Friday, December 28, 2007

Menutup Tahun 2007


Hujan begitu deras dan anginnya tambah kenceng. Aku harus akui terlampau dingin untuk berbasahbasah sendirian, ditepi sebuah warung yang mulai berangkat sepi. Sebentar lagi seperti biasa, pengantar sawi itu akan datang dengan motor tuanya seraya tersenyum dan berkata,"Kok belum tidur mas?" Dan aku menjawab ogahogahan, sekadar basa yang cenderung basi.

Beberapa hari terakhir ini aku disibukkan dengan kegiatan baru yang bertitel Nostalgia SMA. Entah darimana juntrungannya, tibatiba saja aku dipertemukan dengan temanteman semasa SMA yang tentu saja kini sudah banyak yang berkeluarga. Selalu ada yang bisa kubawa pulang selepas bertemu kawan lama yang telah sekian waktu terpisah jarakAda yang jadi ibu rumah tangga, membesarkan anakanaknya di rumah (satu profesi wanita karir yang sangat kukagumi, sebagaimana aku mengagumi perempuan yang ibuku). Ada yang jadi pengusaha rumah makan Padang, ada yang buka Resto B2 (hahaha), ada yang jadi suplier barang elektronik, ada yang jadi Bakul Pitik Pasar Demangan, ada yang jadi Satpam Sekolah, ada yang berwira-usaha dan sebagainya. Pendek kata, kulihat mereka sangat menikmati kehidupannya. Akan halnya diriku, aku cukup bersyukur dianugerahi cinta yang luar biasa, yang membuatku bisa bergerak kemanapun aku suka. (Dulu ada yang sempat bilang, kalo semangat berteaterku itu dialihkan untuk mengejar perempuan, tentu prestasi yang tercipta adalah rentengan perempuan dari Atjeh sampai Papua,hahaha) Ketemu lagi ama mbah Mursyid yang baru saja pulang dari ngaji di surau, aku semacam digedor perasaan yang tak kunjung menentu. Hampir sama seperti waktu aku diberi kesempatan untuk meninggalkan Padepokan Ajar Sinau, beberapa waktu lewat. Kali ini, wajah tua nan memancarkan wibawa dari mbah Mursyid, membuatku keukeuh tak berdaya. Beliau bertanya tentang empat huruf dibelakang The Stanis. Seperti kita maklumi bersama, ada beberapa header blog yang kuberi judul dengan empat huruf dibelakang The Stanis. Seperti; The Stanis POST, The Stanis CODE, The Stanis HOME, The Stanis ZONE, The Stanis SAID, The Stanis CALL, The Stanis CAMP, The Stanis PAGE, The Stanis MAGZ, The Stanis GIRL (hehehe yang ini serupa bilangan imajiner dalam rumus matematika, sering dibicarakan namun wujudnya ngga begitu jelas adanya...sama sebangun dengan Ether, Medan Magnet serta benda abstrak lainnya. Kenapa dengan EMPAT huruf? Bisa saja karena aku kebetulan adalah anak keempat. Pun juga aku pernah tercatat sebagai angkatan keempat di Jurusan Teater, pada satu tempat pada satu waktu. Aih, bisa saja kau akan menyangkaku tengah mengadaada, terlebih saat kau dengar kelak pada satu waktu dimasa lampau tentang idiom The Stanis LOVE pun juga The Stanis LIVE, maupun The Stanis GAME dan The Stanis COOL(sepertinya ada yang tak selesai sampai disini.Dan benar saja, terngiang kata-kata mas Catur Stanis di depan generasi muda teater di Jogja beberapa saat lewat,"Janganlah engkau berpikir untuk membesarkan badanmu melebihi aku, namun pikirkanlah bagaimana engkau meninggikan prestasimu melampaui prestasiku". Terimakasih karena kau mengajariku banyak hal, maka kukembalikan semuanya kepada kearifan waktu untuk mengelolanya menjadi perimbangan. Kesempatan menutup tahun 2007 ini, saya ucapkan terimakasih banyak serta banyakbanyak terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu kehidupan Catur Stanis sepanjang 2007 ini.
Terimakasihku sebesarbesarnya untuk :
Eko Ompong,
Eko Bebek,
Agus Noor,
Mas Brotoseno,
Mas Bambang JP,
Mas Bodhol,
Mas Ndholet,
Susi Ivvaty,
Evi Idawaty,
Akhir Lu Sono,
Rendra ISI dan Ibed,
Catur Puja Sulistyawan dan Keluarga,
Mas Pur dan keluarga (mbak Astrid, Dika dan Dinda),
Warga dunia Teater dimanapun kalian berada,
Sanggar-sanggar Teater di Jogja dan Sekitarnya,
kawan-kawan Rumah Sastra,
Teater Tesa,
Teater Peron,
Penceng,
Jarot,
Bhre,
Joko Sumantri dan tumpangannya,
kawankawan Histerya semarang,
kawankawan Salatiga,
Elok dan Getarnya,
Mahunk dan sanggar Jepitnya,
Mustain dan Sanggar Nuun,
Mas Untung Basuki,
Lephen Purwarahardja,
dik Galuh Candra Kirana,
Keluarga Drg Dewi Anggraini di Gendeng,
Keluarga Bu Dien di Klitren,
Keluarga Mbak Tienuk Rifky di rumahnya,
semua keluarga, kerabat, warung angkringan maupun burjo,
Indrian Koto dan Mutia Sukma,
Mujibur Rahman,
Hamdy Salad dan Kawankawan Eska,
Dharmo Gundhul,
Knyut Y Kubro,
Keluarga Mundusaren,
Keluarga besar Kandhang Kopi (Acun dkk),
Keluarga Besar Putra Jogja (Budi dkk),
Keluarga besar Sekrup, GMT (Jalidu dkk),
Herlinatiens,
Mbak Yuli,
Aguk Wirawