Beberapa ekor lalat terbang rendah sekali, seperti sedang memamerkan manuver terbaru hasil kursus singkat Air Show. Ah, masa-masa indah saat menerbangkan jet tempur itu, cukup sudahlah jadi penghias buffet kenangan.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;"Stanis, jangan lupa nanti sepulang Les Piano mampir ketempat Tante Dewi Listiana &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;buat ngambil pesenan Mama!"&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Mamaku ah, selalu saja membuncahkan rindu. Kapan terakhir aku nangis di pangkuannya? Oh, ya saat Papaku marah besar dan aku di rantai di pintu pagar halaman depan rumah. Semua mata anak-anak tetangga menontonku. Mamaku menangis sambil menyuapi aku yang terikat tanganku dan jadi pertunjukan gratis para tetangga. Mama dan Papa yang ada di surga. Baik-baiklah kalian di sana. Di deket Tuhan, tentu tak perlu ada lagi pertengkaran khan? Tak perlu ada suasana tegang di rumah, yang membuat kami anak-anakmu lebih suka main di jalan. Dan di jalanan kami tumbuh liar di luar pengawasanmu. Sebab kami bukan pesakitan dan kalian bukanlah sipir penjaga kemerdekaan kami. Sering aku tak pulang ke rumah, menunggu lebam-lebam disekujur badan dan luka-luka ini mengering serta mampat. Agar kalian tetap melihat kami sebagai anak-anak manis, sholeh dan rajin menabung. Ah, kini aku sendirian di Jogja menjelang lebaran Mama dan Papa. Setelah semuanya menjauh, aku serupa Ahasveros4) yang di tolak kehidupan. Bahkan sekonyol apapun Sysyphus, dia masih lumayan enjoy hidupnya.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Seperti katamu Guru, "Meski telah kau untai seribu kata, namun pintu-pintu di Kepatihan, Bulaksumur, Notoprajan, Timoho. Tergembok rapat bagi akal sehat dan hati nuranimu"5).&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Aku lelah Guru, tapi belum kalah. Semoga. Meski aku harus terus berjuang sekuat tenaga untuk menghimpit dengan batu sebesar gunung dua binatang buas yang saling cakar dan saling gigit didalam jiwaku. Akulah tlatah pertempuran itu sendiri. Siang malam yang kulakukan hanyalah menunggu dan menunggu. Sampai tiba Ra, kekasihku.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Ternyata tiga minggu itu lama nian ya? &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;:Glosary::&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;   1.Gelar Sapit Urang adalah sebuah formasi tata keprajuritan biasanya untuk &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;kondisi musuh dalam posisi terjepit atau pasukan Mataram dalam posisi diatas &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;angin. Formasi yang lain seperti Garuda Ngleyang, dan lain-lain&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;   2.Hit and Run, terinspirasi gaya bertinju Muhammad Ali yang sering dibahasakan &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;secara sastra menjadi 'menari bak kupukupu menyengat bagai lebah'&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;   3. Coba aja cari dalam kamus Jawa-Indonesia, hahaha&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;   4.Ahasveros adalah lelaki yang tak membukakan pintu saat Jesus di salib dan &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;kehausan. Ia merasa dirinya dikutuk sepanjang masa karena mengira Jesus benarbenar di &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;salib.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;   5.Nukilan Puisi EmHa Ainun Nadjib, Jogja Tak Menyapamu Lagi Antologi Puisi &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;'Sembilu'.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;                                         Melaju Bersama Prameks&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Ra, melaju dengan kereta Prameks sore ini, ingatanku melayang pada film My Sassy Girl, film Korea yang cukup menguras airmata kawan-kawanku yang menyaksikannya, terutama yang berkategori cengeng tentu saja (hahaha). Tapi tentunya bukan pada bagian adegan muntah dikepala orang itu lho,(hehehe). Memang masih di adegan kereta itu juga yang kalau dicermati, interiornya agak-agak mirip Prameks ini.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Ra, beberapa hari terakhir ini aku memang lebih sering tinggal di kota yang konon masih bertalian darah dengan Jogja. Setidaknya dari wacana sejarah yang sempat kulirik diam-diam, Solo atau Surakarta Hadiningrat ini masih terhitung saudara tua dari Yogyakarta Hadiningrat. Dua keraton besar sisa pemenggalan kolonial Belanda yang akrab di kenal publik sebagai devide et impera alias ‘membagi dan menguasai’ seperti yang lazim dilakukan oleh sesuatu yang menguasai sesuatu yang lain. (haha, rasakan betapa njelimetnya bahasaku).&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Ra, kalau untuk sementara ini aku lebih sering terlihat dan terlibat di Solo, ini bukan sekadar romantisme sejarah untuk membangkitkan lagi kenangan atas sebuah kota yang pernah melahirkan orang-orang sekaliber Rendra dan Sapardi Djoko Damono misalnya. Karena jangan-jangan Rendra maupun Sapardi sendiri tak begitu menganggap perlu untuk menyuntuki romantisme semacam itu. Tapi ini semata pencarian seorang Catur Stanis yang senantiasa memelihara diri dalam ‘kegelisahan nan tak kunjung usai’ itu. Sampai di kalimat yang terakhir itu, bathinku geleng-geleng sendiri sambil berdecak mencibir,”Ah..Lo bisa aja Nis!”&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Dan memang itulah yang selama ini menyalakan semangatku untuk bergerak kewilayah yang seringkali sulit dipahami oleh kawan-kawanku. Mobilitas yang begitu tinggi serta luapan energi yang seolah tiada habis untuk menyuntuki kaum muda yang berkutat diwilayah kesenian khususnya &lt;i&gt;titer&lt;/i&gt; (kata penyempurna dari teater yang kebarat-baratan serta nampak kurang cerdas bagi sebuah kata serapan).&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Aku tidak ingin melulu sekadar memperbandingkan dua kota itu. Yang kulakukan lebih sebagai upaya penemuan kembali jejak yang telah lama hilang akibat kontaminasi yang ditinggalkan oleh kaki menjijikkan sepatu kolonial yang meluluh lantakan tatanan harmoni sebuah peradaban yang konon bernama Mataram.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;1755 adalah awal pemecahan untuk penguasaan itu. Perjanjian Gianti atau sebagian menyebut sebagai Palihan Nagari (Palihan=Pembagian). Ada yang mengartikannya sebagai pembagian menjadi dua atau lebih. Mengingat pada perkembangannya, ulah Belanda itu tidak hanya menghasilkan Mataram yang terpecah menjadi dua, Kasunanan di Surakarta dan Kasultanan di Yogyakarta. Pun juga memunculkan satelit-satelit baru yang bernama Mangkunegaran dan Pakualaman. Sebuah ironi tragis dari sebuah bangsa yang begitu mudah ditelikung oleh strategi licik kaum penjajah. Dan inilah fakta yang tak boleh hanya terhenti sebagai epos semata namun mestinya juga disikapi selayaknya reflektor untuk menyalakan kreativitas masa depan. Seperti ucapan gagah yang sering didengungkan oleh banyak pihak, hanya bangsa yang besar yang bisa memaknai peristiwa sejarah sebagai hikmah.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Lantas hikmah apa yang bisa kita panen untuk masa depan?&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Adalah sebuah pengutuhan Konsepsi Joglo mestinya. Joglo adalah bentuk arsitektural bangunan yang banyak terdapat di daerah Jogja maupun Solo serta tentu saja di seantero Jawa bagian tengah serta beberapa bagian di timur. Tapi Joglo yang kumaksudkan disini adalah konsepsi sikap Jogja-Solo itu sendiri. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Bagiku yang lahir di era paska penjajahan Kolonial yang dilakukan oleh bangsa-bangsa yang merasa dirinya kuat seperti Eropa misalnya, adalah sebuah kekonyolan ketika harus memperbandingkan dan apalagi mempertandingkan hasil budaya dua kota Jogja dan Solo. Bukan pada persoalan kalah menang memang, pun juga bukan perkara siapa mempengaruhi siapa. Aku lebih melihatnya sebagai sebuah keasyikan tersendiri ketika aku harus menjahit kembali tatanan pergaulan yang robek itu.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Ah, sudahlah. Agak berlebihan kurasa mimpi kali ini. Sementara sebentar lagi laju Prameks akan segera berhenti sesaat di Stasiun Lempuyangan, untuk meneruskan perjalanannya sampai pemberhentian terakhir di Stasiun Tugu Yogya. Dan perempuan yang diamdiam memperhatikanku dengan seksama saat kutulis catatan diatas laju Prameks ini pun sebentarsebentar mulai beranjak dari tempat duduknya yang kebetulan tepat didepanku. Seulas senyum kusambar secepat kilat melupakan sejenak bayangan mu Ra, yang entah kenapa selalu saja menguntitku kemanapun ku berlalu.(kumohon bermilyar ampunanmu atas kenakalanku ini, sungguh melupakanmu adalah siksaan terberat bagi hidupku)&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Mungkin sesela waktu nanti kuajak kamu Ra, naik Prameks ini. Sekadar jalanjalan mengunjungi Solo yang membuat bathinku berseri. Tidak seperti Jogja yang kenyamanannya membuat terlena itu. Bukankah dinegerimu yang jauh itu tak terdapat sebilahpun rel kereta api? Kayaknya asyik juga kalau kita pacaran diatas kereta yang melaju &lt;i&gt;wira-wiri&lt;/i&gt; antara Jogja-Solo.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Edited by Catur Stanis in Koto’s Room on 25 September 2008 at 23:30 WIB&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13678147-7869963961510226671?l=caturstanis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://caturstanis.blogspot.com/feeds/7869963961510226671/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13678147&amp;postID=7869963961510226671' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13678147/posts/default/7869963961510226671'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13678147/posts/default/7869963961510226671'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://caturstanis.blogspot.com/2008/09/risalah-risau.html' title='Risalah Risau'/><author><name>si catur yang stanis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13189455304779430985</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://4.bp.blogspot.com/-kbh657p_pUE/Tq-w92mLRRI/AAAAAAAAAgE/APYlH-tkWOM/s220/fotokusexy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13678147.post-3905328689272883921</id><published>2008-06-20T17:16:00.001+07:00</published><updated>2011-06-12T01:21:49.127+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='naskah drama'/><title type='text'>DAGING DALAM KALENG (Retyped edition)</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp0.blogger.com/_uxLxF32MXMA/SF9DPwUcZeI/AAAAAAAAAPw/mnuT5qGgduI/s1600-h/16813935357808l.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5214960831466071522" src="http://bp0.blogger.com/_uxLxF32MXMA/SF9DPwUcZeI/AAAAAAAAAPw/mnuT5qGgduI/s400/16813935357808l.jpg" style="cursor: hand; cursor: pointer; display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAGING DALAM KALENG&lt;br /&gt;(Sebuah Salah Paham)&lt;br /&gt;KARYA SAMUEL BECKETT&lt;br /&gt;ALIHBAHASA :MAX ARIFIN&lt;br /&gt;Di ketik kembali oleh Catur Stanis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dramatic Personae;&lt;br /&gt;1. Stanis, Lelaki buta penggesek biola&lt;br /&gt;2. Antok Agusta, Lelaki lumpuh berkursi roda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Di sudut sebuah jalan.Runtuhan bangunan.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Stanis&lt;/span&gt;, buta, duduk di atas bangku dingklik, menggesek biola tuanya. Di sampingnya ada sebuah peti setengah terbuka dan di atas peti ini ada sejenis mangkok.&lt;br /&gt;Dia berhenti menggesek biolanya, memandang ke kanan, mendengar.-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pause.-&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Stanis. : Sedekahlah untuk orang tua melarat; sedekahlah untuk orang tua melarat.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt; [&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Diam.Dia bermain,berhenti lagi, memandang ke kanan, mendengar. Antok masuk dari kanan di atas kursi roda. Dia berhenti. Tertegun&lt;/span&gt;].&lt;br /&gt;Sedekahlah untuk orang tua melarat.&lt;br /&gt;[&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Pause&lt;/span&gt;].-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.Antok : Musik ! [&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Pause&lt;/span&gt;].Jadi sama sekali bukan impian.Akhirnya ! juga bukan angan-angan; mereka membisu dan aku membisu di depan mereka.[&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dia maju,berhenti,memandang ke dalam mangkok,tanpa emosi&lt;/span&gt;].Orang malang!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Pause&lt;/span&gt;].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang aku bisa kembali,karena misteri itu sudah terungkap .[&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dia kembali memandang kursi rodanya.Berhenti&lt;/span&gt;]. Atau, bagaimana kalau kita bergabung dan hidup bersama,sampai maut datang menjemput.[Pause]. Bagaimana pendapatmu tentang itu,Billy? Boleh aku memanggil kau Billy seperti nama anakku? [Pause].Kau ingin seorang teman, Billy?[Pause] Kau mau makanan kaleng, Billy?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.Stanis : Makanan dalam kaleng? Makanan apa itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.Antok : Daging dalam kaleng,Billy; ya, daging dalam kaleng.Cukup untuk menjaga kesehatan badan dan jiwa sampai musim panas. [Pause]. Tidak? [Pause]. Juga ada beberapa buah kentang,Ya,cuma beberapa pon.[Pause] .Kau suka kentang,Billy?&lt;br /&gt;[Pause] .Malah kita bisa membiarkan kentang-kentang itu bertunas kemudian kita menanamnya.Kita bisa mencobanya.[Pause] Aku memiliki tanahnya dan kau bisa menanamnya.[Pause].Tidak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Pause]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.Stanis : Bagaimana pohon-pohon itu tumbuh?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.Antok : Sulit mengatakannya.Seperti kau ketahui, sekarang ini musim dingin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Pause]&lt;br /&gt;7.Stanis : Sekarang ini siang atau malam?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8.Antok : Oh,…[&lt;span style="font-style: italic;"&gt;memandang ke langit&lt;/span&gt;] sekarang siang, kalau kau mau.Tak ada matahari,tentunya, sebab kalau ada kau tentulah tidak bertanya. [Pause].Dapat kau mengerti apa maksudku? [Pause] Apakah kau masih memiliki kecerdasan tentang dirimu sendiri. Billy, apakah kau memiliki akal budi tentang dirimu ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9.Stanis : Kalau cahaya,bagaimana. Ada ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10.Antok : Ya. [&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Memandang ke langit lagi&lt;/span&gt;]. Ya,cahaya. Tak ada kata yang tepat untuk itu. [Pause]. Boleh aku menjelaskannya padamu ? [Pause]. Boleh aku mencoba memberikan sebuah gagasan tentang cahaya ini ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11.Stanis : Bagiku, kadang-kadang bila aku menghabiskan waktuku di sini di waktu malam, itu berarti memainkan biola tua ini atau mendengar, mengawasi ada orang datang. Aku biasa merasakan bagaimana senja menjelang dan mempersiapkan diri. Aku menyisihkan biola dan mangkok dan berdiri bila ia menuntun aku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Pause].-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12.Antok : Dia ? Dia siapa ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13.Stanis : Dia istriku. [Pause] Seorang wanita. [Pause]. Tapi sekarang……….[Pause]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14.Antok : Sekarang ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15.Stanis : Kapan aku keluar, aku tidak tahu; dan kapan aku tiba di sini aku tidak tahu dan selama aku berada di sini aku tidak tahu, apakah siang atau malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16.Antok : Kau tidak selalu seperti dirimu. Apa yang menguasai kau ? Perempuan?Judi? Atau Tuhan ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17.Stanis : Aku akan selamanya seperti diriku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18.Antok : Mari !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;19.Stanis : [Marah]. Aku akan selamanya seperti diriku,dicekam kegelapan sambil menggesek biola yang menghasilkan nada-nada sumbang menuju ke empat penjuru angin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;20.Antok : [&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Marah&lt;/span&gt;]. Kita mempunyai istri, bukan? Istrimu akan menuntun kau dan istriku akan mendorong kursi roda ini ke luar di waktu malam dan pulang lagi di waktu pagi dan mendorong aku sejauh mungkin bila aku bingung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;21.Stanis : Kau pincang ? [&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tanpa emosi&lt;/span&gt;] Mahluk yang malang !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;22.Antok : Cuma satu masalah: kalau putar ke kanan. Bila tak ada masalah yang satu ini, kupikir aku akan bisa mengelilingi dunia ini dengan cepat. Sampai pada suatu hari ketika aku menyadari aku bisa pulang. [Pause]. Umpama begini. Aku berada di A [ &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ia mendorong dirinya sedikit ke depan lalu berhenti&lt;/span&gt;]. Aku bergerak ke B [&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ia mendorong dirinya ke belakang sedikit, berhenti&lt;/span&gt;]. Dan aku kembali lagi ke A [&lt;span style="font-style: italic;"&gt;dengan penuh kesulitan&lt;/span&gt;]. Garis lurus ! Ruang kosong ! [Pause]. Bisa aku mulai menggerakkan kau ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;23.Stanis : Kadang-kadang aku mendengar langkah-langkah orang mendekat. Atau suara-suara. Aku bilang pada diriku, mereka itu sedang berjalan pulang, beberapa orang memang berjalan pulang, mencoba dan memulai lagi atau sedang mencari seseorang yang mereka tinggalkan di belakang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;24.Antok : Kembali! [Pause] Siapa yang mau kembali ke mari ? [Pause] Padahal kau tidak pernah menyeru ! [ Pause] Berteriaklah ! [Pause]. Tidak ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;25.Stanis : Apakah kau mengamati sesuatu yang tidak ada?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;26.Antok : Oh, aku? Mengamati sesuatu ? Kau tahu, aku duduk di sana, tergeletak di atas kursi, di kegelapan selama 23 jam dalam sehari. [&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Marah&lt;/span&gt;] Apa yang harus kuamati ? [Pause]. Kau pikir kita akan mengadakan semacam perlombaan setelah kau mulai mengenal aku, he ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;27.Stanis : Kau bilang tadi daging dalam kaleng ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;28.Antok : Tepat.Bagaimana kau hidup selama ini? Kau tentulah kelaparan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;29.Stanis. : Di mana mana banyak terdapat sesuatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;30.Antok : Yang dapat dimakan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;31.Stanis : Kadang-kadang.-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;32.Antok : Kenapa tidak kau biarkan saja dirimu mati kelaparan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;33.Stanis : Dalam hidupku aku pernah berbahagia. Suatu hari aku mendapat sedekah berupa buah-buahan sebanyak satu keranjang besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;34.Antok : Tidak !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;35.Stanis : O, ya, cuma satu keranjang kecil penuh buah-buahan di pertengahan jalan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;36.Antok : Oke, baiklah. Tapi kenapa tidak kau biarkan dirimu mati ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;37.Stanis : Aku memang pernah memikirkan hal itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;38.Antok : [&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Mangkel&lt;/span&gt;].Tapi kau toh tidak melakukannya.&lt;br /&gt;39.Stanis : Aku cukup bahagia.[Pause]&lt;br /&gt;Memang aku selalu tidak bahagia, tapi cukup bahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;40.Antok : Tapi kau tentulah setiap harinya akan bertambah tidak bahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;41.Stanis : [&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Marah&lt;/span&gt;].Aku cukup bahagia. [Pause]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;42.Antok : Sekiranya memang kita-kita ini dibuat untuk kepentingan satu sama lain, bagaimana ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;43.Stanis : [&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Gerak gerik yang penuh arti&lt;/span&gt;].Kini, bagaimana semua hal itu tampaknya ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;44.Antok : Oh, aku ? Aku tidak pernah pergi jauh-jauh. Cuma maju-mundur didepan pintu rumahku. Sebelumnya aku tidak pernah ke mari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;45.Stanis : Tapi apakah kau mencari dirimu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;46.Antok : Bukan, bukan begitu !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;47.Stanis : Setelah masa kegelapan itu, kau tidak………&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;48.Antok : [&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Marah&lt;/span&gt;].Bukan?! [Pause]. Tentu, kalau kau mau aku mencari diriku, aku akan melakukannya. Dan akhirnya kau tidak keberatan mendorong kursi rodaku ini, aku akanmencoba melukiskan pemandangan di sekitar kita sementara kita melaju ke depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;49.Stanis : Maksudmu aku akan menuntunmu ? Aku tidak mau tersesat lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;50. Antok : Tentu. Aku akan bilang begini; Hati-hati, Billy, kita sedang menuju ke sebuah tumpukan kotoran yang besar. Mundur sedikit dan belok ke kiri. Itulah kata-kata yang akan kuberikan padamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;51.Stanis : Kau akan bilang begitu ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;52.Antok : [&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tampak puas&lt;/span&gt;] Gampang bukan? Gampang sekali, Billy. Di sana dalam parit aku melihat sebuah kaleng. Mudah mudahan ia berisi sop. Atau mungkin juga sayur kacang buncis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;53.Stanis : Sayur kacang-buncis ! [Pause].-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;54.Antok : Apakah kau mulai menyukai aku ? [Pause]&lt;br /&gt;Atau itu cuma imajinasiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;55.Stanis : Sayur buncis ! [&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ia bangun, mengambil mangkoknya dan manyodorkan ke arah Antok, meminta&lt;/span&gt;]. Di mana engkau ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;56.Antok : Di sini, temanku sayang. [&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Stanis mencoba mendorong kursi roda itu dengan serampangan&lt;/span&gt;]. Berhenti,berhenti !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;57.Stanis : [&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Terus juga mendorong&lt;/span&gt;]. Bukankah ini suatu berkah bagimu? Atau katakanlah semacam hadiah !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;58.Antok : Berhenti ! [&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ia mencondongkan badannya ke belakang. Stanis membiarkan kursi roda itu menggelinding dan melompat ke belakang. Pause. Stanis menggapai –gapai mencari bangku tempat duduknya. Maju.Berhenti, menggapai-gapai lagi. Tidak ditemukan bangku tempat duduknya itu&lt;/span&gt;]. Maafkan aku. [Pause]. Maafkan aku, Billy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;59.Stanis : Di mana aku ? [Pause].Di mana aku tadi ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;60.Antok : Rupanya aku kini kehilangan dia. Padahal ia sudah mulai menyukai aku. Tapi aku mengecewakan dia. Ia akan meninggalkan aku dan aku tidak akan melihat dia lagi. Aku tidak akan melihat siapapun lagi. Kita tidak akan mendengar suara-suara manusia lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;61.Stanis : Apakah kau tidak mendengarnya ? Keluhan dan rintihan yang sama sejak dari buaian ibunda sampai ke kuburan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;62.Antok : [&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Mengerang&lt;/span&gt;].Lakukanlah sesuatu untukku sebelum aku pergi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;63.Stanis : Di sana. Kau bisa dengar ? [Pause].Aku tidak bisa pergi ![Pause].Kau dengar ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;64.Antok : Kau tidak bisa pergi ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;65.Stanis : Aku tidak bisa pergi tanpa alat-alatku ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;66.Antok : Alat-alat apa itu yang menjadi milikmu ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;67.Stanis : Tak ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;68.Antok : Lho,katanya kau tidak bisa pergi tanpa alat-alatmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;69.Stanis : Memang. [&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ia mulai meraba-raba lagi, lalu berhenti&lt;/span&gt;].Akhirnya aku akan mendapatkannya.[Pause].Atau aku tinggalkan saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;70.Antok : Tolong perbaiki selimut pada kakiku. Kakiku terasa sangat dingin.[&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Stanis berhenti&lt;/span&gt;].Bisa saja kulakukan sendiri, tapi akan terlalu lama.[Pause].Lakukanlah untukku, Billy.Sudah itu aku bisa kembali ke sudut yang sepi itu dan di sana aku bilang: aku telah melihat orang untuk terakhir kalinya, aku mengecewakan dia setelah dia sempat menolong aku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Pause]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kutemukan kepingan-kepingan cinta di sudut hatiku dan kematiannya dapat kupadukan dengan jenis diriku.[Pause].Kenapa kau memandang tercengang seperti itu padaku ? [Pause].Apakah aku mengatakan sesuatu yang tidak pantas kukatakan? [Pause].Bagaimana rupa jiwaku?[ &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Stanis berjalan dengan meraba-raba menuju padanya&lt;/span&gt;].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;71.Stanis : Bersuaralah !&lt;br /&gt;[&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Antok mengeluarkan suara. Stanis meraba-raba menuju padanya lagi.Berhenti&lt;/span&gt;].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;72.Antok : Apakah alat penciumanmu sudah tumpul ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;73.Stanis : Dimana-mana cuma tercium bau busuk.&lt;br /&gt;[&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Stanis membuka lebar-lebar tangannya&lt;/span&gt;].Apakah tanganmu tidak bisa menjangkau tanganku? [&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ia berdiri diam,tanpa gerak dengan tangan terbuka ke depan&lt;/span&gt;].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;74.Antok : Sebentar.Kau kan tidak melakukan sesuatu dengan cuma-cuma.[Pause].Kumaksudkan,tanpa syarat.[Pause].Tuhan Maha Pengasih.[Pause.&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ia dapat memegang tangan Stanis dan menarik ke dekatnya&lt;/span&gt;].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;75.Stanis : Kakimu ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;76.Antok : Apa ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;77.Stanis : Kau bilang kakimu !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;78.Antok : Aku cuma tahu kata kaki.[Pause]. Ya ,kakiku,cobalah bungkuskan dengan baik&lt;br /&gt;[&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Stanis membungkuk, meraba-raba&lt;/span&gt;].Berlututlah, dengan berlutut kukira kau akan lebih santai.[&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Antok membantu Stanis untuk berlutut di suatu tempat yang baik&lt;/span&gt;].Ah, di sana !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;79.Stanis : [&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Merasa diganggu&lt;/span&gt;].Biarkan tanganku merabamu.Kau ingin supaya aku membantumu, tapi kau pegang tanganku.&lt;br /&gt;[&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Antok membiarkan tangannya meraba dan ia merasa geli ketika selimut kakinya diraba&lt;/span&gt;].Apakah kau cuma mempunyai satu kaki?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;80.Antok : Memang cuma satu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;81.Stanis : Dan yang satunya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;82.Antok : Membusuk, lalu dipotong.[&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Stanis membungkus kaki yang satu ini&lt;/span&gt;]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;83.Stanis : Sudah cukup?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;84.Antok : Ketatkan sedikit.[&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Stanis melakukannya&lt;/span&gt;].Cekatan sekali tanganmu.&lt;br /&gt;[Pause].-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;85.Stanis : [&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Meraba-raba, menuju perut Antok&lt;/span&gt;].Apakah ini bagian-bagian lainnya ?&lt;br /&gt;86.Antok : Kini kau boleh berdiri dan meminta balas jasamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;87.Stanis : Bagian-bagian lainnya bagaimana ?&lt;br /&gt;88.Antok : Bagian-bagian lainnya memang tidak dipotong, kalau itu yang kau ingin ketahui.[&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tangan Stanis meraba ke atas lagi, meraba wajah Antok&lt;/span&gt;].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;89.Stanis : Ini wajahmu ?&lt;br /&gt;90.Antok : Sumpah, memang itu wajahku.[Pause].Seperti apa kira-kira wajahku itu? [&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Jari-jari Stanis meraba ketempat-tempat lainnya&lt;/span&gt;]. Itu ? Itu namanya kutil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;91.Stanis : Merah ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;92.Antok : Ungu ! [&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Stanis menarik tangannya, tapi tetap berlutut&lt;/span&gt;].Tanganmu memang cekatan ! [Pause]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;93.Stanis : Masih tetap siang ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;94.Antok : Siang ?[&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Memandang ke angkasa&lt;/span&gt;].Terserah kalau kau mau.[&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Memandang&lt;/span&gt;].Memang tak ada kata yang tepat untuk itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;95.Stanis : Kira-kira akan segera malam? [&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Antok membungkukkan badannya pada Stanis dan memegang pundak Stanis&lt;/span&gt;]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;96.Antok : Mari,Billy,berdirilah,kini kau mulai merepotkan aku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;97.Stanis : Apakah akan segera malam ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;98.Antok : [&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Memandang ke langit&lt;/span&gt;].Siang….malam….[&lt;span style="font-style: italic;"&gt;memandang lagi&lt;/span&gt;].kadang-kadang tampak bagiku dunia ini begitu angkuh dan sombong; diberikannya kita siang tanpa matahari, di tengah-tengah jantung musim dingin, di suatu malam yang kelabu.[&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Memegang bahu Stanis lagi&lt;/span&gt;].marilah,Billy, berdirilah, kau kini mulai merintangi aku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;99.Stanis : Apakah dimana-mana tampak rumput ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;100.Antok :Tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;101.Stanis : [&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Gemas&lt;/span&gt;].Tidak tampak hijau di mana-mana ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;102.Antok : Cuma ada sedikit lumut.[Pause.&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Stanis mengelus-elus selimut kaki Antok, lalu meletakkan kepalanya di atas kaki Antok itu&lt;/span&gt;].&lt;br /&gt;Tuhan Maha Pemurah ! Apakah kau tidak akan berdoa ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;103.Stanis : Tidak !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;104.Antok : Atau menangis barangkali ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;105.Stanis :Tidak.[Pause].Aku bisa meletakkan kepala seperti ini untuk selama-lamanya, di atas lutut seorang teman tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;106.Antok : Lutut! [&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Menggoncang-goncangkan badan Stanis dengan keras&lt;/span&gt;].Apakah kau tidak bisa bangun?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;107.Stanis :[&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Membenah dirinya agar lebih nyaman&lt;/span&gt;].Alangkah tenang dan damainya ! [&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Antok menolaknya dengan keras. Stanis jatuh dan bertelokan pada tangannya&lt;/span&gt;]. Dora,istriku sering bilang bila aku tidak cukup memperoleh uang: Kau dan harpamu! Lebih baik kau merangkak ke segenap penjuru dunia dengan medali-medali ayahmu yang kau sematkan di pantat celanamu dan kotak uang bergantungan di lehermu. Kau dan alat musikmu itu! Kau pikir kau ini siapa sih ?&lt;br /&gt;Dan dia membiarkan aku tidur di lantai.[Pause]. Siapakah aku ini ?…….[Pause].Ah, aku tidak mampu menerkanya. [Pause].Lalu dia berdiri. Tidak pernah mampu.[&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ia mulai meraba lagi, mencari tempat duduknya, lalu berhenti dan memasang telinga seperti mendengar sesuatu&lt;/span&gt;].Jika suara-suara itu cukup lama kudengar, maka sebuah harpa dengan satu tali cukuplah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;108.Antok : Harpamu ? [Pause].Macam apakah kiranya harpamu itu ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;109.Stanis : Dulu pernah aku memiliki sebuah harpa kecil.Tapi diamlah, dan biarkan aku mendengar sesuatu.[Pause]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;110.Antok : Berapa lama kau mampu diam seperti itu ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;111. Stanis :Aku bisa berjam-jam mendengar segala macam suara.&lt;br /&gt;[&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Keduanya memasang telinga, mendengar&lt;/span&gt;]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;112.Antok : Suara-suara apakah itu ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;113.Stanis : Aku tidak tahu suara apa itu.&lt;br /&gt;[&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Keduanya memasang telinga lagi.Mendengar&lt;/span&gt;]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;114.Antok :Aku dapat melihatnya.[Pause].Aku dapat…………&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;115.Stanis :[&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Marah&lt;/span&gt;] Apakah kau tidak mau diam ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;116.Antok : Tidak ! [&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Antok melepaskan kepala Stanis yang dipegang dari tadi&lt;/span&gt;].Aku dapat melihat dengan jelas, itu di tempat dudukmu.[Pause]. Bagaimana kalau aku mengambilnya lalu kabur? [Pause]. Eh, Billy, bagaimana tanggapanmu ? [Pause].&lt;br /&gt;Suatu hari nanti, akan ada orang tua yang lain, muncul dari persembunyiannya dan mendapatkan kau sedang membunyikan harmonikamu. Dan kau akan mengatakan padanya, bahwa kau pernah memiliki sebuah biola kecil.[Pause]. Eh, Billy ! [Pause] Atau kau sedang menyanyi. [Pause]Eh ,Billy, bagaimana tanggapanmu ?[Pause]&lt;br /&gt;Dan di sana, ia akan bersiut-siut pada angin musim dingin setelah kehilangan harmonika kecilnya.&lt;br /&gt;[&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ia mendorong Stanis dengan tongkatnya&lt;/span&gt;]. Eh, Billy ?&lt;br /&gt;[&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Stanis berputar, memegang ujung tongkat itu dan merampasnya dari tangan Antok&lt;/span&gt;].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Layar. Layar.-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mataram,6 Februari 1978.&lt;br /&gt;Jogja,24 Juni 2008...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13678147-3905328689272883921?l=caturstanis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://caturstanis.blogspot.com/feeds/3905328689272883921/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13678147&amp;postID=3905328689272883921' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13678147/posts/default/3905328689272883921'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13678147/posts/default/3905328689272883921'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://caturstanis.blogspot.com/2008/06/daging-dalam-kaleng-sebuah-salah-paham.html' title='DAGING DALAM KALENG (Retyped edition)'/><author><name>si catur yang stanis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13189455304779430985</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://4.bp.blogspot.com/-kbh657p_pUE/Tq-w92mLRRI/AAAAAAAAAgE/APYlH-tkWOM/s220/fotokusexy.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_uxLxF32MXMA/SF9DPwUcZeI/AAAAAAAAAPw/mnuT5qGgduI/s72-c/16813935357808l.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13678147.post-3270965691623397877</id><published>2008-06-12T21:57:00.001+07:00</published><updated>2011-06-12T01:23:23.950+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tulisan Anjing'/><title type='text'>Angkatan 88</title><content type='html'>Sebelas Juni...membawa ingatanku terbang ke satu peristiwa di masa silam. Saat itu tahun 1983. Masih SD aku, atau SMP? Ah, tak penting benar. Aku selalu lupa mencatat biografi ku sendiri yang berhubungan dengan sekolah maupun sekolahan. Seperti umumnya warga negara disebuah negeri yang konon meletakkan Pancasila sebagai dasar bagi negaranya, maka pendidikan (mestinya) menjadi prioritas perhatian pemerintah disamping prioritas-prioritas yang lain.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dan akupun sempat sekolah juga waktu itu. Namun bukan ini yang hendak aku torehkan dalam catatanku kali ini. Aku hendak menceritakan tentang peristiwa Gerhana Matahari Total yang terjadi pada tahun 1983 itu..Lima tahun sebelum pada hari dan bulan yang sama ditahun 1988, aku terdaftar sebagai salah satu mahasiswa jurusan teater bersama sekitar 30 an temanteman yang lain. Kebanyakan kami adalah lulusan SMA dan sederajat waktu. Ada yang dari jogja seperti Rubiyanto dan Arief Sujar AN, ada yang dari Jawa Timur seperti Antok Agusta, Jumaali Al Hamra serta Heri Dwi Rudi Prasetyo serta Dwi Pristino Feriyanto. Serta tentunya masih banyak lagi.&lt;br /&gt;Angkatan 88 adalah angkatan keempat dari jurusan teater di ISI Yogyakarta setelah angkatan pertama 85. Dan tahun ini genap 20 tahun usia angkatan ini, tanpa ada tandatanda untuk mengadakan sebuah pertemuan kembali semacam kangenkangenan berlabel reuni, misalnya.&lt;br /&gt;Duapuluh tahun bukanlah waktu yang singkat untuk sebuah pertemanan. Kesibukan mungkin memisahkan jarak diantara kami. Kabar kawankawan yang tak jelas lagi rimbanya. Seperti kita maklumi bersama, dunia kesenian tak ubahnya serupa belantara estetik yang menghasilkan spesies yang tumbuh di koloninya masingmasing. Dan dari sekitar 30an kawan seangkatan tak ada sepertiganya yang masih kadang melintas di ingatan, yang lainnya entah kemana.&lt;br /&gt;Saya pribadi, sebetulnya merindukan untuk bisa berkumpul kembali bersama ketigapuluh kawankawan yang karena tugasnya mungkin sudah menyebar kemanamana. Seperti Dhapy Fajar Rahardjo yang sekarang ada di Palangkaraya. Eri Juliadi di Jakarta. Juga Murtono serta Catur Puja Sulistyawan. Ada Abdul Salam di Lampung, serta Anik yang buka warung brongkos di Jln Letjend Suprapto Jogja. Lalu kemana yang lain? Irno Sukarno Putro, Zulkarnain, Nur Yulianto, Tuti Martini serta yang lainnya. Nyonya Leyloor tentu masih di jogja bersama keluarga tapi bagaimana kabar Sugita misalnya. Tikno masih kudengar berjuang ditanah kelahirannya di Demak, tapi bagaimana dengan Agustinus serta yang lainnya.&lt;br /&gt;Kalo ada diantara pembaca blogku yang tau keberadaan kawankawan angkatan 88 jurusan teater, silahkan kabari aku agar rindu yang mengeram dikalbu ini tak lantas membatu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13678147-3270965691623397877?l=caturstanis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://caturstanis.blogspot.com/feeds/3270965691623397877/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13678147&amp;postID=3270965691623397877' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13678147/posts/default/3270965691623397877'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13678147/posts/default/3270965691623397877'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://caturstanis.blogspot.com/2008/06/angkatan-88.html' title='Angkatan 88'/><author><name>si catur yang stanis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13189455304779430985</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://4.bp.blogspot.com/-kbh657p_pUE/Tq-w92mLRRI/AAAAAAAAAgE/APYlH-tkWOM/s220/fotokusexy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13678147.post-1656012034352888575</id><published>2008-06-06T14:47:00.002+07:00</published><updated>2011-06-12T01:24:30.077+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='nonton film'/><title type='text'>TERPENJARA</title><content type='html'>Joint Film Productions pasca gempa menggandengku untuk sebuah project nekad bikin film dengan budget minimal. Karena aku percaya, idealisme kawankawan muda ini mesti disalurkan maka akupun menyanggupinya.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Inilah salah satu film yang sempat membuat Juri FFI bingung untuk mengkategorikannya..sayangnya tak ada kriteria bagi film nekad di ajang festival film itu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;embed allowfullscreen="true" flashvars="first_video_id=caturstanis:video:3&amp;amp;base_uri=multiply.com&amp;amp;is_owned=1&amp;amp;security=5EHJNBe4IaU6TUhEXjz4oA" height="420" quality="high" src="http://images.multiply.com/multiply/multv.swf" type="application/x-shockwave-flash" width="480" wmode="transparent"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13678147-1656012034352888575?l=caturstanis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://caturstanis.blogspot.com/feeds/1656012034352888575/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13678147&amp;postID=1656012034352888575' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13678147/posts/default/1656012034352888575'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13678147/posts/default/1656012034352888575'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://caturstanis.blogspot.com/2008/06/terpenjara.html' title='TERPENJARA'/><author><name>si catur yang stanis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13189455304779430985</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://4.bp.blogspot.com/-kbh657p_pUE/Tq-w92mLRRI/AAAAAAAAAgE/APYlH-tkWOM/s220/fotokusexy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13678147.post-7599973184261355047</id><published>2008-05-14T10:18:00.002+07:00</published><updated>2011-06-12T01:25:57.940+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='stanisvsdeniro'/><title type='text'>Tunggu Tanggal Mainnya</title><content type='html'>Lupakan perseteruan yang hampir menjadi abadi antara dua orang yang tengah memperebutkan gelar puncak kedahsyatan seni peran (Robert De Niro VS Al Pacino)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang anda saksikan dibawah ini, adalah pertemuan yang bakal dinantikan publik di panggung drama maupun layar sinema kita.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt; Sebelum ada produser yang mempertemukan mereka...silahkan menikmati slide di bawah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;embed align="middle" flashvars="cy=bb&amp;amp;il=1&amp;amp;channel=2233785415188647872&amp;amp;site=widget-c0.slide.com" name="flashticker" quality="high" salign="l" scale="noscale" src="http://widget-c0.slide.com/widgets/slideticker.swf" style="height: 320px; width: 400px;" type="application/x-shockwave-flash" wmode="transparent"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left; width: 400px;"&gt;&lt;a href="http://www.slide.com/pivot?cy=bb&amp;amp;at=un&amp;amp;id=2233785415188647872&amp;amp;map=1" target="_blank"&gt;&lt;img border="0" ismap="ismap" src="http://widget-c0.slide.com/p1/2233785415188647872/bb_t048_v000_s0un_f00/images/xslide1.gif" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://www.slide.com/pivot?cy=bb&amp;amp;at=un&amp;amp;id=2233785415188647872&amp;amp;map=2" target="_blank"&gt;&lt;img border="0" ismap="ismap" src="http://widget-c0.slide.com/p2/2233785415188647872/bb_t048_v000_s0un_f00/images/xslide2.gif" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13678147-7599973184261355047?l=caturstanis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://caturstanis.blogspot.com/feeds/7599973184261355047/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13678147&amp;postID=7599973184261355047' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13678147/posts/default/7599973184261355047'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13678147/posts/default/7599973184261355047'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://caturstanis.blogspot.com/2008/05/check-out-my-slide-show.html' title='Tunggu Tanggal Mainnya'/><author><name>si catur yang stanis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13189455304779430985</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://4.bp.blogspot.com/-kbh657p_pUE/Tq-w92mLRRI/AAAAAAAAAgE/APYlH-tkWOM/s220/fotokusexy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13678147.post-9036430524699649159</id><published>2008-04-11T01:09:00.001+07:00</published><updated>2011-06-12T01:29:04.864+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Story Behind The Song'/><title type='text'>Angie yang telah pergi...</title><content type='html'>&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;Dulu selagi SMA aku punya teman cowok yang begitu tergilagila pada cewek yang bernama Anggiasari. Diapun sering melantunkan lagu Rolling Stones ini untuk meredakan kegelisahan emosionalnya. Saat itu karena sering mendengarnya, akupun jadi ikutan menyukai lagu ini.&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;Beberapa waktu yang lalu aku sempat dekat dengan perempuan yang bernama Anggi dari salah satu kampus di Jogja, maka hariharikupun berlalu lewat lantunan baitbait Rolling Stones diatas.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;Padahal Angie yang di nyanyiin Rolling Stones itu sebenarnya kisah perselingkuhan biasa antara dua orang kawan dengan satu wanita. Sebuah kisah biasa memang, dan itulah istimewanya.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;Perhatikan kalimat, "With no loving in our soul, and no money in our coats" yang bukan saja membuat penabuh drum dari kugiran Rolling Stones terkesiap, pun juga aku yang mendengarnya berulangkali. Barangkali inilah mistery bunyi itu, yang sering memukau dengan caranya yang paling purba.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;Sungguh, cinta dan uang itu jarang bisa bersatu. Kalau saja para pelacur yang menyewakan perabot pribadinya di lokalisasi maupun jalanan itu mengedepankan cinta, tentunya tak ada alasan bagi sebuah transaksi yang berujung pada pembayaran dengan uang untuk sesuatu yang sesungguhnya bisa didapatkan dengan gratis.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;Tapi begitulah kehidupan, senantiasa menyisakan ironi tak kunjung henti...&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;object height="355" width="425"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/-21QK9F1NWc&amp;amp;hl=en"&gt;&lt;param name="wmode" value="transparent"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/-21QK9F1NWc&amp;amp;hl=en" type="application/x-shockwave-flash" wmode="transparent" height="355" width="425"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angie, Angie, when will those clouds all disappear?&lt;br /&gt;Angie, Angie, where will it lead us from here?&lt;br /&gt;With no loving in our souls and no money in our coats&lt;br /&gt;You can't say we're satisfied&lt;br /&gt;But Angie, Angie, you can't say we never tried&lt;br /&gt;Angie, you're beautiful, but ain't it time we said good-bye?&lt;br /&gt;Angie, I still love you, remember all those nights we cried?&lt;br /&gt;All the dreams we held so close seemed to all go up in smoke&lt;br /&gt;Let me whisper in your ear:&lt;br /&gt;Angie, Angie, where will it lead us from here?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh, Angie, don't you weep, all your kisses still taste sweet&lt;br /&gt;I hate that sadness in your eyes&lt;br /&gt;But Angie, Angie, ain't it time we said good-bye?&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;With no loving in our souls and no money in our coats&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;You can't say we're satisfied&lt;br /&gt;But Angie, I still love you, baby&lt;br /&gt;Ev'rywhere I look I see your eyes&lt;br /&gt;There ain't a woman that comes close to you&lt;br /&gt;Come on Baby, dry your eyes&lt;br /&gt;But Angie, Angie, ain't it good to be alive?&lt;br /&gt;Angie, Angie, they can't say we never tried&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13678147-9036430524699649159?l=caturstanis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://caturstanis.blogspot.com/feeds/9036430524699649159/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13678147&amp;postID=9036430524699649159' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13678147/posts/default/9036430524699649159'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13678147/posts/default/9036430524699649159'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://caturstanis.blogspot.com/2008/04/angie-yang-telah-pergi.html' title='Angie yang telah pergi...'/><author><name>si catur yang stanis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13189455304779430985</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://4.bp.blogspot.com/-kbh657p_pUE/Tq-w92mLRRI/AAAAAAAAAgE/APYlH-tkWOM/s220/fotokusexy.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13678147.post-6773482306752368207</id><published>2008-04-10T05:03:00.001+07:00</published><updated>2011-06-12T01:31:20.553+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tulisan Anjing'/><title type='text'>MataMu Makin Ungu Kurasa...</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_uxLxF32MXMA/R_1GxEiCkPI/AAAAAAAAAMo/s2ijJ3coAOE/s1600-h/you-make-bunny-cry.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5187380154644730098" src="http://bp1.blogger.com/_uxLxF32MXMA/R_1GxEiCkPI/AAAAAAAAAMo/s2ijJ3coAOE/s320/you-make-bunny-cry.jpg" style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color: #993399;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color: #993399;"&gt;Kembali dari perjalanan yang tak jelas. Putarputar Jogja dengan Trans Jogja yang adem dan anti tembakau itu. Selalu saja kutemukan sesuatu yang baru, seperti sore itu. Saat aku bertemu dengan dua ABG dari Semarang yang konon mau pulang namun kehabisan ongkos. Sekalipun aku bukan orang yang kayakaya banget tapi naluri sebagai manusia yang pernah hidup dalam himpitan keadaan yang menjepit, aku terdorong niat untuk berbagi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color: #993399;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color: #993399;"&gt;Malam itu Terminal Giwangan sepi. Tak ada lagi bis jurusan Semarang. Kecuali mau ngebelabelain untuk nongkrong di ruang tunggu sampai pukul empat pagi menjelang. Sementara dua gadis itu merengek pengen segera pulang. Sungguh, hanya satu keinginan berbagi itulah aku mengantar mereka dengan taksi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color: #993399;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color: #993399;"&gt;Sampai di adegan itu, engkau bisa saja menyangka aku berlebihan uang hingga maumaunya ngeluarin duit Rp 350.000 buat ongkos jalan kami bertiga ke Semarang. Tapi ingin kuteriakkan dengan lirih pada semesta, sesungguhnya akupun tiada memiliki uang berlebih. Mungkin serupa cinta. Tapi tentunya bukan cinta yang berlabelkan asmara mudamudi. Ini semacam cinta yang lebih luhur maqamnya. Serupa cinta para awlia melihat saudaranya kebingungan di kota yang makin lama makin membingungkan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color: #993399;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color: #993399;"&gt;Yang kubayangkan adalah kegilaan, bila membiarkan mereka berdua dalam kebingungan di terminal yang tidak bisa dibilang ramah itu. Sungguh aku hanya ingin berbagi. Bahkan aku tak sanggup memakai kata "menolong" untuk perkara ini. Alangkah sombongnya diriku yang mengira bisa menolong, karena sesungguhnya dirikupun masih banyak membutuhkan pertolongan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color: #993399;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color: #993399;"&gt;Kalau kuguratkan catatan ini, bukan maksudku untuk menepiskan ikhlas. Namun lebih sebagai semacam rambu agar kita lebih hatihati. Tidak jarang, maksud baik belum tentu diterima sebagai kebaikan itu sendiri. Dan aku (semoga Tuhan menganggukkan kepalaNya), cukup mempersiapkan diri untuk tikaman kesakitan yang harus kucecap berulangkali. Seorang kawan dalam perjalanan menasihatiku, "ini sekadar ujian bagi keikhlasan". Dan aku sangat menerima statement tersebut. Sebab bagiku yang utama, niatku untuk mengantarkan mereka pulang ke kotanya sudah terlaksana.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color: #993399;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color: #993399;"&gt;Bisa jadi ini adalah catatan paling remehtemeh yang kalian liat dalam blogku. Dan untuk itu, kumohonkan maaf sebesarbesarnya pada kalian semua yang sempat mengintip catatan ini. Aku lantas jadi ingat kisah klasik tentang seorang pemuda tampan yang kerjaannya seharihari cuman duduk bengong ditepi sebuah danau sembari mengagumi ketampanannya sendiri. (Tentu tanpa kuberitahu kalian sudah sangat hapal dengan legenda Narcisus itu). Yang membuatku takjub dari kisah Narcisus itu bisa jadi berbeda dengan yang dirasakan oleh para bidadari yang menangisi kematian Sang Narcisus. Yang membuatku takjub adalah perubahan yang terjadi pada rasa air kolam itu yang berubah menjadi asin air mata setelah kematian si Narcisus. Apakah Sang kolam merasa kehilangan Narcisus? Ternyata bukan. Dia, kolam itu menangis karena tak bisa lagi melihat keindahannya sendiri yang terpantul dari mata bening si Narcisus. Jadi sesungguhnya siapa mengagumi siapa? Pertanyaan yang belum sempat terjawab setelah melampaui sekian dekade helaan waktu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color: #993399;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color: #993399;"&gt;Dan aku, (saya sering protes kalo aku senantiasa memanjakan aku) tak lebih serupa kalian juga kawankawan. Yang kadang hanyut oleh sesuatu yang sederhana dan bodoh. Aku yang sempat belajar akting sekian lama ternyata mudah saja dikibuli oleh akting murahan dari dua remaja yang baru saja mengenal dunia. Apakah sedemikian siasianya hidupku ini? Aih, kalau saja aku tak ingat belaian tangan Mursyidku yang membisiku dalam dekap hangatNya, "Nrimo adalah satusatunya obat mujarab yang mesti segera ku tenggak".&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color: #993399;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color: #993399;"&gt;Terimakasih Guru. Untuk itu aku mesti belajar berjalan kembali. Meniti batas alfabeta agar sampai pada alifbata berikutnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color: #993399;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color: #993399;"&gt;Sampai pada alinea tersebut tak terasa embun merabunkan kaca di mataku. Bukan karena ngantuk ternyata. Namun sekadar tetesan air, yang entah bagaimana mekanismenya, begitu saja nongol membasahi pipi dan meluncur terus menderas di tuts keyboard laptopku. Aku merasa jadi begitu cengeng dan sepele.Hehehehe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun kadang manusia berencana DIA sendiri yang maha menguasai segenap kehendak yang menentukan segalanya. Entah sengaja atau tidak, salah satu dari ABG itu sempat meminjam hapeku dan menghubungi seseorang yang menurut penuturannya adalah kakak sepupunya di kota Semarang. Yang untungnya masih tersimpan di memory hapeku. Orang yang dihubungi itu punya nomor 085640688875, berjenis kelamin perempuan dan suaranya hampirhampir mirip dengan salah satu dari dua abg itu. Soal nama tidaklah begitu penting benar, karena setiap orang bisa mengaku sebagai apapun dan atau siapapun. Yang pasti, setelah nomor tersebut kuhubungi, orang diseberang sana bukannya bersikap kooperatif untuk menyelesaikan masalah namun justru berlaku naif untuk membingungkan diriku. Aku juga tak tau, apakah setelah ini, nomor itu masih diaktivkan atau dia akan buang kartunya untuk diganti nomor lain, sebagaimana lazimnya kebiasaan orangorang di negeri ini untuk gontaganti nomor. Itu hak dia dan silahkan saja. Setidaknya aku makin mengerti, bahwa kadang kekonyolan itu menjadi sedemikian penuh makna.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color: #993399;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13678147-6773482306752368207?l=caturstanis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://caturstanis.blogspot.com/feeds/6773482306752368207/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13678147&amp;postID=6773482306752368207' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13678147/posts/default/6773482306752368207'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13678147/posts/default/6773482306752368207'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://caturstanis.blogspot.com/2008/04/matamu-makin-ungu-kurasa.html' title='MataMu Makin Ungu Kurasa...'/><author><name>si catur yang stanis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13189455304779430985</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://4.bp.blogspot.com/-kbh657p_pUE/Tq-w92mLRRI/AAAAAAAAAgE/APYlH-tkWOM/s220/fotokusexy.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_uxLxF32MXMA/R_1GxEiCkPI/AAAAAAAAAMo/s2ijJ3coAOE/s72-c/you-make-bunny-cry.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13678147.post-5327942912459766446</id><published>2008-04-07T15:25:00.001+07:00</published><updated>2008-04-07T15:54:59.174+07:00</updated><title type='text'>Ladies and gentleman...inilah...CATUR STANIS!!!</title><content type='html'>&lt;div&gt;&lt;embed src="http://widget-df.slide.com/widgets/slideticker.swf" type="application/x-shockwave-flash" quality="high" scale="noscale" salign="l" wmode="transparent" flashvars="cy=bb&amp;amp;il=1&amp;amp;channel=1729382256918262751&amp;amp;site=widget-df.slide.com" style="width: 400px; height: 320px;" name="flashticker" align="middle"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;div style="width: 400px; text-align: left;"&gt;&lt;a href="http://www.slide.com/pivot?cy=bb&amp;amp;at=un&amp;amp;id=1729382256918262751&amp;amp;map=1" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://widget-df.slide.com/p1/1729382256918262751/bb_t063_v000_s0un_f00/images/xslide1.gif" ismap="ismap" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://www.slide.com/pivot?cy=bb&amp;amp;at=un&amp;amp;id=1729382256918262751&amp;amp;map=2" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://widget-df.slide.com/p2/1729382256918262751/bb_t063_v000_s0un_f00/images/xslide2.gif" ismap="ismap" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13678147-5327942912459766446?l=caturstanis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://caturstanis.blogspot.com/feeds/5327942912459766446/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13678147&amp;postID=5327942912459766446' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13678147/posts/default/5327942912459766446'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13678147/posts/default/5327942912459766446'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://caturstanis.blogspot.com/2008/04/check-out-my-slide-show.html' title='Ladies and gentleman...inilah...CATUR STANIS!!!'/><author><name>si catur yang stanis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13189455304779430985</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://4.bp.blogspot.com/-kbh657p_pUE/Tq-w92mLRRI/AAAAAAAAAgE/APYlH-tkWOM/s220/fotokusexy.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13678147.post-7734138772951620291</id><published>2008-04-02T10:11:00.001+07:00</published><updated>2011-06-12T01:33:33.202+07:00</updated><title type='text'>cerita biasa</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_uxLxF32MXMA/R_L9Bbncg_I/AAAAAAAAALw/IUO2jbJMwB8/s1600-h/sex_positions_woman_on_top.JPG" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5184484322091762674" src="http://bp1.blogger.com/_uxLxF32MXMA/R_L9Bbncg_I/AAAAAAAAALw/IUO2jbJMwB8/s320/sex_positions_woman_on_top.JPG" style="cursor: pointer; display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jogja barusan bangun tidur saat kucium bibirnya yang basah oleh embun pagi ini. Dan kuda besi itu membawaku kembali ke kota tua yang tak jenak untuk berlamalama kutinggalkan. Kemaren aku masih di Jakarta, mengantar keberangkatan sepasang pejuang yang berangkat mengikuti panggilan umrah, dan hari ini aku telah kembali disini, di kotamu yang indah.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Siang membawaku dalam dekapan hangat Yati. seperti malammalam yang panjang.Hanya menyisakan rintih setelah orgasme nan takkunjung padam itu. Kali ini kami bermain lagi, bukan pada persoalan kalah dan menang namun lebih sekadar sebuah pemuasan atas hasrat purba yang tertunda.&lt;br /&gt;Hampir saja kamimengakhirinya dengan pertengkaran kecil diujung pertempuran sederhana itu. Tentang siapa yang lebih dahulu keluar, pun juga tentang lenguhan yang terdengar ganjil. Ah, masih adakah yang menarik dari persenggamaan tanpa cinta ini? Kecuali berlomba lari untuk sampai di finish dan lantas menyadari saat semuanya telah berkubang dalam lengket yang anyir itu. Lukakah itu? Atau kenikmatan yang lain, entahlah.&lt;br /&gt;Tubuh itu masih juga tubuh yang sama yang kunikmati beberapa saat lewat, tapi entahlah kini yang kurasakan hanyalah pengulangan tanpa gairah. Telanjur rutin dan kehilangan sentuhan misteriusnya.&lt;br /&gt;Setelah ini, apa menariknya sebuah persuami istrian?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13678147-7734138772951620291?l=caturstanis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://caturstanis.blogspot.com/feeds/7734138772951620291/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13678147&amp;postID=7734138772951620291' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13678147/posts/default/7734138772951620291'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13678147/posts/default/7734138772951620291'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://caturstanis.blogspot.com/2008/04/cerita-biasa.html' title='cerita biasa'/><author><name>si catur yang stanis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13189455304779430985</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://4.bp.blogspot.com/-kbh657p_pUE/Tq-w92mLRRI/AAAAAAAAAgE/APYlH-tkWOM/s220/fotokusexy.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_uxLxF32MXMA/R_L9Bbncg_I/AAAAAAAAALw/IUO2jbJMwB8/s72-c/sex_positions_woman_on_top.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13678147.post-6101691378733844193</id><published>2008-03-14T02:59:00.001+07:00</published><updated>2011-06-12T01:35:05.915+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='catatan peristiwa'/><title type='text'>Obituary</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_uxLxF32MXMA/R9mPFy5jATI/AAAAAAAAAK4/RbSZOOmBebw/s1600-h/FuneralFacts_01.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5177326576364355890" src="http://bp1.blogger.com/_uxLxF32MXMA/R9mPFy5jATI/AAAAAAAAAK4/RbSZOOmBebw/s320/FuneralFacts_01.jpg" style="cursor: pointer; display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Harihari belakangan ini betapa ritual kematian menjadi serupa rutinitas disekitarku. Tanggal 11 maret lalu, seorang kawan mati di seturan setelah menabrak pohon sepulang dari kafe. 13 maret kemarin kawan yang lain juga dipanggil menghadap keharibaan Ilahi setelah berjuang melawan penyakitnya yang tak tertanggulangi. aku mencium bau hangatnya air mata cinta yang bergulir pelan disesela mata dokter tua itu. Bahkan genggamannya yang gemetar seperti menancapkan sesuatu di ceruk bathinku. aku hanya bisa terdiam.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Saat melayat di Tambakboyo siang itu. kusempatkan diri menengok pusara ibu, bapak serta kakak perempuanku yang berbaring tenang di kompleks pekuburan tak jauh dari perumnas Condongcatur Yogya.&lt;br /&gt;Hanya seutas doa dan beberapa kuntum bunga seadanya yang kutemukan disana sempat kusematkan di mahkota pusara mereka. Semoga kedamaian senantiasa tercipta bagi yang kucinta dan kini bersemayam di alam yang berbeda.&lt;br /&gt;Mengingat mereka, aku jadi teringat pula, pada saatnya nanti akupun akan menyusul seperti mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2 juli 1996, adalah hari dimana bapakku yang renta. Yang telah menghabiskan hampir seluruh hidupnya untuk bekerja, kembali ke hadiratNya. Siang yang panas dan air mata yang mulai mengering. Tak ada kata perpisahan kecuali sesungging senyuman bagi buah keikhlasan dalam pelepasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;25 desember 1999, ibuku menyusulnya ke alam sana. Guyuran hujan siang itu tak mampu meredakan amuk batinku yang rusuh. Aku seperti disundut kenyataan bahwa segala yang indah tiada pernah abadi. Aku meluberkan air di mata kala itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian 27 oktober 2002, adalah saat bagiku untuk mengucapkan sayonara bagi kakak tercinta, yang telah cukup lama menelan penderitaan dalam hidupnya. Aku hampir yakin dia cukup bahagia disana sebagaimana kakak perempuanku yang lebih dulu meninggalkan hingar dunia di 6 november 1988 (Lima bulan setelah aku kuliah dan empat hari menjelang peringatan detikdetik nongolku di dunia).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, saat kuguratkan catatan ini, aroma kematian masih saja tercium begitu kuat disekelilingku, menguntit siang malamku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13678147-6101691378733844193?l=caturstanis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://caturstanis.blogspot.com/feeds/6101691378733844193/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13678147&amp;postID=6101691378733844193' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13678147/posts/default/6101691378733844193'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13678147/posts/default/6101691378733844193'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://caturstanis.blogspot.com/2008/03/obituary.html' title='Obituary'/><author><name>si catur yang stanis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13189455304779430985</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://4.bp.blogspot.com/-kbh657p_pUE/Tq-w92mLRRI/AAAAAAAAAgE/APYlH-tkWOM/s220/fotokusexy.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_uxLxF32MXMA/R9mPFy5jATI/AAAAAAAAAK4/RbSZOOmBebw/s72-c/FuneralFacts_01.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13678147.post-3300752042475077786</id><published>2008-03-07T12:31:00.001+07:00</published><updated>2011-06-12T01:37:10.242+07:00</updated><title type='text'>DR Humoris Causa</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_uxLxF32MXMA/R9mSjy5jAWI/AAAAAAAAALQ/Vr6fk9K_eE0/s1600-h/Errazkinmapamundi.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5177330390295314786" src="http://bp1.blogger.com/_uxLxF32MXMA/R9mSjy5jAWI/AAAAAAAAALQ/Vr6fk9K_eE0/s320/Errazkinmapamundi.jpg" style="cursor: pointer; display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terimakasih kepada kesempatan yang telah mengantarku sampai ke Kantin Bu Bambang di sebelah selatan kampus ISI. Hampir setahun lebih aku tak mengunjungi tempat ini. &lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Terakhir sekitar januari 2007 saat Cuwie dan Yayan berkolaborasi mementaskan '&lt;span style="font-style: italic;"&gt;sahabat terbaik&lt;/span&gt;'nya James Saunders di Auditorium Jurusan Teater FSP ISI Jogja. Segelas cofeemix hangat serta pertemuan kecil dengan kawankawan yang kebetulan bersamaan mampir di tempat itu. Ada Mijil yang lagi nunggu peserta Festival, Nanik yang mungil, Wawan serta Ali pun tak ketinggalan sejumlah figur yang sekilas lewat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam nya nonton pertunjukan sembari meraih door prize berujud tempat sendok dan garpu yang di sangka sebagai blender oleh MCnya. Betul-betul aku merasakan kebahagiaan yang luar biasa malam itu. Kembali ke panggung bermandi cahaya lampu serta meraih prestasi memenangkan doorprize yang luar biasa.&lt;br /&gt;Secara psikologis, aku lebih bahagia daripada sekadar mendapatkan gelar doktor honoris causa. Tapi kurasa jurusan teater belum begitu sinting untuk mempertimbangkan pemberian gelar seperti itu buatku. Mungkin cukuplah dengan gelar humoris causa bagiku,huhuhu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pulang dari sewon mampir Angkringan seorang kawan serta mencicipi tongseng kuda di Prawirotaman. Inilah kebahagiaan yang lain itu. Cukup lama aku menunggu kesempatan bisa menikmati daging kuda, akhirnya di 6 maret yang bebarengan dengan ultah TEMPO itulah aku berhasil mewujudkannya.&lt;br /&gt;Aku teringat kembali cover pertama majalah TEMPO terbitan 6 Maret 1971 dengan laporan utamanya seputar kejuaraan dunia bulutangkis itu. "Kraak di Senayan" begitulah bunyinya. Selamat untuk TEMPO dariku pembaca setiamu sejak tuju satu!Hehehe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sempat mampir ke satu tempat buat nonton GRnya teater Gandrik. Ketemu kawankawan yang lama tak bersua, ada Jemek, Edo, Samuel Indratmo, Tomon, Buthet, Heru Kesawa Murti, Jujuk Prabowo, Jadhuk, Whani, Purwanto, Si Ong, Agus Noor serta masih buanyak lagi. Ada yang bilang, kalo nggak ada peristiwa Gandrik, tentu Catur Stanis tak akan sudi menginjakkan kakinya di TBY lagi. &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Benar nggaknya asumsi ini, kita lihat saja nanti.&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13678147-3300752042475077786?l=caturstanis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://caturstanis.blogspot.com/feeds/3300752042475077786/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13678147&amp;postID=3300752042475077786' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13678147/posts/default/3300752042475077786'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13678147/posts/default/3300752042475077786'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://caturstanis.blogspot.com/2008/03/dr-humoris-causa.html' title='DR Humoris Causa'/><author><name>si catur yang stanis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13189455304779430985</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://4.bp.blogspot.com/-kbh657p_pUE/Tq-w92mLRRI/AAAAAAAAAgE/APYlH-tkWOM/s220/fotokusexy.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_uxLxF32MXMA/R9mSjy5jAWI/AAAAAAAAALQ/Vr6fk9K_eE0/s72-c/Errazkinmapamundi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13678147.post-1119779822856627088</id><published>2008-02-18T11:41:00.001+07:00</published><updated>2011-06-12T01:38:42.853+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ngobrolin teater'/><title type='text'>HRR! Basuki Mawa Bea</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp0.blogger.com/_uxLxF32MXMA/R9mRDi5jAVI/AAAAAAAAALI/-MPM-8NHgwU/s1600-h/poster+hr%21jpeg.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5177328736732905810" src="http://bp0.blogger.com/_uxLxF32MXMA/R9mRDi5jAVI/AAAAAAAAALI/-MPM-8NHgwU/s320/poster+hr%21jpeg.jpg" style="cursor: pointer; display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: georgia; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: georgia; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Membaca kembali pertunjukan teater dari Studio Teater PPPPTK Seni dan Budaya(d/h:PPPG Kesenian&lt;/span&gt;) Yogyakarta yang dipergelarkan di auditoriumnya yang megah di dusun Klidon, Besi, Ngaglik Sleman Yogyakarta (Jalan Kaliurang KM 13,5) malam jum’at tanggal 1 november 2007, pukul 20.00 waktu setempat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt; Kali ini mengetengahkan sebuah lakon yang bertajuk HRR! Karya Eko Ompong yang sekaligus juga bertindak sebagai sutradara dalam pertunjukan kali ini. Adapun para pendukung pergelaran ini diantaranya adalah Andi Pepok, Andri Surawan, Wawan Kondo, Moh Shodiq serta perempuan Australia yang tengah mukim di Sleman, Annie Sloman. Bertindak selaku assisten sutradara sekaligus piñata cahaya adalah Putut Buchori AM. Penata Busana Heru Subagiyo dan Sindhu. Musik oleh Irfaq BA dan Wawan Kris. Bertindak sebagai penyelia pertunjukan ini, Whani Darmawan dan Sardjana SH.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: georgia; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Pertunjukan yang berdurasi sekitar 50 menit ini menawarkan tema utama seputar dolanan (permainan) anak-anak yang diperkuat dengan gestikulasi serta estetika tubuh para aktornya. Serupa yang lazim dalam permainan akrobat dan ketangkasan lainnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: georgia; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Muncul dari kegelapan, empat sosok yang mengenakan t-shirt putih dengan celana &lt;span style="font-style: italic;"&gt;tight&lt;/span&gt; warna gelap serta asesoris rumbai-rumbai menghias pinggangnya. Sementara muka mereka dibaluri bedak sebagaimana biasa kita saksikan dalam pantomime serta dandanan rambut mereka yang bergaya Mohawk.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: georgia; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Pilihan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;colouring&lt;/span&gt; lampu pada stat general justru menguatkan aksentuasi warna-warni yang ada disekujur tubuh mereka. Semangat keriangan serta ceria mewarnai pengadeganan ini. Sangat pas dengan karakteristik anak-anak sebagaimana yang dimaksudkan oleh naskah lakon mereka kali ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: georgia; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Inilah dunia permainan kanak-kanak yang segar, spontan serta tak jarang memunculkan kecerdasan tak terduga dan seringkali tak terbayangkan oleh orang tua atau siapa saja yang merasa dirinya tua. Kita seringkali terpana oleh kecerdasan yang datangnya dari mereka yang selama ini kita sangka sekadar hanya kanak-kanak.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: georgia; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Saya lebih dari percaya, bahwa melalui proses ini, para aktor bukan saja menemukan keasyikan berproses. Pun juga semoga mereka mendapatkan semacam tabungan artistik bagi perjalanan keaktoran mereka dikemudian hari. Apalagi kalo mereka peka memulungnya akan mendapatkan sesuatu yang berharga bagi sisi kemanusiaan mereka.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: georgia; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Saya seperti diingatkan kembali untuk menoleh kebelakang saat masih menjadi actor dulu, pun juga saat saya melakukan aktivitas penanaman nilai disejumlah teater berbasis kampus di jogja dulu, saya selalu memesankan satu hal : Ruang berbagi untuk meleburkan egosentrisme dengan kekuatan kekitaan. Dan melalui HRR! Inilah para aktor dituntut untuk bisa meruang dalam frame berpikir semacam itu. Bukan semata pada kejenialan individu melainkan lebih pada kematangan kebersamaan. Begitulah dunia kanak-kanak dengan permainannya, mengajari kita yang kadang sok dewasa ini dengan sesuatu yang luar biasa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: georgia; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Dan sayapun lantas ingat pada pepatah warisan leluhur, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Hrr! Basuki mawa bea&lt;/span&gt;. Tentu saja kalo kita sepakat bahwa &lt;span style="font-style: italic;"&gt;bea&lt;/span&gt; disitu tidak harus disama sepadankan dengan materi semata. Apalagi kalau kita mampu memungut sisi immateri dari teater yang tak terbantahkan itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: georgia; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Saya berharap, melalui pertunjukan semacam ini, bukan hanya penonton yang pulang dengan berbekal buah permenungan pun juga para pelakunya termasuk aktor dan siapa saja yang terlibat dalam pertunjukan ini bisa juga memperoleh anugerah tak ternilai yang bertitel : “penyadaran atas diri yang Manusia”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: georgia; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Demikian dari saya, sampai jumpa di pertunjukan berikutnya. Special buat Annie Sloman, semoga ada lain waktu untuk me‘review‘nya. :)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13678147-1119779822856627088?l=caturstanis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://caturstanis.blogspot.com/feeds/1119779822856627088/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13678147&amp;postID=1119779822856627088' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13678147/posts/default/1119779822856627088'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13678147/posts/default/1119779822856627088'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://caturstanis.blogspot.com/2008/02/hrr-basuki-mawa-bea.html' title='HRR! Basuki Mawa Bea'/><author><name>si catur yang stanis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13189455304779430985</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://4.bp.blogspot.com/-kbh657p_pUE/Tq-w92mLRRI/AAAAAAAAAgE/APYlH-tkWOM/s220/fotokusexy.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_uxLxF32MXMA/R9mRDi5jAVI/AAAAAAAAALI/-MPM-8NHgwU/s72-c/poster+hr%21jpeg.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13678147.post-2835809683156732783</id><published>2008-02-18T05:14:00.001+07:00</published><updated>2011-06-12T01:40:08.413+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='jalanjalan'/><title type='text'>Ngobrolin PARTY di Pink ReTro Yogya</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp0.blogger.com/_uxLxF32MXMA/R9mTXi5jAXI/AAAAAAAAALY/brUDQuYqHnw/s1600-h/ist2_3391918_pink_lily.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5177331279353545074" src="http://bp0.blogger.com/_uxLxF32MXMA/R9mTXi5jAXI/AAAAAAAAALY/brUDQuYqHnw/s320/ist2_3391918_pink_lily.jpg" style="cursor: pointer; display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;&lt;br /&gt;Beberapa saat lewat usai meluncurkan PARTY di Pink ReTro Jl Gedawan Yogya. Dengan ditemani secangkir kopi dan kentang goreng serta sebungkus Marlboro, Catur Stanis menerima kedatangan reporter majalah sastra dan budaya &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;HORAISIN&lt;/span&gt; serta terlibat dalam perbincangan hangat saat malam menanti pagi.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt; Catur Stanis (untuk selanjutnya kita sebut sebagaiCS,&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;RED&lt;/span&gt;) dan penanya (enaknya disingkat P aja ya,&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;RED&lt;/span&gt;).Berikut petikan dialog mereka sembari menanti hujan reda.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;P : Selamat Malam&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;CS : Malam&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;P : Bisakah anda ceritakan tentang PARTY ini?&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;CS : Party adalah sebuah perkumpulan. Ajang kumpulkumpul yang bisa diikuti siapa saja yang mengira dirinya orang teater&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;P : Maaf, kenapa anda menggunakan istilah "mengira?"&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;CS : (A&lt;span style="font-style: italic;"&gt;gak Dongkol Sedikit&lt;/span&gt;) Apa salahnya dengan "mengira"? Bukankah setiap kita sering melakukan hal ini. Kita mengira diri kita umat manusia padahal kita baru belajar menjadi manusia. Kita mengira diri kita waras padahal tak ditemukan alat bukti dalam diri kita yang menunjukkan kewarasan itu. Kita mengira diri kita baik dan benar, padahal belum tentu. Serta tentu masih banyak lagi.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;P : Kembali ke PARTY, kenapa anda memilih akronim serupa ini? Berkesan mainmain dan tidak nampak serius.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;CS : Biarin saja. Memang dunia ini sendau gurau dan mainmain belaka..hahhaha Kalau yang ini tentu kalimat dari Tuhan saya lho yang saya kutip dari kitabNya. Maka biarlah PARTY bermula dari mainmain menuju kesungguhan. Akan lebih naif dan konyol, saya rasa apabila diawali dengan kesungguhan namun hasilnya justru mainmain.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;P : Sama seperti waktu anda kuliah dulu ya?&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;CS : (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Agak Kaget&lt;/span&gt;) Apa?&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;P : Anda mengawali perkuliahan dengan sungguhsungguh kemudian lantas...&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;Belum selesai wartawan itu dengan kalimatnya, Catur Stanis memotongnya dengan anggun,&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;CS : Itu persepsi awam! Dan awam senantiasa melihat dalam perspektif buram. Kalo saya berhak menggunakan hak jawab saya, saya akan mengatakan kepada anda dan orangorang yang berpikir seperti anda dengan kalimat; "&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Saya memulai segalanya dengan sungguhsungguh dan mengakhirinya dengan bukan main!&lt;/span&gt;"&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;P : Tapi kenapa masyarakat kita cenderung menilai Anda sebagai pribadi yang tak begitu serius menjalani hidup anda?&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;CS : (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sembari tersenyum muanis&lt;/span&gt;) Ah, tahu apa masyarakat dengan diri saya. Mereka serupa menggunakan kacamata kuda untuk meneropong sisi kepribadian saya yang semestinya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;kudu&lt;/span&gt; dilihat dalam kebeningan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;mikroskoptik&lt;/span&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;P : Kalo begitu anda sedang memulai konflik dengan masyarakat donk.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;CS : Nanti dulu, masyarakat yang seperti apa dulu. Saya rasa terlalu bodoh untuk mengibarkan bendera konflik dengan siapapun yang kebetulan berbeda pilihan sikap dengan kita. makanya saya bangun PARTY dengan sistem keanggotaan yang cukup fleksibel tanpa ikatan AD/ART maupun aturan main dalam kertas lainnya. Itu semata demi menghindarkan diri dari kemungkinan konflik yang tak begitu perlu itu. Saya tidak akan memaksa siapapun untuk harus bergabung. siapa mau bergabung ayo, ngga juga ngga masyalah...&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;P : Lantas kenapa harus ada PARTY?&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;CS : Kenapa harus tidak ada?&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;P : Anda tidak menjawab pertanyaan saya&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;CS : Saya akan menjawabnya seandainya ada alasan cerdas dari pertanyaan anda. Dan saya berhak diam untuk pertanyaan yang tak berkwalitas seperti pertanyaan anda barusan,&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;P : Oke, baiklah. Kalo begitu apa reaksi anda menghadapi mereka yang memandang sinis akan kehadiran PARTY?&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;CS : Biarin aja. saya kira sikap saya akan sama dengan sikap saya saat menghadapi siapa saja yang memandang sinis kehadiran saya dimuka bumi ini. Minimal saya akan menghibur diri saya dengan meyakinkan pada diri saya sendiri semoga saya masih tercatat sebagai anggota manusia.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;P : Kalo begitu anda masih juga ingin diakui donk oleh mereka.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;CS : Mereka yang mana? Mereka yang memandang dengan segenap bening jiwa atau mereka yang menatap nanar dan melihat samar karena tertutupi cawet bosok dibathinnya?&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;P : Cawet Bosok? (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kaget dan hampir saja menahan tawa&lt;/span&gt;)&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;CS : Mungkin seperti itu.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;setelah melewati saatsaat yang menegangkan, kehadiran nyonya rumah lumayan menyegarkan&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;P : Apa citacita anda bersama PARTY?&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;CS : Saya mengandaikan sebuah tata pergaulan teater yang manusiawi. Bagaimanapun aktor bukan sekadar robot yang digerakkan oleh sutradara. Dan sutradara tidak harus memiliki otoritas melampaui kuasa Tuhan. Bagaimanapun juga mereka tetap manusia dan seyogyanya diperlakukan secara manusiawi.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;P : Padahal anda sendiri termasuk korban dari sistem yang tak manusiawi itu&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;CS : Saya tidak pernah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;mengiRa&lt;/span&gt; diri saya sebagai korban. Saya hanya mencoba menjalani hidup apa adanya, selaras dengan alam dan Tuhan sebagai pemegang otoritas tertinggi disetiap gerak langkah ucapan pikiran dan perbuatan saya. Kalo lantas kemudian ada benturan, saya akan mencari celah keluar dari konflik untuk mengambil jalan pintas yang terbaik buat siapa saja, bukan saja buat saya atau mereka tapi tentunya buat semuanya dimana saja, kapan saja.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;P : Kalo begitu anda akan terus berlari mengejar bayangan ilusi.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;CS : Lebih terdengar seperti lagunya Anggun C Sasmi saya kira nada pertanyaan anda, Dan karena bagi saya ini sekadar retorik ya, silahkan diminum dulu kopinya nanti keburu dingin lho.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;P : Anda memang cukup piawai dalam menghindar serta meloloskan diri dari jebakan pertanyaan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;CS : Terimakasih, dan sorry saya tak biasa menerima pujian. Karena kebiasaan orang selama ini hanya senang memuji saya dibelakang punggung saya,hahaha.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;P : Apa makna kritik bagi anda?&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;CS : Sebagaimana halnya pupuk bagi pertumbuhan kreativ maupun pematangan kepribadian serta pendewasaan pola pikir. Asal proporsional serta tahu persis bagaimana menghadapi model tanaman yang hendak kita pupuk.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;P : Agak melompat, kenapa anda seolah menolak komersialisasi atas pekerjaan anda?&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;CS : Saya hidup dilingkungan yang sangat kental dengan jargon "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Hidup-hidupilah &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;teater&lt;/span&gt; dan jangan cari hidup melalui &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;teater&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;".&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;P : Terus gimana &lt;span style="font-style: italic;"&gt;dunk&lt;/span&gt; caranya?&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;CS : Ya saya harus jadi orang yang berharta, minimal konglomerat atau apa gitu, untuk mengongkosi diri saya sendiri dan tentunya bagi teater saya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;P : Menurut anda sendiri Teater itu apa?&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;CS : Teater adalah saya. Lihatlah saya, pelajarilah baikbaik, kamu akan menemukan jawaban dari pertanyaanmu itu.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;tibatiba lampu di resto itu padam, tanda hari sudah siang dan kami pun berpisah jalan. Sesungguhnya masih cukup banyak pertanyaan yang belum terselesaikan, tapi siapa yang berani jamin bahwa tidak ada hari esok untuk ketemu.&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;Senyum manis Catur Stanis mengantar kepergian Clara, wartawati muda yang harus diakui emang lumayan manis itu.&lt;br /&gt;Sejenak melambaikan tangan pada Bis Kota Jalur 7 untuk melanjutkan langkah menuju ke Sekolah Tinggi Tinggi Sekali. Konon ada dengar pendapat soal PARTY ini. Belum tidur emang, tapi nggak harus capek khan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Aula sekolah itu telah hadir sekian ratus siswa, mereka nampak antusias mengikuti acara 1 Jam Bersama Catur Stanis ini. &lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13678147-2835809683156732783?l=caturstanis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://caturstanis.blogspot.com/feeds/2835809683156732783/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13678147&amp;postID=2835809683156732783' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13678147/posts/default/2835809683156732783'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13678147/posts/default/2835809683156732783'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://caturstanis.blogspot.com/2008/02/siswa-bertanya-stanis-menjawab.html' title='Ngobrolin PARTY di Pink ReTro Yogya'/><author><name>si catur yang stanis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13189455304779430985</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://4.bp.blogspot.com/-kbh657p_pUE/Tq-w92mLRRI/AAAAAAAAAgE/APYlH-tkWOM/s220/fotokusexy.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_uxLxF32MXMA/R9mTXi5jAXI/AAAAAAAAALY/brUDQuYqHnw/s72-c/ist2_3391918_pink_lily.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13678147.post-519052413792031771</id><published>2008-02-14T23:51:00.001+07:00</published><updated>2011-06-12T01:41:46.609+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='catatan peristiwa'/><title type='text'>Kronologis Romantis #1</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp3.blogger.com/_uxLxF32MXMA/R7R8tliziFI/AAAAAAAAAKg/xmti00RQ-jU/s1600-h/index_05.gif" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5166891795114854482" src="http://bp3.blogger.com/_uxLxF32MXMA/R7R8tliziFI/AAAAAAAAAKg/xmti00RQ-jU/s320/index_05.gif" style="cursor: pointer; display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #ff9900; font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;Selasa, 21 Agustus 2007&lt;/span&gt;, sekitar pukul 19. lebih sedikit waktu itu.&lt;br /&gt;Aku sedang duduk menekuri meja kaca, memelototi kertas yang ada didepanku, menggoreskan beberapa kalimat, mencoret sebagian kata serta memungut kembali yang sempat tercecer. Tanpa kusadari dari arah mana, sebuah suara lembut nan merdu menyapu gendang telingaku.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;"Wah, sibuk sekali"&lt;br /&gt;Begitu lembut, dan tangan mungilnya (sengaja) menyentuh pundakku. Sejenak mati rasa. Segera kututup bukuku, menyimak kehadirannya.&lt;br /&gt;"Kok sendirian?" Tanyanya lagi&lt;br /&gt;"Biasa, namanya juga pejalan sunyi. Harus selalu sendirian&lt;span style="font-style: italic;"&gt; kayak&lt;/span&gt;nya. Lah kamu sendiri?"&lt;br /&gt;"Ehm, nunggu teman"&lt;br /&gt;Beberapa pelayan, salah satu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;mrongos&lt;/span&gt; giginya menggoda.&lt;br /&gt;"Kok ngga sama &lt;span style="font-style: italic;"&gt;mas&lt;/span&gt; biasanya?"&lt;br /&gt;Dia tersenyum. Dan harus kuakui manis sekali.&lt;br /&gt;Sejenak kukuliti yang terhampar didepan mata, sampai tiba-tiba,..CUT! Ganti adegan berikutnya.&lt;br /&gt;Setelah cowok yang dimaksud para pelayan itu datang. Basabasi sebentar. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Nraktir &lt;/span&gt;kopi serta berbagi rokok, akhirnya cowok itu pamitan sebentar untuk mengambil sesuatu.&lt;br /&gt;Sesaat setelah cowok itu berlalu. Perempuan di depanku itu sempat melempar senyumnya yang membius memabukkan.&lt;br /&gt;"Kamu pikir aku pacaran dengannya?" Pertanyaan yang datang tiba-tiba dan tiba-tiba saja menggedor bathinku.&lt;br /&gt;Aku diam, tak ambil peduli. Hanya deru nafas yang memburu serta sesungging senyuman &lt;span style="font-style: italic;"&gt;diplomatis&lt;/span&gt; kusodorkan.&lt;br /&gt;(&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Mungkin agak susah juga untuk dibayangkan senyuman yang diplomatis itu)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tak banyak yang kami bincangkan setelah itu. Kecuali menikmati saat indah waktu dia menghabiskan mie telornya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #ff9900; font-style: italic;"&gt;Rabu, 22 Agustus 2007&lt;/span&gt;, masih dalam hitungan waktu hampir sama seperti kemarin, ditempat yang sama tapi dimeja berbeda dengan perempuan yang tak sama pula.&lt;br /&gt;Perempuan itu barusan balik dari KKN di daerah Wonosari, datang ketempat ini buat latihan untuk memperingati 40 hari meninggalnya seorang budayawan jawa.&lt;br /&gt;Tunggu punya tunggu, waktu melaju dipukul dua puluh satu. Tak nampak ada tanda-tanda kehadiran mereka yang latian. Kegelisahan menampak di raut manis itu. Berbeda dengan perempuan yang ngobrol denganku kemarin yang begitu postmo, yang ini agaknya lumayan klasik. Rambutnya terburai membelai pantat. Dan carnya bertutur katapun agak tertata. Bahkan cenderung &lt;span style="font-style: italic;"&gt;mriyayeni&lt;/span&gt;. Aku sebetulnya agak jengah juga saat menggenggam tangannya. Namun naluri sebagai &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Don Juan &lt;/span&gt;merangsangku untuk akal-akalan memberondongnya dengan pertanyaan nakal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #ff9900; font-style: italic;"&gt;Kamis, 23 Agustus 2007&lt;/span&gt;, sore hari usai &lt;span style="font-style: italic;"&gt;retrospeksi&lt;/span&gt; di Ruang Seminar, Kulihat Ra bersama Ri duduk di kantin sebelah utara Taman Pintar. Sementara aku lagi asyik menggandeng perempuan lain. (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bener-bener perempuan lain selain dua yang kemarin&lt;/span&gt;)&lt;br /&gt;Ah, hidup ini tentu akan sangat indah...kalo saja malamnya aku tak harus kehilangan komunikatorku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(&lt;span style="color: #33cc00; font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;To Be Continued&lt;/span&gt;)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13678147-519052413792031771?l=caturstanis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://caturstanis.blogspot.com/feeds/519052413792031771/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13678147&amp;postID=519052413792031771' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13678147/posts/default/519052413792031771'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13678147/posts/default/519052413792031771'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://caturstanis.blogspot.com/2008/02/kronologis-romantis-1.html' title='Kronologis Romantis #1'/><author><name>si catur yang stanis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13189455304779430985</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://4.bp.blogspot.com/-kbh657p_pUE/Tq-w92mLRRI/AAAAAAAAAgE/APYlH-tkWOM/s220/fotokusexy.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_uxLxF32MXMA/R7R8tliziFI/AAAAAAAAAKg/xmti00RQ-jU/s72-c/index_05.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13678147.post-8237112826876340093</id><published>2008-01-22T21:13:00.001+07:00</published><updated>2011-06-12T01:44:27.134+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='catatan peristiwa'/><title type='text'>You Can if you think "Yakin!"</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_uxLxF32MXMA/R6fLoxjBDYI/AAAAAAAAAJw/dmu9cwtxNaA/s1600-h/freeh2.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5163319399158975874" src="http://bp1.blogger.com/_uxLxF32MXMA/R6fLoxjBDYI/AAAAAAAAAJw/dmu9cwtxNaA/s400/freeh2.jpg" style="cursor: pointer; display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Membuka-buka halaman awal 2008, aku memulainya dengan semacam &lt;span style="font-style: italic;"&gt;optimisme&lt;/span&gt; tertentu. ada suasana yang dibangun lebih khusyu dari tahun-tahun sebelumnya. Berawal dari perjalanan ke Solo di jumat siang, 18 januari (yang tak jelas itu) sampai akhirnya harus kembali lagi ke Jogja, keesokan harinya. Belum sempat merenungkan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;apa yang terjadi pada diriku&lt;/span&gt;, aku telah disibukkan untuk berkelana ke wilayah teater.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mampir ke salah satu teater berbasis kampus di jogja utara sebentar sabtu sore (19 januari), berasyik masyuk dengan beberapa orang disana sembari menjalani 'persembahan buat Dewa Anggur',&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt; lantas diantar seorang teman ke Bumi Perkemahan Babarsari yang lagi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ngadain &lt;/span&gt;diklat dan workshop teater oleh &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Persaudaraan Teater Bening&lt;/span&gt; STEI. Hadir agak malaman, Kirun, Sigit (ex &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ManTel&lt;/span&gt;) serta Ines. Setelah sebelumnya Siteng yang hadir bersama Ripo, Danis serta Ali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam bergerak pelan atau menjemput pagi tepatnya, di Bumi Perkemahan Babarsari yang lumayan dingin, lahirlah nama-nama seperti, &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Tomblok&lt;/span&gt;, &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Konyil&lt;/span&gt;, &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Ciprut&lt;/span&gt;, &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Kronjot&lt;/span&gt;, &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Citual &lt;/span&gt;serta &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Kancut&lt;/span&gt; bagi peserta diklat angkatan ke Sepuluh Komunitas Bening itu. inilah malam-malam yang mendahsyatkanku sebagai manusia teater sekaligus presiden PARTY. Inilah agenda awal tahun &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Party&lt;/span&gt; dalam prosesi teater. Salah satu hal yang sempat muncul dalam orasiku dihadapan peserta diklat adalah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;statement&lt;/span&gt; seperti ini,&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #33ff33;"&gt;&lt;span style="color: red; font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;"Kalau kalian diklat 3 atau 5 hari untuk seumur hidup kalian..maka aku yang Catur Stanis ini menjalani hidup model diklat dari bangun tidur sampai tidur lagi."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Minggu malam senin, saat ritual olah sukma yang diiringi suasana malam bulan sepotong semangka, ada kejadian yang sulit kulupakan, saat seorang peserta yang kumat asmanya mengalami kejang-kejang. (asal kalian tahu, beberapa jam sebelum kejadian itu, kami berdua terlibat dalam pembicaraan yang cukup hangat..pokoknya dahsyat dech!) aku yang dengan kuasa Allah berada dekat tempat kejadian segera melakukan standar pertolongan darurat. Bahkan aku tak perlu malu mengakui kepada dunia, bahwasanya aku sempat meneteskan air mata bahagia setelah melewati saat-saat mendebarkan itu. (apalagi saat dia tidur di pangkuanku yang hangat)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panggilan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;papi &lt;/span&gt;darinya buatku adalah ketulusan yang harus kujaga sampai kapanpun. terimakasih Tuhan, karena kehadiranku bisa berguna bagi sesama. Terimakasih kawan-kawan teater...dari manapun anda berasal dengan latar belakang komunitas apapun, kita adalah keluarga. Dan kalian adalah keluargaku pula. Akulah &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;papi&lt;/span&gt; bagi teater di Jogja untuk generasi saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami sempat membincangkan kemungkinan kedekatan ini. Aih, aku seperti lupa saja..bahwa dimanapun aku berada, terutama didunia kesenian seperti teater ini aku senantiasa lekat dan lengket dengan makhluk lembut yang berjudul perempuan. Hampir dimana saja. Entahlah, ada sesuatu yang membuat para wanita itu mudah sekali untuk berbondong-bondong mendekati diriku. Ini sudah kodrat alam mungkin, ah..entahlah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayup-sayup terdengar suara Rano Karno beberapa tahun silam saat ia masih kanak-kanak melantunkan lagu seperti...&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;karena cahaya harapan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;masa depanku nampak gemerlapan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;semangat mimpi mimpiku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;mendorong laju&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;menggelapkanku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;apapun jua yang kupandang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;semua kemilauan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;penuh riang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;bagai dalam taman bunga&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;hidup penuh berlimpah cahaya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;namun aku tahu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;tak boleh lupa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tuhan slalu menguji kita&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tuhan slalu menguji kita...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Lagu itu sempat populer seiring arus kepopuleran Rano Karno saat jadi bintang cilik waktu itu. (kurang lebih tahun 70an kalo kutak salah ingat)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat mereka pulang dengan selamat sampai kampusnya didaerah Kotabaru, aku terharu dan bangga, ikut mengantarkan mereka menemukan jati dirinya sebagai manusia. Untuk siapapun saja yang terlibat dalam acara di 19-20 dan 21 Januari itu aku ucapkan selamat dan semoga tetap selamat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catur Stanis Thank's To : Keluarga Besar Komunitas Bening STEI, Rofiq, Dzikril, Taufiq, Sulthon, Nafi, Nurul, Dewi, Mudji, Muthmainah, Zul, serta siapa saja yang tak bisa kusebut satu per satu. Spesial buat Nova...'malam itu sungguh indah bagi kita', terutama bagi saya. Terimakasih telah membagi waktunya untuk membuatku mencicipi rasa bahagia!&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13678147-8237112826876340093?l=caturstanis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://caturstanis.blogspot.com/feeds/8237112826876340093/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13678147&amp;postID=8237112826876340093' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13678147/posts/default/8237112826876340093'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13678147/posts/default/8237112826876340093'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://caturstanis.blogspot.com/2008/01/you-can-if-you-think-yakin.html' title='You Can if you think &quot;Yakin!&quot;'/><author><name>si catur yang stanis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13189455304779430985</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://4.bp.blogspot.com/-kbh657p_pUE/Tq-w92mLRRI/AAAAAAAAAgE/APYlH-tkWOM/s220/fotokusexy.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_uxLxF32MXMA/R6fLoxjBDYI/AAAAAAAAAJw/dmu9cwtxNaA/s72-c/freeh2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13678147.post-5506206412243078687</id><published>2007-12-28T05:18:00.001+07:00</published><updated>2011-06-12T01:46:13.665+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tulisan Anjing'/><title type='text'>Menutup Tahun 2007</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://bp3.blogger.com/_uxLxF32MXMA/R6fHVRjBDWI/AAAAAAAAAJg/D6-ugDsl3rw/s1600-h/NewsFeb27.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5163314666105015650" src="http://bp3.blogger.com/_uxLxF32MXMA/R6fHVRjBDWI/AAAAAAAAAJg/D6-ugDsl3rw/s400/NewsFeb27.jpg" style="cursor: pointer; display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Hujan&lt;/span&gt; begitu deras dan anginnya tambah &lt;em&gt;kenceng&lt;/em&gt;. Aku harus akui terlampau dingin untuk berbasahbasah sendirian, ditepi sebuah warung yang mulai berangkat sepi. Sebentar lagi seperti biasa, pengantar sawi itu akan datang dengan motor tuanya seraya tersenyum dan berkata,"Kok belum tidur mas?" Dan aku menjawab ogahogahan, sekadar basa yang cenderung basi.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hari terakhir ini aku disibukkan dengan kegiatan baru yang ber&lt;em&gt;titel&lt;/em&gt; Nostalgia SMA. Entah darimana juntrungannya, tibatiba saja aku dipertemukan dengan temanteman semasa SMA yang tentu saja kini sudah banyak yang berkeluarga. Selalu ada yang bisa kubawa pulang selepas bertemu kawan lama yang telah sekian waktu terpisah jarakAda yang jadi ibu rumah tangga, membesarkan anakanaknya di rumah (satu profesi wanita karir yang sangat kukagumi, sebagaimana aku mengagumi perempuan yang ibuku). Ada yang jadi pengusaha rumah makan Padang, ada yang buka Resto B2 (hahaha), ada yang jadi suplier barang elektronik, ada yang jadi Bakul Pitik Pasar Demangan, ada yang jadi Satpam Sekolah, ada yang berwira-usaha dan sebagainya. Pendek kata, kulihat mereka sangat menikmati kehidupannya. Akan halnya diriku, aku cukup bersyukur dianugerahi cinta yang luar biasa, yang membuatku bisa bergerak kemanapun aku suka. (Dulu ada yang sempat bilang, kalo semangat berteaterku itu dialihkan untuk mengejar perempuan, tentu prestasi yang tercipta adalah &lt;em&gt;rentengan&lt;/em&gt; perempuan dari Atjeh sampai Papua,hahaha) Ketemu lagi ama mbah Mursyid yang baru saja pulang dari ngaji di surau, aku semacam digedor perasaan yang tak kunjung menentu. Hampir sama seperti waktu aku diberi kesempatan untuk meninggalkan &lt;em&gt;Padepokan Ajar Sinau&lt;/em&gt;, beberapa waktu lewat. Kali ini, wajah tua nan memancarkan wibawa dari mbah Mursyid, membuatku &lt;em&gt;keukeuh&lt;/em&gt; tak berdaya. Beliau bertanya tentang empat huruf dibelakang The Stanis. Seperti kita maklumi bersama, ada beberapa &lt;em&gt;header blog&lt;/em&gt; yang kuberi judul dengan empat huruf dibelakang The Stanis. Seperti; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;The Stanis POST&lt;/span&gt;, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;The Stanis CODE&lt;/span&gt;, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;The Stanis HOME&lt;/span&gt;, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;The Stanis ZONE&lt;/span&gt;, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;The Stanis SAID&lt;/span&gt;, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;The Stanis CALL&lt;/span&gt;, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;The Stanis CAMP&lt;/span&gt;, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;The Stanis PAGE&lt;/span&gt;, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;The Stanis MAGZ&lt;/span&gt;, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;The Stanis GIRL&lt;/span&gt; (hehehe yang ini serupa bilangan imajiner dalam rumus matematika, sering dibicarakan namun wujudnya ngga begitu jelas adanya...sama sebangun dengan &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Ether&lt;/span&gt;, &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Medan Magnet&lt;/span&gt; serta benda abstrak lainnya. Kenapa dengan EMPAT huruf? Bisa saja karena aku kebetulan adalah anak keempat. Pun juga aku pernah tercatat sebagai angkatan keempat di Jurusan Teater, pada satu tempat pada satu waktu. Aih, bisa saja kau akan menyangkaku tengah mengadaada, terlebih saat kau dengar kelak pada satu waktu dimasa lampau tentang idiom &lt;span style="font-style: italic;"&gt;The Stanis LOVE&lt;/span&gt; pun juga &lt;span style="font-style: italic;"&gt;The Stanis LIVE&lt;/span&gt;, maupun &lt;span style="font-style: italic;"&gt;The Stanis GAME&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;The Stanis COOL&lt;/span&gt;(sepertinya ada yang tak selesai sampai disini.Dan benar saja, terngiang kata-kata mas Catur Stanis di depan generasi muda teater di Jogja beberapa saat lewat,&lt;span style="color: red; font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;"Janganlah engkau berpikir untuk membesarkan badanmu melebihi aku, namun pikirkanlah bagaimana engkau meninggikan prestasimu melampaui prestasiku"&lt;/span&gt;. Terimakasih karena kau mengajariku banyak hal, maka kukembalikan semuanya kepada kearifan waktu untuk mengelolanya menjadi perimbangan. Kesempatan menutup tahun 2007 ini, saya ucapkan terimakasih banyak serta banyakbanyak terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu kehidupan Catur Stanis sepanjang 2007 ini.&lt;br /&gt;Terimakasihku sebesarbesarnya untuk :&lt;br /&gt;Eko Ompong,&lt;br /&gt;Eko Bebek,&lt;br /&gt;Agus Noor,&lt;br /&gt;Mas Brotoseno,&lt;br /&gt;Mas Bambang JP,&lt;br /&gt;Mas Bodhol,&lt;br /&gt;Mas Ndholet,&lt;br /&gt;Susi Ivvaty,&lt;br /&gt;Evi Idawaty,&lt;br /&gt;Akhir Lu Sono,&lt;br /&gt;Rendra ISI dan Ibed,&lt;br /&gt;Catur Puja Sulistyawan dan Keluarga,&lt;br /&gt;Mas Pur dan keluarga (mbak Astrid, Dika dan Dinda),&lt;br /&gt;Warga dunia Teater dimanapun kalian berada,&lt;br /&gt;Sanggar-sanggar Teater di Jogja dan Sekitarnya,&lt;br /&gt;kawan-kawan Rumah Sastra,&lt;br /&gt;Teater Tesa,&lt;br /&gt;Teater Peron,&lt;br /&gt;Penceng,&lt;br /&gt;Jarot,&lt;br /&gt;Bhre,&lt;br /&gt;Joko Sumantri dan tumpangannya,&lt;br /&gt;kawankawan Histerya semarang,&lt;br /&gt;kawankawan Salatiga,&lt;br /&gt;Elok dan Getarnya,&lt;br /&gt;Mahunk dan sanggar Jepitnya,&lt;br /&gt;Mustain dan Sanggar Nuun,&lt;br /&gt;Mas Untung Basuki,&lt;br /&gt;Lephen Purwarahardja,&lt;br /&gt;dik Galuh Candra Kirana,&lt;br /&gt;Keluarga Drg Dewi Anggraini di Gendeng,&lt;br /&gt;Keluarga Bu Dien di Klitren,&lt;br /&gt;Keluarga Mbak Tienuk Rifky di rumahnya,&lt;br /&gt;semua keluarga, kerabat, warung angkringan maupun burjo,&lt;br /&gt;Indrian Koto dan Mutia Sukma,&lt;br /&gt;Mujibur Rahman,&lt;br /&gt;Hamdy Salad dan Kawankawan Eska,&lt;br /&gt;Dharmo Gundhul,&lt;br /&gt;Knyut Y Kubro,&lt;br /&gt;Keluarga Mundusaren,&lt;br /&gt;Keluarga besar Kandhang Kopi (Acun dkk),&lt;br /&gt;Keluarga Besar Putra Jogja (Budi dkk),&lt;br /&gt;Keluarga besar Sekrup, GMT (Jalidu dkk),&lt;br /&gt;Herlinatiens,&lt;br /&gt;Mbak Yuli,&lt;br /&gt;Aguk Wirawan,&lt;br /&gt;Julung serta kawankawan LKiS,&lt;br /&gt;Agus Setyawan dan TBY,&lt;br /&gt;Neni Kedai Kebun,&lt;br /&gt;Hindra skAnA, Sapto, Paimo dan kawankawan UNSTRAT,&lt;br /&gt;Lanceng, Duja dan kost ambarrukmo,&lt;br /&gt;Bob Sick Nologaten,&lt;br /&gt;Teambull dan Joint Film, Beni Wahyada, Ipin,&lt;br /&gt;Gito Leles,&lt;br /&gt;Isa Shafarudin,&lt;br /&gt;Bu Martodjo,&lt;br /&gt;keluarga 57-58,&lt;br /&gt;teater Ada,&lt;br /&gt;TKT Teater Kebon Teboe STIE YKPN,&lt;br /&gt;Aley dan Hendra serta Bethem dan kost Miliran,&lt;br /&gt;keluarga Angling,&lt;br /&gt;Rudi Heru Sutedja,&lt;br /&gt;semua kawankawan yang dengan keterbatasan daya ingat tak sempat tercatat, setidaknya terimakasih karena kalian masih melihatku sebagai manusia bukan semata seonggok property bagian dari setting panggung.Kalianlah alasanku untuk bergerak terus dan terus bergerak...semoga ada waktu bagi kita bersua di 2008, semoga.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13678147-5506206412243078687?l=caturstanis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://caturstanis.blogspot.com/feeds/5506206412243078687/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13678147&amp;postID=5506206412243078687' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13678147/posts/default/5506206412243078687'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13678147/posts/default/5506206412243078687'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://caturstanis.blogspot.com/2007/12/empat-huruf-di-belakang-stanis.html' title='Menutup Tahun 2007'/><author><name>si catur yang stanis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13189455304779430985</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://4.bp.blogspot.com/-kbh657p_pUE/Tq-w92mLRRI/AAAAAAAAAgE/APYlH-tkWOM/s220/fotokusexy.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_uxLxF32MXMA/R6fHVRjBDWI/AAAAAAAAAJg/D6-ugDsl3rw/s72-c/NewsFeb27.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13678147.post-2538302809334015954</id><published>2007-12-21T06:18:00.001+07:00</published><updated>2011-06-12T01:48:34.097+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Story Behind The Song'/><title type='text'>Sayonara bagi anda semua</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp0.blogger.com/_uxLxF32MXMA/R2sDhTYuABI/AAAAAAAAAG4/vqXPyGaEvp0/s1600-h/images.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5146210869875441682" src="http://bp0.blogger.com/_uxLxF32MXMA/R2sDhTYuABI/AAAAAAAAAG4/vqXPyGaEvp0/s320/images.jpg" style="float: left; margin: 0px 10px 10px 0px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;maafkan aku kawankawan...&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;kalau kehadiranku serupa ancaman bagi kenyamanan hidup kalian. meski sebenarnya aku tak ingin menjadi pecundang, seperti yang diam-diam sering diterakan oleh mereka tentu saja dibelakang telingaku.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;bisa jadi orang diseluruh indonesia raya ini telah sangat tahu, betapa berantakannya hidupku. beberapa kawan dalam tanda petik pernah menyarankan agar aku segera keluar dari kondisi memperih-hatikan ini dan segera meng up grade diri.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;maafkanlah diriku yang hina dina ini bila mengganggu kenyamanan hidup kalian melalui kehadiranku. barangkali serupa seperti yang dibilang Radio Head lewat tembang kerennya Creep berikut ini,&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;object height="355" width="425"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/JsHKoJM8uv8&amp;amp;hl=en"&gt;&lt;param name="wmode" value="transparent"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/JsHKoJM8uv8&amp;amp;hl=en" type="application/x-shockwave-flash" wmode="transparent" height="355" width="425"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;When you were here before, couldn't look you in the eye&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;You're just like an angel, your skin makes me cry&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;You float like a feather&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;In a beautiful world&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;And I wish I was special&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;You're so fucking special&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;But I'm a creep, I'm a weirdo&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;What the hell am I doing here?&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;I don't belong here&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;I don't care if it hurts, I want to have control&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;I want a perfect body, I want a perfect soul&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;I want you to notice, when I'm not around&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;You're so fucking special&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;I wish I was special&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;But I'm a creep, I'm a weirdo&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;What the hell am I doing here?&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;I don't belong here, ohhh ohhhh&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;She's running out again....&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;She's running out, she's run, run, run, run....run....&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Whatever makes you happy&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Whatever you want&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;You're so fucking special&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;I wish I was special&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;But I'm a creep, I'm a weirdo&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;What the hell am I doing here?&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;I don't belong here&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;I don't belong here&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Perhatikan lyric diatas dan andaikan &lt;strong&gt;&lt;em&gt;she&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; disitu sebagai anda semua. Pasti anda akan mengiyakan, bahwa dalam segala hal saya memang bagian paling tidak penting dalam hidup ini. Maka kalau saja kata maaf bisa menjadi serupa lem yang merekatkan kembali yang terkoyak, maka saya memilih untuk diam dengan segala konsekwensinya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Terimakasih karena kalian telah menjadikan saya semata benda, pajangan atau bisa jadi asesoris. Serupa karikatur yang bergerak luntanglantung mengotori udara negeri ini. Saya memang tidak pantas untuk dikenali dan dipergauli sebagaimana lazimnya bangsa manusia. apakah sedemikian menggemaskannya diri saya? Sehingga anda semua lebih memilih untuk membiarkan diri saya terpuruk disini dalam kedzaliman?&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Bisa saja anda semua benar. Bahwa saya memang tidak waras sebagaimana telah diumumkan disepanjang jalanan dilorong-lorong sekujur jogja. Tapi kok saya tetap percaya, Jogja bukanlah satusatunya ruang tempat bagi manusia berjenis seperti saya. Mungkin ada tempat lain, kalopun ngga bisa jadi nasib saya seperti lyric dibawah ini,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;object height="355" width="425"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/dHLjYBsl2zA&amp;amp;hl=en"&gt;&lt;param name="wmode" value="transparent"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/dHLjYBsl2zA&amp;amp;hl=en" type="application/x-shockwave-flash" wmode="transparent" height="355" width="425"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;He's a&lt;/span&gt; &lt;strong&gt;&lt;span style="color: #ff6600;"&gt;real nowhere Man&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;,&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Sitting in his Nowhere Land,&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Making all his nowhere plans&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;strong&gt;for nobody&lt;/strong&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Doesn't have a point of view,&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;strong&gt;Knows not where he's going to&lt;/strong&gt;,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: #33cc00;"&gt;Isn't he a bit like&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;you and&lt;/span&gt; &lt;strong&gt;&lt;span style="color: #33cc00;"&gt;me?&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Nowhere Man, please listen,&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;You don't know what you're missing,&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Nowhere Man, the world is at your command.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;He's as &lt;strong&gt;&lt;span style="color: #ff6600;"&gt;blind&lt;/span&gt; &lt;/strong&gt;as he can be,&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Just &lt;strong&gt;&lt;span style="color: #ff6600;"&gt;sees what he wants to see&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;,&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Nowhere Man can you see me at all?&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Nowhere Man, don't worry,&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Take your time, don't hurry,&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Leave it all till somebody else lends you a hand.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;strong&gt;Doesn't have a point of view&lt;/strong&gt;,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Knows not where he's going to&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;,&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: #33cc00;"&gt;Isn't he a bit like&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; you and&lt;strong&gt; &lt;span style="color: #33cc00;"&gt;me&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;?&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;He's a&lt;strong&gt; &lt;span style="color: #cc33cc;"&gt;real Nowhere Man&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;,&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Sitting in his &lt;strong&gt;&lt;span style="color: #33cc00;"&gt;Nowhere Land&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;,&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: #3333ff;"&gt;Making all his nowhere plans for nobody.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: #3333ff;"&gt;Making all his nowhere plans for nobody.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: #3333ff;"&gt;Making all his nowhere plans for nobody.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;cukup jelas bagi kalian semua, saya kira sekarang. itulah gambaran diri saya yang agak lebih lengkap. betapa saya hanyalah sekadar Creep yang Nowhere Man.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;terimakasih atas kesempatan yang pernah kita nikmati bersama. selamat tinggal semua. aku harus pergi dan jangan pernah berharap saya untuk kembali. untuk kesekian kalinya. sembari memulung bait- bait dari lagu di bawah ini,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;object height="355" width="425"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/yXVkArmxZyo&amp;amp;hl=en"&gt;&lt;param name="wmode" value="transparent"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/yXVkArmxZyo&amp;amp;hl=en" type="application/x-shockwave-flash" wmode="transparent" height="355" width="425"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Is this the real life-&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Is this just fantasy-&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Caught in a landslide-&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;No escape from reality-&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Open your eyes&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Look up to the skies and see-&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Im just a poor boy,&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;i need no sympathy-&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Because Im easy come,easy go,&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;A little high,little low,&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Anyway the wind blows,&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;doesnt really matter to me,&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;To me&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Mama,just killed a man,&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Put a gun against his head,&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Pulled my trigger,now hes dead,&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Mama,life had just begun,&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color: #3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;But now I've gone and thrown it all away&lt;/strong&gt;-&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Mama ooo,&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Didnt mean to make you cry-&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;If &lt;strong&gt;&lt;span style="color: #cc33cc;"&gt;Im not back again this time tomorrow&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;-&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Carry on,carry on,&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;as if nothing really matters-&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Too late,my time has come,&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Sends shivers down my spine-&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Bodys aching all the time,&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: #cc33cc;"&gt;Goodbye everybody-&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: #cc33cc;"&gt;Ive got to go-&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: #cc33cc;"&gt;Gotta leave you all behind and face the truth&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;-&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Mama ooo- &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;(any way the wind blows)&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;I dont want to die,&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: #993399;"&gt;I sometimes wish I'd never been born at all&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;-&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;I see a little silhouetto of a man,&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Scaramouche,scaramouche will you do the fandango-&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Thunderbolt and lightning-&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;very very frightening me-&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Galileo,galileo,&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Galileo galileo&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Galileo figaro-&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;magnifico-&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;But &lt;span style="color: #cc33cc;"&gt;&lt;strong&gt;Im just a poor boy&lt;/strong&gt; and &lt;strong&gt;nobody loves me&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;-&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;He's just a poor boy from a poor family-&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Spare him his life from this monstrosity-&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Easy come easy go-,&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;will you let me go-&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Bismillah! no-,&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;we will not let you go-&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;let him go-&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Bismillah! we will not let you go-&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;let him go&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Bismillah! we will not let you go-&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;let me go&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Will not let you go-&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;let me go&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Will not let you go let me go&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;No,no,no,no,no,no,no-&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Mama mia,mama mia,mama mia let me go-&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Beelzebub has a devil put aside for me,for me,for me-&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;So you think you can stone me and spit in my eye-&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;So you think you can love me and leave me to die-&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Oh baby-&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;cant do this to me baby-&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Just gotta get out-just gotta get right outta here-&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Nothing really matters,&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: #ff6600;"&gt;Anyone can see&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;,&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Nothing really matters-,&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;nothing really matters to me,&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Any way the wind blows.... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;object height="355" width="425"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/uoXhQeR5Y9c&amp;amp;hl=en"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="wmode" value="transparent"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/uoXhQeR5Y9c&amp;amp;hl=en" type="application/x-shockwave-flash" wmode="transparent" width="425" height="355"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;selamat tinggal saya akan pulang ketempat yang tak perlu anda ketahui dan jangan hampiri saya lagi. [c][s]&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13678147-2538302809334015954?l=caturstanis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://caturstanis.blogspot.com/feeds/2538302809334015954/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13678147&amp;postID=2538302809334015954' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13678147/posts/default/2538302809334015954'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13678147/posts/default/2538302809334015954'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://caturstanis.blogspot.com/2007/12/sayonara-bagi-anda-semua.html' title='Sayonara bagi anda semua'/><author><name>si catur yang stanis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13189455304779430985</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://4.bp.blogspot.com/-kbh657p_pUE/Tq-w92mLRRI/AAAAAAAAAgE/APYlH-tkWOM/s220/fotokusexy.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_uxLxF32MXMA/R2sDhTYuABI/AAAAAAAAAG4/vqXPyGaEvp0/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13678147.post-5622972254219881272</id><published>2007-12-19T07:53:00.000+07:00</published><updated>2008-03-14T03:56:46.433+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tulisan Anjing'/><title type='text'>thank's</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_uxLxF32MXMA/R9mVBS5jAZI/AAAAAAAAALo/DOMJSg9raG4/s1600-h/thanks_graphics_01.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp3.blogger.com/_uxLxF32MXMA/R9mVBS5jAZI/AAAAAAAAALo/DOMJSg9raG4/s320/thanks_graphics_01.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5177333096124711314" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;terimakasih kuucapkan kepada kawankawan yang hendak menjadikanku sebagai setting/property dalam pertunjukan teaternya. beruntunglah saya yang tak berguna ini menginsyafi keberadaan kecipak riuh disebalik punggung yang cukup menghangatkan telinga.&lt;br /&gt;sekali lagi terimakasih. karena kalian begitu lucu sebagai manusia.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13678147-5622972254219881272?l=caturstanis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://caturstanis.blogspot.com/feeds/5622972254219881272/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13678147&amp;postID=5622972254219881272' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13678147/posts/default/5622972254219881272'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13678147/posts/default/5622972254219881272'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://caturstanis.blogspot.com/2007/12/thanks.html' title='thank&apos;s'/><author><name>si catur yang stanis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13189455304779430985</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://4.bp.blogspot.com/-kbh657p_pUE/Tq-w92mLRRI/AAAAAAAAAgE/APYlH-tkWOM/s220/fotokusexy.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_uxLxF32MXMA/R9mVBS5jAZI/AAAAAAAAALo/DOMJSg9raG4/s72-c/thanks_graphics_01.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13678147.post-4231397790002226883</id><published>2007-12-10T13:51:00.003+07:00</published><updated>2011-06-12T02:00:23.999+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='jalanjalan'/><title type='text'>dari Wot Galeh ke Purnabudaya via Karangmalang</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pulang dari Wot Galeh*, tempat para leluhur membentangkan talam dalam abadi tidur. Aku terdampar kembali ke lincak (kursi bambu) di depan Burjo "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Putra Jogja&lt;/span&gt;". Beberapa kawan terlihat gegas melangkah dalam sebuah kesibukan buat perhelatan teater &lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;di sekitar kampus UNY untuk bulan desember 2007 sampai januari 2008 nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawan-kawan UNSTRAT tengah sibuk mempersiapkan pentas teater 2 Kotanya di Solo dan Jogja, mengunduh naskah "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Pada Suatu Hari&lt;/span&gt;"nya, Al Mukarom Arifin C Noer. Sengaja aku menyebut beliau (ACN) sebagai Al Mukarom, karena lewat tangan beliaulah, naskah drama modern di Indonesia menemukan puncak-puncak kreativitasnya. Dialah salah satu penulis naskah drama modern di Indonesia paling berpengaruh sampai hari ini. Sementara Teman-teman SEKRUP, F MIPA UNY, disibukkan dalam prosesi produksi pentas mereka &lt;span style="font-style: italic;"&gt;MOHABATTEIN&lt;/span&gt;, yang terinspirasi oleh film India dalam judul yang sama. Tentu menarik membayangkan wajah panggung teater kita dalam balutan warna Bollywood dengan tari dan nyanyinya. Yang tak kalah menarik tentu saja persiapan adik-adik mahasiswa FBS yang mengambil mata kuliah Kajian Drama semester ini. Mereka juga tengah asyik-asyiknya mempersiapkan produksi pementasan sebagai bagian dari tugas akhir studi di mata kuliah yang bersangkutan. Ada 5 naskah drama realis yang mereka persiapkan. Antara lain : &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Malam Jahanam&lt;/span&gt; karya Motinggo Busye,&lt;span style="font-style: italic;"&gt; Sendang Kali Angke&lt;/span&gt; karya Menthol Hartoyo, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Isyu&lt;/span&gt; (adaptasi) karya Heru Kesawa Murti, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sidang Para Setan&lt;/span&gt; karya Jaka Umbaran (Pseudo name dari seorang budayawan Jogja yang dikenal luas di seantero jagat raya) serta satu lagi yang kalo tak salah ingat karya Menthol Hartoyo yang bertitel &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sketsa Rezim&lt;/span&gt;. Benerbener sebuah perhelatan teater akhir tahun yang sangat sayang kalau dilewatkan begitu saja. Apalagi yang saya dengar, kelima pertunjukan itu free pass alias gratis. Bahkan ada door prize nya segala. Lumayan buat penahan dingin di musim ujan yang ujian ini. hehehe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maaf, kalo sentimen ini tak bisa saya tahan dan mencuat begitu saja...&lt;span style="font-style: italic;"&gt;non verbal&lt;/span&gt;, tapi kekuatan seorang (&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;mantan&lt;/span&gt;) aktor telah menghidupkannya dan memberikan tenaga untuk melahirkan dirinya..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti kalimat siapa ya? Ah tenang saja. Akupun tak hendak membiarkan kerut di keningmu jadi semakin dalam dan menenggelamkan kecantikanmu yang mutlak itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar-benar hari-hari yang berteater di kampus UNY untuk bulan Desember sampai Januari ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disesela acara teater, aku masih juga sempatkan diri datang ke &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Pusat Kebudayaan Koesnadi Hardja Soemantri &lt;/span&gt;(d/h:Purnabudaya), di Bulaksumur. Sebuah ruang publik yang belum lama ini dipergunakan juga oleh Butet Kertaredjasa lewat monolognya &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;SARIMIN&lt;/span&gt;. Puji Tuhan, Alhamdulillah akhirnya Jogja punya ruang bagi ekspresi berkesenian yang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;representatif&lt;/span&gt; tanpa harus bergantung pada taman yang tidak begitu pintar di sebelah Taman Pintar itu. Apalagi kalo kita mau menengok ranah ruang publik seperti &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Karta Pustaka&lt;/span&gt; di Bintaran, Auditorium LIP atau Stage Tari Tedja Kusuma di FBS UNY serta ruang-ruang yang lain seperti kedai kopi dan lapak remang dipinggir jalan. kita tak perlu lagi menyerahkan nasib pada ke&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;-ganas&lt;/span&gt;-an sosietet. Apalagi kalo beneran &lt;span style="font-style: italic;"&gt;rumours&lt;/span&gt; yang kudengar, Sasana Hinggil di Alun-alun selatan akan di jadikan sebagai sentra budaya kota Jogja. Kalau ini benar, aku sujud syukur sampai &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;benthet&lt;/span&gt; dahiku atas anugerah tumbangnya arogansi ruang seperti yang diperagakan sosietet selama ini. Syukurlah, ternyata penggiat seni dan budaya di kota jogja ini cukup cerdas dan bijaksana. Semoga kedewasaan untuk meninggalkan sosietet ini adalah langkah yang berarti juga menuju masa gilang gemilang dunia seni dan budaya kota jogja. Allahumma Amiin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehadiranku di PUSBUD UGM tak lain untuk menghadiri Festival Literasi Indonesia, yang melibatkan berbagai komunitas dalam lintasan yang terjalin indah. Ada komunitas bloger, ada komunitas buku, ada komunitas lingkungan, ada komunitas komik, ada komunitas pecinta buku, ada komunitas pembaca buku, ada komunitas penjual buku, ada komunitas penadah snack, ada komunitas jalan terus dan pokoknya banyak dan banyak sekali. ketemu Wawan Kondo dan ikutan bantu mendiagnosis penyakit masyarakat melalui &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;klinik penyakit sedih&lt;/span&gt; yang kebetulan bersebelahan dengan stand Gayam 16 yang wangi dan indah di pandang penjaga standnya itu,hahaha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dunia buku dan bacaan bukanlah dunia asing buat seorang Catur Stanis. Sedari kecil aku terbiasa hidup dari koleksi buku-buku. Kebetulan orang tua kami waktu itu punya taman bacaan di daerah Ngampilan Yogyakarta yang bernama &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Tri Yoga&lt;/span&gt;. Aku tak tahu pasti, apakah mbah Dauzan Farook (MABULIR) pernah singgah di Taman bacaan kami. Namun mengingat jarak antara Kauman dan Ngampilan relativ cukup dekat, setidaknya bisa jadi pernah singgah dan silaturahmi disana. Semoga saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga hari yang menyenangkan memang. dan cukup kenyang. Apalagi slogan yang ditawarkan cukup merangsang. "Mangan Ora Mangan Maca Buku". Sekalipun bagiku tentu akan berlaku, "sak beja-bejane wong maca buku isih beja wong maca buku karo mangan". Hahaha.&lt;br /&gt;Ah. kawankawan masyarakat literasi yang baik, aku bahagia dan bangga telah menjadi bagian dari kegiatan kalian selama ini. Sayang, kutakbisa menghantar kepulangan Firman Venayaksa, presiden Rumah Dunia yang juga member lama milis Ngobrolin Teater serta banyak kerabat yang lain. Selamat untuk panitia, peserta, pengunjung serta penggembira seperti saya. Sampai jumpa di perhelatan yang lainnya. thanks Jambrong...ternyata kita sama-sama dari kandang itu pula,hahaha. Thank's Herlina Tiens untuk saat-saat indahnya. Dwi Cipta, Siho, Steve dan Maria, Wawan Kondo, Gendhon serta masih buanyaaak lagi. terimakasih secara khusus buat Perpustakaan UGM atas kerjasama hangatnya yang menarik. Kawan-kawan 1001 Buku, Sokola (Evi dkk), Papper Moon (Ria dkk), AWI, Viddy serta yang lainlainnya..mohon maaf tak tersebutkan satu persatu. Serta lesbian manis yang ketemu disalah satu stand PKBI, thanks. Oya sebelum lupa, terimakasih banyak buat Devi UBAYA di stand PUSDAKOTA atas ngobrol indahnya menjelang subuh tiba. Ah, kamu mengingatkanku akan banyak hal...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13678147-4231397790002226883?l=caturstanis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://caturstanis.blogspot.com/feeds/4231397790002226883/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13678147&amp;postID=4231397790002226883' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13678147/posts/default/4231397790002226883'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13678147/posts/default/4231397790002226883'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://caturstanis.blogspot.com/2007/12/dari-wot-galeh-ke-purnabudaya-via.html' title='dari Wot Galeh ke Purnabudaya via Karangmalang'/><author><name>si catur yang stanis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13189455304779430985</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://4.bp.blogspot.com/-kbh657p_pUE/Tq-w92mLRRI/AAAAAAAAAgE/APYlH-tkWOM/s220/fotokusexy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13678147.post-3696306130801138984</id><published>2007-11-26T11:57:00.001+07:00</published><updated>2011-06-12T02:02:07.164+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Teater di Jogja'/><title type='text'>Nama Berbeda Wajah Mirip Semua</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Berbicara tentang teater mahasiswa di Jogja. Aku disudutkan pada pertanyaan yang hampir menjadi klise (untuk tidak menyebutnya sebagai klasik). Yakni pertanyaan tentang identitas. Beberapa kawan cukup memaknai identitas itu hanya sampai pada pengertian dimilikinya nama. Namun bagiku, identitas utama adalah pada perwajahan dari komunitas yang mengusung teater sebagai kendaraan kreativnya.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt; Apagunanya sebuah komunitas teater memiliki nama namun tidak dimilikinya format wajah yang membedakannya dengan komunitas lain. Bayangkanlah, betapa absurdnya kehidupan ini, jika kita semua memiliki wajah yang sama. Hanya nama yang membedakan, namun pola ucap serta gerak-gerik kita menjadi seragam. Apalagi wajahnya, makin mirip-mirip saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal semestinya, teater mahasiswa di Jogja, cukup memiliki bekal untuk menemukan identitas spesifik yang membedakannya dengan komunitas lain. Bukankah teater mahasiswa di Jogja berangkat dari latar belakang kampus yang beragam. Kenapa bentuk ekspresinya bisa menjadi semata seragam? Sebuah keanehan yang bukan saja mengada-ada namun cenderung untuk menjadi sedemikian absurd.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegelisahan ini telah cukup lama sehingga membuat hubunganku dengan beberapa kawan di Jogja jadi seakan berjarak. Sungguh sebuah tata pergaulan yang absurd kukira. Dan sampai kapanpun jogja tak pernah beranjak dari absurditas semacam itu. Maka aku memilih untuk berdiam di tempat lain dan mencari kemungkinan buat berkembang lebih baik lagi. Dan kau tau kawan, aku ingin semuanya menjadi wajar, baik ada atau tiada aku diantara kalian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah kukatakan pada seorang teman, saat kami ketemu di beranda kost temannya di bilangan Sapen Jogja, tentang pengunduran diriku dari segala aktivitas kesenian di kota Jogja. Dan kalau lantas kemudian kami memilih Solo, kalian mau apa? Sekali lagi ini soal pilihan semata kawan, dan tak ada hubungannya dengan cinta ataupun benci. Celeng mencretlah itu semua! Aku bergegas untuk menggantang harihariku kedepan karena memang hidup sudah sedemikian menantang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka aku memilih untuk banting stir dari kehidupanku yang lalu dan meniatkan diri untuk mengubah hidupku, sukursukur jadi konglomerat atau apa gitu. Kamu pasti sulit untuk percaya, kalau aku bisa berpikir untuk meninggalkan kenikmatan semu yang bernama pergaulan komunitas, serta memilih kehidupan senyap dalam ruang di bathinku untuk menjadi seorang penyusur sunyi. Istilah pejalan sunyi menjadi remeh temeh sekarang, karena banyak orang telah merasa memilikinya. Dan pilihan menjadi penyusur ini adalah pilihan terindah dalam hidupku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akulah penyusur itu. Yang bergerak di gelisah malam menuntaskan rindu pada hamparan sebidang pulau yang jauh di sono noh. Biar saja mereka bilang saya seperti apapun saja, yang penting saya sedang berbuat untuk sesuatu. Setidaknya semoga bermakna buat diri ini. Selebihnya biar menjadi urusan semesta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sesungguhnya tak hendak lagi ingin memaki langit. Tapi memang barangkali inilah satusatunya cara agar tak menjadi kalut&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13678147-3696306130801138984?l=caturstanis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://caturstanis.blogspot.com/feeds/3696306130801138984/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13678147&amp;postID=3696306130801138984' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13678147/posts/default/3696306130801138984'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13678147/posts/default/3696306130801138984'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://caturstanis.blogspot.com/2007/11/aku-memilih-jadi-konglomerat.html' title='Nama Berbeda Wajah Mirip Semua'/><author><name>si catur yang stanis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13189455304779430985</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://4.bp.blogspot.com/-kbh657p_pUE/Tq-w92mLRRI/AAAAAAAAAgE/APYlH-tkWOM/s220/fotokusexy.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13678147.post-8221720247085879913</id><published>2007-11-26T09:45:00.001+07:00</published><updated>2011-06-12T02:03:36.138+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Teater di Jogja'/><title type='text'>Pesta itu Peristiwa itu</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp2.blogger.com/_uxLxF32MXMA/R6fFCBjBDVI/AAAAAAAAAJY/T0WJZ7tylwE/s1600-h/IMG_0573.JPG" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5163312136369278290" src="http://bp2.blogger.com/_uxLxF32MXMA/R6fFCBjBDVI/AAAAAAAAAJY/T0WJZ7tylwE/s320/IMG_0573.JPG" style="cursor: pointer; display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Selalu ada yang menarik saat duduk di meja penerima tamu di sebuah pertunjukan. &lt;em&gt;Dolow&lt;/em&gt; sewaktu kawan-kawan salah satu teater kampus di jogja ini &lt;em&gt;ngadain&lt;/em&gt; Study Pentas yang ngambil cerita (ah sorry ku lupa judulnya), akupun memposisikan diri duduk di sekitar meja penerima tamu. Saat itu kalo ngga salah ingat sekitar tahun 2005 atau 2006 &lt;em&gt;gitu&lt;/em&gt;, [sorry &lt;em&gt;dah&lt;/em&gt; agak uzur jadi biasa kan lupa]&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dan ini kembali terjadi saat kemarin (&lt;em&gt;Minggu malam, 25 November 2007&lt;/em&gt;), aku duduk kembali di sudut itu.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Inilah pesta itu, kehadiran kawankawan dari komunitas-komunitas seni kota jogja, menunjukkan Jogja tak pernah kehabisan &lt;strong&gt;stok persaudaraan dalam kekeluargaan&lt;/strong&gt;. Suasana itu yang kurasakan saat menyambut kehadiran mereka. Ada Anggi dan kawankawan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;UKM Seni UPN&lt;/span&gt; lainnya, ada Sasa dan rekanrekan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Teater Tangga UMY&lt;/span&gt; lainnya, ada temanteman dari &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Komunitas KOIN FE UII&lt;/span&gt;, ada kawan-kawan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;TKT STIE YKPN&lt;/span&gt;, ada si Tank dan kawankawan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sangart&lt;/span&gt;-nya, ada Oembel dari &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PPKP UNY&lt;/span&gt;, Geblek dari &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sarkem UNY&lt;/span&gt;, kawankawan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sanggar Nuun&lt;/span&gt;, kawankawan Terkam 28 AKPRIND, ada Tembonk dan Ilham dari &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ISI&lt;/span&gt;, ada Ajeng-Irma dan semua kawankawan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;TEATER ADA FSB UTY&lt;/span&gt;...pendek kata semuanya ada apapun bisa...&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Seorang kawan yang lama tak bersua, membisikiku dengan sebuah kalimat, "Inikah pesta itu? inikah enjoy life with theater itu."&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Aku jawab dengan penuh keyakinan,"inilah hidup itu!"&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Bagaimana tidak hidup? Harapan yang tadinya sempat menipis akhirnya bisa di ubah menjadi sebentuk optimisme tertentu. sebagaimana peristiwaku ini, saat aku bertemu Irma (Teater ADA) aku jadi punya kemungkinan untuk membawa pulang kembali 'Acting Is Believing'. Dan itulah peristiwa teater, penuh kejutan dan seringkali tak terduga, bukan saja diwilayah pertunjukannya pun juga sampai pada psikologi penontonnya. Suatu saat kelak akan kuceritakan bagaimana hasil pengamatanku tentang penonton teater kita...Sesuatu yang akan sangat menarik, tapi ntar aja.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Justru mana kala kita tau, sampai dimana batas kemampuan diri serta indahnya kesanggupan dalam berbagi itulah, maka kita punya kemungkinan untuk berbuat lebih baik bagi teater yang lebih baik lagi. Teater di jogja adalah milik kalian kawankawan...maka perlakukanlah dengan sebaikbaiknya dan gunakan setiap kesempatan untuk menunjukkan diri bahwa kalian bukanlah warga negara sekadar yang hanya layak untuk disepelekan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kalian warga dunia teater adalah insan pilihan zaman yang tidak bisa di pandang dengan sebelah mata begitu saja. Kalianlah pemilik masa depan itu. Dan sekarang saat untuk merebutnya! Bukan dengan berharap cemas menunggu kesempatan mereka memberikannya pada kita.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Warga dunia teater berbasis kampus yang saya cintai...The Party is coming up...Saatnya untuk bersenangsenang dan bergembira merayakan pesta bagi teater berbasis kampus. Apapun pilihan ideologi artistik kalian. Entah sebagai sutradara, aktor, penulis naskah, penata cahaya, set decorator, stage manager, costume and make up designer, skenografer, ataupun penonton setia peristiwa teater...kalian adalah warga sah dari dunia teater.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sebagai warga yang sah dari negeri teater, kalian memiliki hak dan kewajiban yang sama dan di jamin oleh hukum panggung. hahahahaha.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Cuma tawa nan terdengar samar(!), namun pesta yang telah berlalu akan disusul oleh pestapesta yang hadir membanjir (bukan sekadar mengalir!!!Ingatlah itu di masa depan kalian!!!) kemudian. Kami tunggu kreativitas kalian, jangan berhenti sampai kapanpun. Aku ada bersama kalian kawankawan...&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;[Ruang Tanya Jiwa, 26 November 2007]&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Catur Stanis, &lt;em&gt;tidak memiliki dan dimiliki apapun&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13678147-8221720247085879913?l=caturstanis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://caturstanis.blogspot.com/feeds/8221720247085879913/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13678147&amp;postID=8221720247085879913' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13678147/posts/default/8221720247085879913'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13678147/posts/default/8221720247085879913'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://caturstanis.blogspot.com/2007/11/pesta-itu-peristiwa-itu.html' title='Pesta itu Peristiwa itu'/><author><name>si catur yang stanis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13189455304779430985</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://4.bp.blogspot.com/-kbh657p_pUE/Tq-w92mLRRI/AAAAAAAAAgE/APYlH-tkWOM/s220/fotokusexy.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_uxLxF32MXMA/R6fFCBjBDVI/AAAAAAAAAJY/T0WJZ7tylwE/s72-c/IMG_0573.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13678147.post-9120211241333475665</id><published>2007-11-24T17:03:00.001+07:00</published><updated>2011-06-12T02:05:14.646+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tulisan Anjing'/><title type='text'>Pledoi Sang Benalu</title><content type='html'>Tentang waktu yang terbuang itu dan harapan yang kehilangan kontrol dirinya. May, aku harus pulang. aku lelah memelihara waktu dalam genggamanku yang membatu. aku ingin...ah, segera kutepiskan sebab untuk ingin pun tentu membutuhkan modal yang tak sedikit. Apa yang bisa dilakukan oleh orang se nista diriku ini.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti kaubilang May, lelaki menghargai dirinya dengan kesetiaan, meski bagiku kedengaran berlebihan apabila kesetiaan pada bayangbayang itu mengalahkan realitas yang sesungguhnya bisa kita maknai lebih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesiang tadi aku berbincang dengan seorang kawan lama tentang banyak hal. tentang Pajajaran dan Majapahit yang terlibat konflik dimasa silam namun imbasnya begitu mencekam sampai detik ini. Untung di pulau jawa ini ada wilayah yang bernama Jateng dan DIY (dimana harmoni bersemayam). Apa jadinya apabila Jabar berbatasan langsung dengan Jatim? Sebuah perang yang tak kunjung usai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, pastilah kau mengiraku tengah mengigau kacau, lantaran semalam waktu begitu sempit bagi kita untuk menuntaskan segala perbincangan. dan kurasa tak harus tuntas, biarkan saja menggantung dan kelak bila kita mulai tersadar dari buai impian, akan kita dapati secarik kertas buram bertuliskan : &lt;em&gt;&lt;strong&gt;tak ada yang diciptakan untuk menjadi siasia&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;, semoga saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tawaran demi tawaran berseliweran didepan mata, mengusikku serupa nyamuk yang mengerubungi putih gigimu...sebuah metafora yang kacau. Tapi biar saja, apa sich yang nggak kacau dari seorang nista seperti diriku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ssst...kubilangi sebuah rahasia, sesungguhnya julukan yang tepat buatku adalah &lt;strong&gt;nista&lt;/strong&gt; itu sendiri, karena saat kau baca berulang, akan kau temukan keajaiban bunyi yang sama seperti yang kau temukan dalam HANTU dan TUHAN. Hantukah aku? Yang pasti bukan Tuhanlah...nggak enak ama tuhan beneran yang asyik nongkrong di Arsy sono sambil melirikku dan manggutmanggut penuh kebanggaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa DIA menciptakan makhluk serupa diriku? ntahlah...kurasa bukan iseng belaka. aku tak percaya kalo diriku adalah hasil keisengan Tuhan dalam menyelenggarakan dunia. Pasti ada maksudnya meski banyak dari kita belum tau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan di solo, di solo...tempat tinggalku y.a.d... kawankawan mendekapku dalam kehangatan yang menakjubkan. Jadi tiada salah jika daku memilih solo sebagai hometown dan meninggalkan jogja yang sok istimewa itu.Satusatunya alasan kuatku untuk meninggalkan semuanya adalah, agar aku tak harus menjadi benalu dikotaku sendiri. Mungkin aku masih manusia yang menolak untuk dianggap dirinya sebagai parasit!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;di sini, aku menemukan sekeping cinta yang luar biasa...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13678147-9120211241333475665?l=caturstanis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://caturstanis.blogspot.com/feeds/9120211241333475665/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13678147&amp;postID=9120211241333475665' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13678147/posts/default/9120211241333475665'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13678147/posts/default/9120211241333475665'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://caturstanis.blogspot.com/2007/11/pledoi-sang-benalu.html' title='Pledoi Sang Benalu'/><author><name>si catur yang stanis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13189455304779430985</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://4.bp.blogspot.com/-kbh657p_pUE/Tq-w92mLRRI/AAAAAAAAAgE/APYlH-tkWOM/s220/fotokusexy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13678147.post-6038884101895694033</id><published>2007-11-16T03:14:00.001+07:00</published><updated>2011-06-12T02:06:42.087+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ngobrolin teater'/><title type='text'>Ihwal Tontonan Dan Penonton</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Pada pagi yang bergegas menjemput siang, Al Stanis yang dimuliakan Tuhan dengan pakaian compangcamping kebesarannya, Nampak menyeruput secangkir kopi pahit dan menghisap dalam-dalam sisa puntung rokok kreteknya semalam.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt; Duduk bersandar pada sebatang pohon tua di pinggir jalan yang bersebelahan dengan sungai yang mengalir serupa cofeemix. sementara deru kendaraan bermotor berlautan dihadapannya. Al Stanis terlihat tenang, sesekali mata tuanya menerawang di kejauhan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Datanglah kemudian seorang pemuda berambut gondrong dengan ransel kusam nongkrong di punggungnya, duduk disampingnya dan bertanya,&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;“Ceritakan pada kami ihwal tontonan dan penontonnya”&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Maka dengan senyum anggunnya yang khas serta mengandung balutan prana, memancarkan perbawa, Al Stanis memulai sabdanya,&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;“Tontonan dan penonton adalah sekeping mata uang dua sisi. Ia menjadi ada dan berguna manakala keduanya hadir bersamasama.”&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tak ada tontonan tanpa penonton. Dan tak bisa disebut sebagai penonton apabila tiada menyaksikan peristiwa, sekalipun sejumput saja.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Maka tontonan senantiasa membutuhkan penontonnya dan begitu pula sebaliknya penonton akan selalu membutuhkan tontonannya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Laksana suami menemui isteri, ada sekeping harapan, seonggok kecemasan serta kesanggupan untuk berbagi.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Bukan sebagaimana pelacur dan pelanggannya, yang dipertemukan semata oleh pemuasan ego pribadi dibungkus hukum jual beli.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Jadilah tontonan itu nikmat justru ketika bisa dinikmati oleh keduanya, bukan semata pemuasan dan atau penguasaan satu pihak atas pihak lainnya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Adapun perihal penonton adalah sekumpulan individu yang memiliki pengenalan pada diri yang lebih baik. Mereka sangat mengenal dirinya sehingga menjadi asing satu sama lain manakala harus menoleh ke kanan maupun ke kiri.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pernahkah engkau merasakan menjadi individu bebas, dalam ruang gelap dihadapan panggung dengan pesta cahayanya?&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Aku sendiri, senantiasa membebaskan diriku sebagai penonton. Menyentuh bagian paling personal dari kenyamanan saat menyaksikan pertunjukan. Itulah sebabnya kenapa pada bagian penonton selalu di beri cahaya paling minimal, bukan pada persoalan membantu konsentrasi permainan di atas panggung saja kurasa, namun aku lebih melihatnya sebagai privatisasi personal bagi penonton. Kalau saja sekadar pemenuhan konsentrasi pemeranan, tentu penonton film di bioskop tak membutuhkan peredupan cahaya sedemikian rupa.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Akan halnya penonton, yang berdiam dalam kegelapan dengan segala kebebasan kemungkinannya, telah menjadi alasan yang terang benderang bagi kita untuk sebuah pengertian :”&lt;strong&gt;Penonton adalah raja&lt;/strong&gt;.” Setidaknya Raja bagi dirinya sendiri.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;::Jogja, 15 November 2007, di lantai Plasa Ambarrukmo yang meredakan gerah meluapkan gairah::&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13678147-6038884101895694033?l=caturstanis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://caturstanis.blogspot.com/feeds/6038884101895694033/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13678147&amp;postID=6038884101895694033' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13678147/posts/default/6038884101895694033'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13678147/posts/default/6038884101895694033'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://caturstanis.blogspot.com/2007/11/ihwal-tontonan-dan-penonton.html' title='Ihwal Tontonan Dan Penonton'/><author><name>si catur yang stanis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13189455304779430985</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://4.bp.blogspot.com/-kbh657p_pUE/Tq-w92mLRRI/AAAAAAAAAgE/APYlH-tkWOM/s220/fotokusexy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13678147.post-2460535919818714843</id><published>2007-11-12T02:41:00.001+07:00</published><updated>2011-06-12T02:08:30.358+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='jalanjalan'/><title type='text'>Jum'at,Sabtu,Minggu</title><content type='html'>Jum'at pagi yang basah, sisa guyuran hujan semalaman tak menyurutkan langkahku menuju Stasiun tua yang berdiri pucat di sudut kota itu. Stasiun itu masih sepi saat aku menemukan sesobek kertas tak bertanggal bertuliskan,"&lt;em&gt;tak ada kata terlambat bagi kereta yang datang kemudian, lantaran kesempatan untuk menunggu adalah peluang bagi kemungkinan yang tak terduga&lt;/em&gt;".&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt; Dan benar saja, kegiatan menunggu itu memang membuatku bisa membuka kembali lembar-lembar ingatan yang membentang di sekujur malam-malam yang kumal. sejumput mimpi kubungkus pagi ini, terbayang senyummu yang samar didinding terbakar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jum'at siang yang sejuk dan kering di joglo Cepuri Parangkusuma, sebutir mimpi kucuri dari pias wajahmu yang kelelahan. Ada kedamaian menghampar dari pejam matamu. Sisa kelelahan dalam rentang perjalanan membuatku nanar menatap ungu ragumu. Hari belum beranjak sore saat kugamit langkah menuju tangga batu yang tersusun acak di kerindangan Makam Syech Maulana. Lanskap yang terhampar serta dada yang berdebar menunggu malam di reriungan canda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jum'at sore luput menangkap sunset yang bersembunyi disebalik kelam awan. Mungkin hujan deras di utara, sedang kita disini masih juga saling menrjemahkan tanda-tanda. Dibibir pantai ini, seulas senyummu menyejukkan bathinku, menjinakkan darahku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat senja menjelma malam, dalam deru ombak yang hingar, bergelas-gelas kata kita bakar. Dan malampun lewat. Tanpa kata tanpa suara. Hanya beku angin mengabarkan mimpi yang tertunda. Hanya dengkur berpacu dalam dekapmu yang hangat dan damai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terimakasih karena kau perkenankan menjemput pagi bersamamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabtu siang di terminal yang bising, tak pernah kuucap selamat jalan, karena bagiku kemanapun engkau menjejakkan kaki, kau tak pernah berada dimana-mana selain senantiasa tinggal dalam ceruk bathinku yang membiru oleh lumut waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka kuperkenankan siang membawamu berlalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sore, di mobil Agus Noor yang melaju mengantarku menuju Sewon, aku lebih banyak terdiam. Titik-titik air yang basah itu mengingatkanku pada seuntai cerita yang dibawa oleh kemarin. Masing-masing punya cara tersendiri, masing-masing punya jalan untuk menggerakkan kaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabtu malam di lapangan depan Teater Arena ISI, bersama kawan-kawan kami menenggelamkan diri dalam putaran kisah yang dipaparkan teman-teman dari Sanggar Kampoeng Seni Banyoening.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sengaja aku ketempat ini bukan semata menghindari acara di tempat lain. Namun lebih sebagai bentuk kecintaanku yang bisa jadi berlebihan kepada makhluk yang bernama teater.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ngobrol dengan Dwi sebelum masuk ke ruang diskusi. Tiba-tiba saja bayangmu melintas. Bersama seonggok jagung bakar dan derai tawa yang entah dari mana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usai segalanya, kukendarai malam membelah kota bersama Joni Ariadinata. Di perempatan Gondomanan kami berpisah. Joni pulang ke Gamping dan aku melanjutkan langkah menuju kawasan Gowok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minggu siang di kamar Koto kurebahkan lelah sampai sore membangunkanku pergi ke kantor. Entah kantor yang mana, entah kantor siapa.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13678147-2460535919818714843?l=caturstanis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://caturstanis.blogspot.com/feeds/2460535919818714843/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13678147&amp;postID=2460535919818714843' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13678147/posts/default/2460535919818714843'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13678147/posts/default/2460535919818714843'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://caturstanis.blogspot.com/2007/11/jumatsabtuminggu.html' title='Jum&apos;at,Sabtu,Minggu'/><author><name>si catur yang stanis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13189455304779430985</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://4.bp.blogspot.com/-kbh657p_pUE/Tq-w92mLRRI/AAAAAAAAAgE/APYlH-tkWOM/s220/fotokusexy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13678147.post-8222252529774389511</id><published>2007-10-31T01:51:00.001+07:00</published><updated>2011-06-12T02:09:55.415+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='catatan peristiwa'/><title type='text'>Dalam Bayangan Tuhan Bersama Peron</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Seorang kawan mengajakku ke Stage Tari Tedjakusuma FBS UNY buat nonton pertunjukan teater dari komunitas Peron, FKIP UNS. Ada tiga alasan utama aku mengharuskan diri hadir ditempat itu, &lt;em&gt;pertama&lt;/em&gt; adalah naskah Arifin Chairin Noer yang ini secara pribadi cukup menggedor rasa penasaranku. Yang &lt;em&gt;kedua&lt;/em&gt;, Peron adalah teater berbasis kampus, sesuatu yang sedang dan akan kuperjuangkan keberadaannya sampai kapanpun.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt; Yang &lt;em&gt;terakhir&lt;/em&gt; adalah stage tempat mereka pentas kali ini adalah satu ruang yang sangat bernilai sejarah bagi kehadiranku di wilayah kesenian. Karena dulu sekitar akhir 80an sampai pertengahan 90an, tempat itu menjadi semacam gua garba pengolahan kreativitas yang turut andil melahirkan banyak nama-nama seniman dan pekerja seni di kota Jogja ini.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;#1&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Naskah Ariefin C Noer ini pertama kali kubaca dari majalah sastra Horison terbitan tahun 1984 (kalau ngga salah ingat). Yang kubeli di Pasar Buku Shoping sekitar tahun 90an. Pertama kali saat kubaca naskah itu, terbayang kegilaan kontemplatif terhampar di ruang imajinasiku. Aku membayangkan sebuah hiruk pikuk yang senyap serta kesibukan yang kosong. Semacam penanda yang ditinggalkan Arifin C Noer sendiri melalui dialog-dialog cerdas yang di presentasikan oleh tokoh-tokohnya dalam drama ini. Adalah Sandek, tokoh utama dalam sandiwara ini yang sangat memahami ketokohannya, tiba-tiba di benturkan untuk berkonfrontasi langsung dengan Direktur Umum yang tak lain adalah “alter ego”nya sendiri. Dari sinilah konflik dibangun antara dua(?) tokoh yang sesungguhnya “satu” itu. Pilihan bentuk Realisme Epik seperti yang diusung oleh Bertold Brecht, memudahkan drama ini diterima sebagaimana halnya guyon parikeno seperti yang lazim hadir di banyak drama tradisional kita dan diadopsi oleh Dagelan Mataram maupun Srimulat. Perpindahan karakter dari satu tokoh untuk berlaku seolah-olah sebagai tokoh yang lain memungkinkan drama ini dimainkan dalam tempo yang se “cair” mungkin tanpa kehilangan kecerdasan dalam memainkan timing. Bukan saja aktor yang menguasai plastisitas olah vokal serta kepiawaian keluar masuk dari satu karakter ke karakter yang lain dalam intensitas yang sama. Pun juga sutradara yang harusnya mumpuni dalam mengelola energi managerial estetika pertunjukan. Permainan grouping serta koor dari elemen pendukung pementasan ini bukan saja dimaksudkan sekadar jeda intermeso namun juga memperkuat intensitas emosi permainan. Inilah sesungguhnya kekuatan Arifin C Noer sebagai pengusung surealisme yang cerdas dan tak terjebak dalam mistifikasi salah kaprah seperti yang sering diperagakan oleh sutradara sinetron kita yang membikin drama hidayah jadi penuh kemubadziran. Inilah langkah maju yang dilakukan Arifin C Noer yang bahkan tak pernah dipikirkan oleh para penggagas surealisme di Eropa sana. Surealisme Arifin C Noer adalah surealisme dengan muatan kompleksitas psikologis yang kental dan khas Indonesia (baca: timur) serta tidak hanya terjebak dalam satu frame pemahaman tertentu, sebagaimana yang lazim muncul dalam ranah pemikiran surealisme eropa. Meruang sekaligus menguasai dengan berbagai singgungan pemahaman untuk sampai pada simpul yang dibikin untuk tidak harus jelas (mengganjal dan gatal). &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;#2&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Bagaimana dengan pertunjukan Komunitas Peron yang aku tonton saat itu? Permasalahan keaktoran agaknya menjadi masalah tersendiri. Si Pemeran Sandek (Adi Nurrohman) perlu lebih banyak lagi melatih plastisitasnya didalam olah vokal. Hal ini sangat dibutuhkan untuk mempertajam karakteristik Sandek sebagai pemeran dan Sandek sebagai tokoh sandiwara ini. Berikutnya adalah persoalan intensitas penghayatan yang kelihatan terbata-bata diperagakan oleh pemeran Ibu Tua ( Tanti Yossita). Teknik muncul yang cukup mencekam jadi runtuh manakala ibu tua itu kehilangan karakter ketuaannya justru setelah mengeksplor vokalnya. Karakter sebagai ibu tua yang kenyang derita karena lama mencari anak kandungnya tak nampak sama sekali. Beberapa timing yang dibangun melalui sentuhan musikal menjadi kurang pas dan cenderung mengganggu pengadeganannya, seperti terlihat saat Sandek terlibat pembicaraan seru dengan Direktur Umum, tiba-tiba alunan musik Jimbe masuk membuyarkan. Mungkin pengennya mendekati suara degup jantung namun justru jadi kehilangan denyut hidup. Suara genta atau klenengan yang dipukul berulang dalam satu nada berjarak (monotone) justru saya kira lebih memberi sugesti kuat bagi efek mencekam yang ingin ditimbulkannya. Adegan rumah yang sakit dengan epidemi batuknya agak berlebihan kurasa. Menjadi janggal melihat paramedis yang datang tanpa masker penutup hidung dan mulut. Pemeran anak-anak masih terlihat terlalu dewasa dan kemanjaan Oni (isteri Sandek) tak begitu nampak. Beberapa permainan grouping dari pemain cukup mengasyikkan dinikmati. Terutama pada saat si ibu tua melancarkan kutukan yang akhirnya gagal itu. Bagian inilah yang paling bisa saya nikmati dari sepanjang pertunjukan Komunitas Peron malam itu. Setidaknya Komunitas Peron sudah mencoba selebihnya tegur sapa seperti ini, menjadi tradisi yang asyik untuk kita kembang teruskan. Maju terus Peron. Sekali berbuat pantang untuk diundurkan. Apalagi almarhum Arifin C Noer cukup memberi penanda jelas dalam karyanya ini dengan syairnya:&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;Beratus-ratus tahun sudah&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;Kita tak pernah istirah&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;Betapa panjang ini perjalanan&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;Betapa panjang bayangan Tuhan&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;Betapa menyilaukan cahaya Tuhan&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;Kadang membutakan &lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;Kadang membutakan&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Begitulah dalam melihat Tuhan. Jangankan aku dan engkau kawan, yang sekadar hanya manusia teater yang ala kadarnya. Lha wong yang namanya kanjeng Nabi Musa AS kekasih Allah itu saja bisa pingsan berkeping-keping karena nanar oleh sapuan pendar cahayaNya. Apalagi kita. Dan atau lebih-lebih apalagi hanya kita, yang dengan segala keterbatasan mencoba menangkap bayanganNya. Tak ada gading yang tak retak. Selalu ada waktu bagi kerendah hatian untuk menemukan cara bagi perbaikan diri. Selebihnya kita serahkan pada keluasan semesta untuk menakarnya. Maju terus. Akulah pendukungmu wahai umat teater kampus. Sambil terngiang kata-kata Sandek yang menggedor bathinku, kusudahi tulisan ini sambil berharap semoga segera muncul penulis drama sekaliber Arifin Chairin Noer yang cerdas dan kreativ di bumi ini, bumi Indonesia yang semestinya kita cintai dengan kesungguhan hati bersama ini. Semoga.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;::Sepulang Nonton, seusai ngobrol dengan Mujibur Rohman dan Amin::&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13678147-8222252529774389511?l=caturstanis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://caturstanis.blogspot.com/feeds/8222252529774389511/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13678147&amp;postID=8222252529774389511' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13678147/posts/default/8222252529774389511'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13678147/posts/default/8222252529774389511'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://caturstanis.blogspot.com/2007/10/dalam-bayangan-tuhan-bersama-peron.html' title='Dalam Bayangan Tuhan Bersama Peron'/><author><name>si catur yang stanis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13189455304779430985</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://4.bp.blogspot.com/-kbh657p_pUE/Tq-w92mLRRI/AAAAAAAAAgE/APYlH-tkWOM/s220/fotokusexy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13678147.post-8002821051509746030</id><published>2007-09-22T12:32:00.001+07:00</published><updated>2011-06-12T02:11:47.420+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='catatan peristiwa'/><title type='text'>Interview With Catur Stanis</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="color: #cc33cc;"&gt;Catur Stanis &lt;/span&gt;mencoba menjawab pertanyaan beberapa rekan dalam sebuah perbincangan di salah satu ruang publik di Jogja, suatu malam. Saat itu seperti biasa, &lt;span style="color: #cc33cc;"&gt;Catur Stanis&lt;/span&gt; tengah asyik menekuri kesendiriannya dalam balutan aroma kopi yang kental dan tentu saja pahit. Yang juga turut hadir dalam pertemuan tak terduga itu adalah Mas &lt;span style="color: #33cc00;"&gt;Abimanyu&lt;/span&gt; seorang penyair muda yang buku kumpulan puisinya telah terbit, serta mbak &lt;span style="color: #ff6600;"&gt;Srikandi&lt;/span&gt;, penulis beberapa novel yang cukup atraktif.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #ff6666;"&gt;Srikandi&lt;/span&gt; : Kenapa Anda memilih untuk bersikap konfrontatif terhadap lembaga seperti TBY?&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #cc33cc;"&gt;Stanis&lt;/span&gt; : Pertama bisa jadi kekecewaan, tapi itu tidak begitu penting. Yang kedua dan terutama adalah justru penegakan nilai-nilai keadilan.&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #33cc00;"&gt;Abimanyu&lt;/span&gt; : (Menyela) Maaf, yang Bung maksud dengan keadilan itu bagi siapa? Bagi diri sendiri, orang lain atau bagi siapa ?&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #cc66cc;"&gt;Stanis &lt;/span&gt;: (Sambil tersenyum bijak), Tentunya awalnya bagi diri sendiri namun lantas aku melihat kemungkinan lebih luas bagi sesama.&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #ff6666;"&gt;Srikandi&lt;/span&gt; : Bisa dijelaskan secara lebih kongkrit, kira-kira bentuk keadilan seperti apa yang Anda inginkan?&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #cc66cc;"&gt;Stanis&lt;/span&gt; : Yang harus diingat adalah, lembaga semacam Taman Budaya itu memiliki kewajiban moral untuk melakukan pembinaan terhadap kesenian dan senimannya. Menjadi naïf saya kira kalau seorang peternak sapi perah berharap mendapatkan hasil susu yang berkualitas tanpa menyediakan rumput yang segar serta tersedianya kandang yang kondusif bagi tumbuh dan kembangnya sapi itu.&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #33cc00;"&gt;Abimanyu&lt;/span&gt; : Maaf, apa hubungannya antara seniman dan sapi perah?&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #cc66cc;"&gt;Stanis &lt;/span&gt;: (Sembari mengulum senyumnya) Tentu saja ada kawan. Kalau lembaga seperti Taman Budaya tidak mau (Bukannya tidak mampu lho!) Ikut memikirkan kesejahteraan seniman, berarti dia (lembaga itu) sudah mengingkari hukum pendiriannya.&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #ff6666;"&gt;Srikandi&lt;/span&gt; : Bagaimana dengan sinyalemen bahwa setelah otonomi daerah, lembaga seperti TBY ini jadi terpangkas sumber dananya?&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #cc66cc;"&gt;Stanis&lt;/span&gt; : Saya tidak menafikan hal itu, tapi kalau pengelola TBY mau kreativ dalam mendaya gunakan potensinya, bisa saja mereka merangkul pihak swasta. Semacam mekanisme kerjasama seperti yang galib dilakukan di antara kawan-kawan EO.&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #33cc00;"&gt;Abimanyu&lt;/span&gt; : Iya ya. Tapi kenapa hal ini tak dilakukan?&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #cc66cc;"&gt;Stanis&lt;/span&gt; : Jangankan berpikir tentang sesuatu yang inovativ, untuk memulai sesuatu yang bisa melibatkan semua kalanganpun nampaknya TBY ogah-ogahan. Mereka cukup puas berposisi sebagai birokrat seni dan pegawai yang sok nyeniman. Padahal samasekali tak berpihak pada kehidupan seniman.&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #ff6666;"&gt;Srikandi &lt;/span&gt;: Ada contoh kongkretnya?&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #cc66cc;"&gt;Stanis&lt;/span&gt; : Lihat saja Sosietet yang berdiri pongah dengan harga sewa yang tak murah itu. Hanya yang mempunyai uang yang bisa menyewa gedung yang konon representative untuk pertunjukan itu.&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #33cc00;"&gt;Abimanyu&lt;/span&gt; : Kalau menurut anda, sepadankah harga sewa itu dengan fasilitas yang diberikan VOC eh Sosietet itu?&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #ff6600; font-style: italic;"&gt;Setelah tertawa bergelas-gelas. Dan menyeruput kopi masing-masing yang mulai dingin, &lt;span style="color: #cc33cc;"&gt;Stanis &lt;/span&gt;melanjutkan sabdanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #cc33cc;"&gt;Stanis&lt;/span&gt; : Disitulah sebetulnya salah satu kejanggalan yang sering menjadi kejengkelan diantara kawan-kawan pengguna gedung kesenian yang untuk mengongkosi pendiriannyapun harus tega menggusur otoritas ruang ekonomi bakul palawija, yang nota bene adalah rakyat kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SEPERTI KITA TAHU, SOSIETET BERFUNGSI SEBAGAI SEMACAM PENGGANTI SENISONO YANG TELAH DI GUSUR UNTUK PERLUASAN GEDUNG AGUNG.SEKITAR TAHUN 1991-1992 SENIMAN DI JOGJA TERGABUNG DALAM DKSI (DEWAN KESENIAN SWASTA INDONESIA) MENCOBA UNTUK MELAKUKAN AKSI MENOLAK PEMBONGKARAN SALAH SATU BANGUNAN YANG MERUPAKAN HARGA DIRI HATI NURANI RAKYAT ITU.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #cc33cc;"&gt;Stanis&lt;/span&gt; : Maka menjadi sebuah kewajaran apabila di era tumbangnya wadah tunggal (sebagaimana menjadi sesuatu yang lazim dahulu kala di era ORBA), saat ini siapapun saja bisa dan boleh membangun wadahnya sendiri untuk media bagi kegelisahan bersama.&lt;br /&gt;So, tak ada alasan untuk menolak hadirnya Lembaga Kesenian Swasta. Kalau memang kinerja Lembaga Kesenian Negara tak lagi becus menghargai kesenian dan senimannya, maka kami memberi tawaran lebih yang tak juga mereka berikan.&lt;br /&gt;Mas &lt;span style="color: #33cc00;"&gt;Abimanyu&lt;/span&gt; dan Mbak &lt;span style="color: #ff6600;"&gt;Srikandi&lt;/span&gt; manggut-manggut penuh irama dan Catur Stanis meneruskan kata-katanya.&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #cc33cc;"&gt;Stanis&lt;/span&gt; : Atas dasar itulah Solidaritas Indonesia Untuk Teater Jogja mempermaklumkan keberadaannya. Ditengah situasi serba canggung serta kurangnya aspirasi para pengemban amanat kebudayaan negeri ini menjalankan fungsinya.&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #ff6600;"&gt;Srikandi&lt;/span&gt; : (setelah menyeruput teh jahe serta mengganyang ketela rebusnya) Untuk itulah anda menggalang kekuatan.&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #cc33cc;"&gt;Stanis &lt;/span&gt;: Tidaklah sesederhana itu persoalannya. Pertama, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Teater berbasis kampus&lt;/span&gt; ini sekarang bergerak hampir tanpa pembela. Mereka dibiarkan sendirian untuk bertahan hidup. Kedua, soal estetika yang dipaksakan. Bagi saya biarkan saja &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Teater berbasis kampus&lt;/span&gt; dengan estetika mereka sendiri. Tanpa intervensi berlebihan dari pihak diluar kampus. Apalagi para petualang yang justru bisa merusak eksistensi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Teater berbasis kampus&lt;/span&gt; itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #33cc00;"&gt;Abimanyu&lt;/span&gt; : Sebegitu menyeramkankah kondisi yang di hadapi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Teater berbasis Kampus&lt;/span&gt;?&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #cc33cc;"&gt;Stanis&lt;/span&gt; : Mungkin yang terjadi lebih dahsyat lagi. Saya justru sedang berupaya untuk menghaluskannya dengan semacam &lt;span style="font-style: italic;"&gt;eufimisme&lt;/span&gt; tertentu, agar orang tidak lekas gampang kaget dan kemudian jadi jantungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13678147-8002821051509746030?l=caturstanis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://caturstanis.blogspot.com/feeds/8002821051509746030/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13678147&amp;postID=8002821051509746030' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13678147/posts/default/8002821051509746030'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13678147/posts/default/8002821051509746030'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://caturstanis.blogspot.com/2007/09/interview-with-catur-stanis.html' title='Interview With Catur Stanis'/><author><name>si catur yang stanis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13189455304779430985</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://4.bp.blogspot.com/-kbh657p_pUE/Tq-w92mLRRI/AAAAAAAAAgE/APYlH-tkWOM/s220/fotokusexy.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13678147.post-3967779657725168395</id><published>2007-09-01T14:23:00.001+07:00</published><updated>2011-06-12T02:16:15.591+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ngobrolin teater'/><title type='text'>Jelajah Jogja</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Ada kabar kudengar dari arah selatan kota Jogja sebuah Parade Teater Realis di salah satu perguruan tinggi seni dikota ini. Kulewatkan waktu bersama mereka dan sempat &lt;em&gt;&lt;span style="color: #ff6600;"&gt;ngobrol&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; dengan beberapa pelakunya. Ada segurat kegelisahan selebihnya tinggal pengulangan&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt; yang berkedok pada konsekwensi akademik. Ada baiknya memang pelajar yang belajar teater itu dikenalkan pada teater realis konvensional, sebagaimana yang lazim terjadi pada mata kuliah kajian drama di institusi pendidikan yang lain seperti UNY misalnya. Meski tidak harus, namun setidaknya mengenalkan pada mereka batasan mana yang boleh dan tidak, sebagaimana lazimnya dalam "hukum" drama. Seenggaknya kelak bila ada kesempatan bagi mereka untuk melakukan penjelajahan estetik melalui eksperimentasi bentuk garapan, diupayakan tidak terjebak pada sekadar &lt;em&gt;lari dari yang biasanya hanya untuk biar keliatan beda&lt;/em&gt;, tanpa dikuasainya secara baik dan benar materi dasar yang konon bersumber dari konvensi dramaturgi. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Perdebatan mengenai perlu tidaknya konvensi itu dikenalkan dikalangan akademisi teater itu memang naga-naganya perlu ditelisik ulang juga. Mengenai ketidak setujuan beberapa kalangan, lebih pada belum dicapai titik temu dari komunikasi yang sering sendat diwilayah kesenian seperti teater. Maka bagi saya yang bukan akademikus di bidang teater, persoalannya menjadi lebih sederhana. Kalau saya suka akan saya nikmati, kalau &lt;em&gt;ndak&lt;/em&gt;...maka saya akan memilih bentuk ungkap yang berbeda dari yang ditawarkan. &lt;em&gt;Itu saja kok repot&lt;/em&gt;. Tapi memang sudah kodratnya barangkali, esensi drama adalah konflik itu sendiri, maka menjadi sebuah kewajaran pula bila yang kita saksikan di Jogja akhir-akhir ini, lebih pada hingar-bingar peristiwa diluar panggungnya dari pada aksi diatas panggung yang lebih sering senyap lantaran masyarakat yang potensial menjadi penonton kebanyakan enggan untuk keluar rumah menyaksikan pertunjukan teater dan memilih "&lt;em&gt;kemulan sarung&lt;/em&gt;"sembari melototi acara iklan dengan selingan sinetron itu. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Oahemmm...tiba-tiba rasa kantuk mendera saya tanpa tahu lagi kemana badan ini mesti direbahkan untuk sekadar mengusir lelah, karena sampai detik ini ternyata &lt;span style="color: #33ff33;"&gt;&lt;span style="color: #33cc00;"&gt;Taman Budaya di Jogja&lt;/span&gt; &lt;span style="color: #ff6666;"&gt;tak menyediakan fasilitas&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: #33cc00;"&gt;semacam Wisma Seni&lt;/span&gt;, jadilah saya tidur bersama &lt;em&gt;tekyan&lt;/em&gt; sembari mendekap mimpi ditengah bingar kota yang makin lama tak bersahaja ini. &lt;strong&gt;Brand image&lt;/strong&gt; sebagai &lt;em&gt;never ending asia&lt;/em&gt; tertelan oleh kibasan sayap pongah kapital hingga lebih terdengar sebagai Jogja Never Ending Belanja (hahaha). &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sebaiknya aku memilih untuk tidur saja, semoga mimpiku kali ini belum juga di beri label harga standar mal dan plasa serta dijual ketengan di kolong tukang loak. Dan yang paling gratis dalam hidup ini adalah &lt;em&gt;tidur&lt;/em&gt; dengan segala konsekwensinya.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13678147-3967779657725168395?l=caturstanis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://caturstanis.blogspot.com/feeds/3967779657725168395/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13678147&amp;postID=3967779657725168395' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13678147/posts/default/3967779657725168395'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13678147/posts/default/3967779657725168395'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://caturstanis.blogspot.com/2007/09/jelajah-jogja.html' title='Jelajah Jogja'/><author><name>si catur yang stanis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13189455304779430985</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://4.bp.blogspot.com/-kbh657p_pUE/Tq-w92mLRRI/AAAAAAAAAgE/APYlH-tkWOM/s220/fotokusexy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13678147.post-2793535540436513430</id><published>2007-08-31T15:01:00.001+07:00</published><updated>2011-06-12T02:19:56.131+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Teater di Jogja'/><title type='text'>The PARTY'S Coming Up</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Salam Budaya, &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Salam Kreativitas Tiada Henti&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Salam Teater Jalan Terus&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Menindak lanjuti acara ngobrolin teater di Pub Ringan, jalan Petung&lt;br /&gt;22 Papringan Yogyakarta seputar akhir Januari sampai akhir Maret&lt;br /&gt;2007, yang baru lalu, maka saya sebagai salah satu oknum yang&lt;br /&gt;berkenan memungkinkan acara itu ada dan tentu saja tanpa menafikan&lt;br /&gt;peran penting dari beberapa elemen teater yang hadir dan turut&lt;br /&gt;terlibat dalam pembicaraan yang santai dan diiringi taburan aroma&lt;br /&gt;harum kopi itu, maka saya perlu mereview kembali melalui milis kita&lt;br /&gt;ini, beberapa pernyataan saya mengenai "Teater Berbasis Kampus".&lt;br /&gt;Pertama adalah sebuah upaya untuk menghindari pengkutuban yang&lt;br /&gt;sejatinya tidak perlu ada namun cenderung telanjur telah tercipta&lt;br /&gt;tentang dikotomi teater kampus dan non kampus (untuk merujuk pada&lt;br /&gt;komunitas teater yang hidup dan berkembang diluar kampus)&lt;br /&gt;Kenapa saya memilih untuk tidak menggunakan istilah teater kampus&lt;br /&gt;dan non kampus? Semata mengingat dari wacana sejarah teater modern&lt;br /&gt;negeri ini, hampir tidak ada teater (modern) yang sungguh-sungguh&lt;br /&gt;murni terlepas dari pengaruh kehidupan kampus.&lt;br /&gt;Menyebut beberapa nama kelompok teater dinegeri ini yang terlanjur&lt;br /&gt;dikenal, itupun tak lepas dari pengaruh para pengelolanya yang&lt;br /&gt;terdiri atas sekumpulan manusia yang pernah mengenyam pendidikan&lt;br /&gt;ataupun bersentuhan secara langsung maupun tidak dengan kehidupan&lt;br /&gt;kampus.&lt;br /&gt;Sayapun termasuk orang yang sepakat bahwa toleransi yang berlebihan&lt;br /&gt;serta penggunaan bahasa permakluman yang tidak proporsional didalam&lt;br /&gt;menimbang serta menakar kreativitas temen-temen teater kampus,&lt;br /&gt;justru bisa berakibat fatal pada terjadinya pola pengerdilan atas&lt;br /&gt;teater yang berbasis kampus tersebut.&lt;br /&gt;Untuk itu saya mengajak kawan-kawan teater untuk menggairahkan&lt;br /&gt;kembali diskusi usai pentas yang akhir-akhir ini mengalami bukan&lt;br /&gt;saja kelesuan namun yang cukup menggelisahkan adalah kenyataan bahwa&lt;br /&gt;ada sementara komunitas teater (di Jogja) yang menunjukkan sikap&lt;br /&gt;apriori berlebihan serta terjebak dalam "diskusio-phobi" yang&lt;br /&gt;sungguh-sungguh tiada perlu.&lt;br /&gt;Semoga sedikit tegur sapa ini menggugah kita semua khususnya saya,&lt;br /&gt;untuk mampu memperjalankan kehidupan berteater secara lebih sehat&lt;br /&gt;dan manusiawi.&lt;br /&gt;Aku ajak engkau semua sahabat-sahabat teaterku di Jogja ini&lt;br /&gt;seperti :&lt;br /&gt;Teater Gadjah Mada (UGM),&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Teater Eska (UIN Suka), &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;UNSTRAT (UNY),&lt;br /&gt;Senthir (UNWAMA), &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dokumen (Widya Mataram), &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Lancong (AMPTA), &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Seriboe Djendela (Sanata Dharma), &lt;/div&gt;Tuju Gerbang (AKAKOM), &lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kebon Teboe (STIE YKPN), &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;24 (AA YKPN), &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;26 (AMP YKPN), &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Lilin (Atma Jaya), &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Global (AMA), &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tangga (UMY), &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Jurusan Teater ISI, &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;EX ASDRAFI,&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Hijau Daun (INSTIPER),&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kahista (UNPROK),&lt;br /&gt;Klenik (UNCOK),&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Apakah (FH UGM), &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Rapat (Psikologi UGM), &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Terjal (FIB UGM), &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Retorika (Filsafat UGM), &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Vena (FKH UGM),&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Koin (FE UII),&lt;br /&gt;Djemuran (FT UII), &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Parkir (Psikologi UII), &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sekrup (FMIPA UNY),&lt;br /&gt;Relung (Jur Bhs Inggris FBS UNY), &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ada (FBS UTY), &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Neraca (FE UTY),&lt;br /&gt;Lobby Doea (STPMD APMD), &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Air (STTL), &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Bening (STIS),&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Seni (UPN),&lt;br /&gt;Soekma (ABA YIPK), &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sempat (PPKP UNY) &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;serta yang lainnya karena keterbatasan daya ingat tak sempat tercatat semua-muanya yang turut mengharumkan Jogja melalui kreativitas... aku kangen kalian!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam Manis&lt;br /&gt;Catur Stanis &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;The President of PARTY&lt;br /&gt;::Pengusung Spanduk bertuliskan "Theatro Ergo Sum"::&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13678147-2793535540436513430?l=caturstanis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://caturstanis.blogspot.com/feeds/2793535540436513430/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13678147&amp;postID=2793535540436513430' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13678147/posts/default/2793535540436513430'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13678147/posts/default/2793535540436513430'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://caturstanis.blogspot.com/2007/08/salam-budaya-menindak-lanjuti-acara.html' title='The PARTY&apos;S Coming Up'/><author><name>si catur yang stanis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13189455304779430985</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://4.bp.blogspot.com/-kbh657p_pUE/Tq-w92mLRRI/AAAAAAAAAgE/APYlH-tkWOM/s220/fotokusexy.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13678147.post-3396407349302193592</id><published>2007-08-06T18:40:00.001+07:00</published><updated>2011-06-12T02:23:38.478+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ngobrolin teater'/><title type='text'>:Ngobrolin Teater</title><content type='html'>Anggauta milis yang budiman...sepuluh hari sesudah kuketikkan tulisan ini, milis kita tercinta akan segera memasuki tahun pertamanya berselancar di wilayah cyber. Tepatnya pada 14 Januari 2006. Sebagaimana lazimnya sebuah peringatan hari kelahiran, maka beberapa penggagas, pemrakarsa serta pengelola milis ini, beberapa waktu yang lalu telah bertemu dan duduk satu tikar di markas besar CS HOT (CaturStanis House Of Theatre), dikawasan Condongcatur Yogyakarta.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt; Kantor yang tak begitu luas dan sepertinya memang jauh dari perawatan yang memadai sebagaimana layaknya sebuah ruang kantor itu telah &lt;em&gt;dijubeli&lt;/em&gt; oleh ketiga "Trimurti" pendiri,penggagas sekaligus pengelola CS HOT yang merupakan lembaga resmi pemangku milis "Ngobrolin_Teater"kita yang tercinta ini.Mereka adalah; &lt;strong&gt;CN Graha&lt;/strong&gt;, penyair yang bersetubuh dengan kesenyapan sunyi, &lt;strong&gt;Catur Stanis&lt;/strong&gt;, Aktor penyendiri yang menyukai kesunyian yang baru saja menyelesaikan pentas tiga kotanya menggiring "Anjing Kudisan" di Jogja-Bandung dan Lampung, serta tak ketinggalan Remon Concat sang Penjaga Hati Wanita penderita penyakit kronis Syndroma of Woman oriented yang tak terobati itu. Bertemu dalam obrolan hangat seputar gagasan mewujudkan &lt;em&gt;Ngobrolin Teater Live&lt;/em&gt; di Markas Besar CS HOT, dijl.Menur III/56, Perumnas Condongcatur, Yogyakarta. Gagasan itu muncul dari beberapa desakan kawan-kawan Jaringan KerjaTeater Kampus (JAKET KAMPUS) yang tidak bisa tidak merupakan &lt;em&gt;embrio&lt;/em&gt; bagi lahirnya jabang bayi &lt;strong&gt;Ngobrolin_Teater&lt;/strong&gt; pada 14 Januari 2005 lalu. Dari pergesekan kreativ dikalangan teater kampus itulah, maka CS HOT menemukan media pemenuhannya bagi aktualisasi serta kebutuhan silaturahmi dikalangan masyarakat teater, bukan saja di Jogja melainkan juga di seluruh penjuru dunia, melalui kendaraan internet. Dalam kesempatan ini, tak lupa kami haturkan terimakasih banyak dan banyak-banyak terimakasih kepada Yahoogroups, yang telah memungkinkan semua ini ada dan maujud bersama. Juga tak lupa ucap terimakasih yang tak terhingga kepada Google, sebagai asisten paling cerdas(setidaknya) untuk saat ini. Juga tentu saja tak kalah pentingnya adalah, ucapan terimakasih secara tulus bersama ikhlas kepada semua member milis &lt;strong&gt;Ngobrolin_Teater&lt;/strong&gt; dimanapun anda berada.Kepada siapa milis ini dipersembahkan, semoga anda semua dapat menikmati kemanfaatan dari milis ini.Salam kami ucapkan kepada para pengelola milis sejenis ini, yang telah berkiprah mendahului kami, seperti &lt;em&gt;Forum Teater Indonesia&lt;/em&gt; maupun &lt;em&gt;Pojok Teater&lt;/em&gt;. Terimakasih atas kerja barengnya yang cukup mesra selama ini.Dari lubuk terdalam dihati kami bertiga, kami ucapkan terimakasih karena kalian semua masih mau berbuat bagi teater yang lebih baik lagi.Kepada rekan-rekan pekerja teater, Aktor, make-uper, Skenografer, Lighting Designer, Stage Manager, Programer, scriptwriter, serta semua dan siapapun saja yang terlibat secar aktif diwilayah pertunjukan teater, kami ucapkan terimakasih sebesar-besarnya atas perhatian yang indah dan membahagiakan selama ini. Semoga ditahun-tahun yang akan kita jelang mendatang, kita dapat melakukannya lebih dan lebih baik lagi. Selamat berbuat bagi teater...dan saatnya untuk menegakkan harkat dan martabat perteateran ditengah arus deras hedonisme yang menggejala bagai sesuatu yang biasa-biasa saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Condongcatur, saat malam mengetuk pintu pagi dan anjing dikejauhan melolong entah lapar, entah mengutuki nasibnya karena menjadi anjing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contact Person Kami:+6281904216915&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13678147-3396407349302193592?l=caturstanis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://caturstanis.blogspot.com/feeds/3396407349302193592/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13678147&amp;postID=3396407349302193592' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13678147/posts/default/3396407349302193592'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13678147/posts/default/3396407349302193592'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://caturstanis.blogspot.com/2007/08/mengenang-yang-pernah-ada-ngobrolin.html' title=':Ngobrolin Teater'/><author><name>si catur yang stanis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13189455304779430985</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://4.bp.blogspot.com/-kbh657p_pUE/Tq-w92mLRRI/AAAAAAAAAgE/APYlH-tkWOM/s220/fotokusexy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13678147.post-7390067313636456788</id><published>2007-07-31T03:00:00.001+07:00</published><updated>2011-06-12T02:29:19.895+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ngobrolin teater'/><title type='text'>Siapa Bapak Teater?</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Dulu pernah dalam sebuah perbincangan angkringan di salah satu sudut kota Jogja suatu malam, saya bersama rekan-rekan mencoba mencarijawab atas pertanyaan nakal. "Kalau Palang Merah punya bapak namanyaHenry Dunant serta Gerakan Pramuka punya Lord Badden Powell. Kira-kira Dunia Teater siapa ya 'bapak'nya?"&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Tanpa bermaksud mengecilkan peran tokoh-tokoh yang lain,Drama Realistak mungkin menghilangkan peran yang terlanjur ditanamkan olehpeletak dasar akting didalam teater modern yang pengaruhnyapun terasasampai hari ini.Bahkan sejarah perfilman di Hollywood sendiri tak pernah bisamengenyahkan dari ingatan akan nama-nama besar seperti Marlon Brando,Robert De Niro, Dustin Hofman serta Al Pacino maupun banyak yanglainnya. Yang kesemuanya pernah merasakan sentuhan pola latihan "TheMethod"Pun juga buku yang pernah dijadikan rujukan internasional dalam duniaseni peran seperti "Acting Is Believing" juga tak bisa disterilkandari pemikiran pria kelahiran Moskwa satu itu.Siapakah Konstantin Stanislavsky itu? mari kita simak tulisan yangsengaja saya kutip utuh dari versi bahasa inggrisnya ini. Sebetulnyasaya pengen mengutip langsung dari versi bahasa Rusia, tapi nalurikekhawatiran saya mengatakan,"Slow wae Nis, tidak semua orang pahamdengan Bahasa Rusia". Memang agak susah dipahami, sebagaimana halnyakadang bagi banyak orang catur stanispun susah dipahami, hahaha.Wis lah daripada lebih panjang pengantarnya, silahkan menikmati...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Born in Moscow in 1863, Constantin Sergeyevich Stanislavsky had amore profound effect on the process of acting than anyone else in thetwentieth century. At age 14, Stanislavsky joined a theatrical grouporganized by his family, and soon became its central figure.Throughout the late 1800s he improved as an actor and began toproduce and direct plays. It was his assertion that if the theaterwas going to be meaningful it needed to move beyond the externalrepresentation that acting had primarily been. Over forty years hecreated an approach that forefronted the psychological and emotionalaspects of acting. The Stanislavsky System, or "the method," as ithas become known, held that an actor's main responsibility was to bebelieved (rather than recognized or understood).To reach this "believable truth", Stanislavsky first employed methodssuch as "emotional memory." To prepare for a role that involves fear,the actor must remember something frightening, and attempt to act thepart in the emotional space of that fear they once felt. Stanislavskybelieved that an actor needed to take his or her own personality ontothe stage when they began to play a character. This was a clear breakfrom previous modes of acting that held that the actor's job was tobecome the character and leave their own emotions behind. LaterStanislavsky concerned himself with the creation of physical entriesinto these emotional states, believing that the repetition of certainacts and exercises could bridge the gap between life on and off thestage.In his travels throughout the world with the Moscow Arts Theater,Stanislovsky earned international acclaim as an actor, director, andcoach. Among his collaborators were the writers Tolstoy and Chekov.While Stanislavsky's new method of acting supported actors inbreaking from the exact lines and actions of the script, it alsodemanded that they pay closer attention to the important unsaidmessages within the writing. This prompted writers such as Chekov tomake subtler emotionally alive work.Today in the United States, Stanislavsky's theories are the primarysource of study for many actors. Among the many great actors andteachers to use his work are Stella Adler, Marlon Brando, SanfordMeisner, Lee Strasberg, Harold Clurman, and Gregory Peck. Many of these artists have continued experimentation with Stanislavsky'sideas. Among the best known of these proponents is the Actor'sStudio, an organization that has been home to some of the mosttalented and successful actors of our time.&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;Sampai disini, saya kira tidak terlalu sembrono kalau saya menyebut Stanislavsky adalah peletak dasar Akting Realis. Anda boleh tidak setuju...dan mari kita perbincangkan hal ini sembari menyeruput kopi dan ngemil. hehehe. Meski kata teman saya yang jadi imam langgar, "Boleh jadi Stanislavsky memang salah satu &lt;em&gt;bapak&lt;/em&gt; teater tapi aktor pertama di dunia pasti Nabi Adam hahahaha!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fakta Yang Agak aneh adalah sebuah kebetulan:&lt;br /&gt;1888, Konstantin Stanislavsky mendirikan Society Of Literature and Art dimana seratus tahun kemudian ditahun 1988, Catur Stanis masuk Jurusan Teater ISI Yogya&lt;br /&gt;1898, Konstantin Stanislavsky mendirikan Moscow Art Theatre seabad berselang di tahun 1998, Catur Stanis mendirikan CS HOT (catur stanis house of theatre)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa jadi kedua fakta diatas, menunjukkan bahwa guyonan Dewo Hadiningrat senior Stanis di Jurusan teater waktu itu tidak mainmain memberikan anugerah julukan Stanis padanya saat malammalam mencekam penuh canda di Gempol Forum waktu itu.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13678147-7390067313636456788?l=caturstanis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://caturstanis.blogspot.com/feeds/7390067313636456788/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13678147&amp;postID=7390067313636456788' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13678147/posts/default/7390067313636456788'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13678147/posts/default/7390067313636456788'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://caturstanis.blogspot.com/2007/07/hello-members-dulu-pernah-dalam-sebuah.html' title='Siapa Bapak Teater?'/><author><name>si catur yang stanis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13189455304779430985</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://4.bp.blogspot.com/-kbh657p_pUE/Tq-w92mLRRI/AAAAAAAAAgE/APYlH-tkWOM/s220/fotokusexy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13678147.post-1010009574094743030</id><published>2007-07-31T02:48:00.001+07:00</published><updated>2011-06-12T02:30:43.882+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Teater di Jogja'/><title type='text'>Teater di Jogja mencoba menggeliat ditengah himpitan Mall</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: 'courier new';"&gt;Pembangunan yang tanpa ampun bagai tak menyisakan ruang gerak bagipertumbuhan kesenian di Jogja, sempat membuat saya nyaris putus asa dan memaksa harus kembali ke Jogja. Namun setelah beberapa saat sempat menyaksikan beberapa pementasan teater dalam rangka study pentas oleh beberapa Teater Berbasis Kampus di Jogja, ada sedikit kelegaan meski tak bisa juga menepiskan beberapa kecemasan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: 'courier new';"&gt;.Lega karena ternyata teater di Jogja tak begitu mati sekali namun juga cemas karena tak kunjung ditemukan pertunjukan yang bermutu.Semangat yang berkobar dikalangan penggiat teater kampus sayangnyatak diimbangi dengan kapasitas teknis yang memadai.Beberapa yang sempat tercatat, menunjukkan kurang dimilikinya tradisi menganalisis lakon sebelum di pentaskan. Beberapa komunitas teater cenderung untuk terjebak pada "euforia realis", yang akhir-akhir ini bagai menggejala untuk berkelindan didalam pusaran yang itu-itu saja.Tanpa upaya kreatif untuk mendedah naskah menjadi serpihan yang mampu merangsang penikmat maupun para pelaku seni teater sendiri,agar lebih cerdas mensikapi situasi.Ada memang keberanian untuk mementaskan naskah sendiri, namun sayangnya kurang dimiliki kesanggupan untuk mengolahnya menjadi asyik. Baik secara teknis maupun non teknis.Sayangnya saya bukan pengamat teater. Saya hanyalah pencatat yang berkesempatan untuk menyaksikan sedikit tontonan dipanggung teater sekitar maret-april di Jogja ini.Melalui tulisan ini, saya mengajak Anda semua untuk terlibat lebih dan bukan sekadar sebagai penikmat seperti saya. Monggo silahkan wahai para pengamat teater, teater di Jogja butuh infus semangat dan dorongan untuk maju.Terimakasih buat generasi muda teater kota Jogja. Apapun hasilnya,anda semua tengah berproses ditengah situasi diluar diri anda yang bukan saja tidak kondusif namun juga sekaligus tidak berpihak pada upaya kalian untuk tetap bergerak.Sekali lagi roda sudah digerakkan, pantang untuk diundurkan kembali.Maju Terus Teater di Jogja, katakan pada siapapun saja, bahwa kalian masih ada dan tetap mencoba untuk bertahan, sekalipun kompetitor diluar panggung teater semakin garang dan pongah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: 'courier new';"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13678147-1010009574094743030?l=caturstanis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://caturstanis.blogspot.com/feeds/1010009574094743030/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13678147&amp;postID=1010009574094743030' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13678147/posts/default/1010009574094743030'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13678147/posts/default/1010009574094743030'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://caturstanis.blogspot.com/2007/07/teater-di-jogja-mencoba-menggeliat.html' title='Teater di Jogja mencoba menggeliat ditengah himpitan Mall'/><author><name>si catur yang stanis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13189455304779430985</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://4.bp.blogspot.com/-kbh657p_pUE/Tq-w92mLRRI/AAAAAAAAAgE/APYlH-tkWOM/s220/fotokusexy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13678147.post-1051020733856178765</id><published>2007-07-26T01:36:00.001+07:00</published><updated>2011-06-12T02:34:06.302+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Seputar Sastra'/><title type='text'>Menjahit (kembali) Yang (sempat) Robek</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Sebetulnya bukan bermaksud kurang ajar kalau aku ikutan bicara melalui media ini, tentang “heboh” sastra FKY XIX 2007. sengaja heboh disini kuberi tanda kutip&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;, karena sampai detik kutuliskan ini, aku masih saja percaya, sebetulnya peristiwa sastra FKY tak harus menjadi se complicated ini, seandainya semua pihak yang seolah berbeda aras pemahaman menyadari betapa pentingnya mekanisme dialog alias kultur &lt;em&gt;rembug&lt;/em&gt;, yang semestinya bisa menjadi katup pelepas kesumpegan apabila terjadi komunikasi yang sendat dari warganya. Bukankah &lt;em&gt;paseduluran&lt;/em&gt; (persaudaraan dan kekeluargaan) terasa lebih nikmat dari pada sekadar pemberhalaan ego serta pengedepanan &lt;em&gt;vested interest&lt;/em&gt;. Sekali lagi maafkan kenakalan saya ini.&lt;br /&gt;Saya memang bukan siapasiapa, dan tidak pernah sedetikpun bermimpi untuk menjadi apaapa. Saya yang sebetulnya bukan warga sastra, karena saya lebih afdol ketika bergaul di wilayah teater.(hanya saja karena teater bukan lagi sesuatu yang menarik untuk di FKYkan, maka saya memilih untuk jalanjalan dari kota kedesa kembali ke kota lagi di seantero nusantara)&lt;br /&gt;Dan ini adalah bentuk keperihatinan saya dalam formatnya yang lain. &lt;em&gt;Prihatin&lt;/em&gt;, Perih di Bathin, kurang lebih begitu saya memaknainya. Perih menyaksikan saudara-saudara saya di sastra terutama dalam konteks FKY ini begitu meributkan satu hal yang sebetulnya sangat bisa diselesaikan dengan cara yang lebih bermartabat. Semisal dengan Rembug, seperti diawal tulisan ini tadi telah coba saya kemukakan.&lt;br /&gt;Kalau saya boleh berandaiandai untuk melipat waktu sebelum kejadian, tentu tak perlu ada konflik yang sesungguhnya tak perlu ada itu. Kalau saja divisi sastra FKY waktu itu mau mengadakan pertemuan sebelum memutuskan untuk memilih siapa yang berhak tampil di acara FKY, tentunya tak perlu ada gejolak, yang sedikit banyak lumayan membuat jantung kita sebagai penonton jadi &lt;em&gt;kebat-kebit&lt;/em&gt; karenanya. Kalau saja dan kalau saja. Karena segalanya telah terjadi. Tinggal bagaimana sekarang langkah kita bersama untuk menjahit kembali sesuatu yang telah terkoyak itu. Bagaimanapun juga saya lebih percaya pada kearifan kita untuk menyikapi ini semua.&lt;br /&gt;Dan inilah indahnya dinamika pergaulan Jogja. Sesakit apapun, permaafan selalu menjadi pintu pembuka bagi setiap nikmatnya silaturahmi. Mari kita rentangkan tangan, duduk bersama dalam satu tikar dilantai diskusi, seminar, lokakarya maupun &lt;em&gt;omong-omong&lt;/em&gt;. Sebab semoga saja matahari esok pagi tetap bersinar menghiasi hari. Seyogyanya ada semacam lembaga ataupun person yang mau untuk menjadi media terjadinya &lt;em&gt;ishlah&lt;/em&gt; bagi retak yang sempat ada ini. Bisa jadi lembaga semacam Taman Budaya atau Dinas Kebudayaan bisa lebih sigap lagi untuk merangkul kembali anakanaknya yang tengah dilanda &lt;em&gt;kekisruhan&lt;/em&gt; itu. Semoga saja.&lt;br /&gt;Maka kalaupun toh ini hanya sekadar menjadi sebuah impian, biarkan saja. Setidaknya ia pernah ada. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13678147-1051020733856178765?l=caturstanis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://caturstanis.blogspot.com/feeds/1051020733856178765/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13678147&amp;postID=1051020733856178765' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13678147/posts/default/1051020733856178765'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13678147/posts/default/1051020733856178765'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://caturstanis.blogspot.com/2007/07/menjahit-kembali-yang-sempat-robek.html' title='Menjahit (kembali) Yang (sempat) Robek'/><author><name>si catur yang stanis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13189455304779430985</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://4.bp.blogspot.com/-kbh657p_pUE/Tq-w92mLRRI/AAAAAAAAAgE/APYlH-tkWOM/s220/fotokusexy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
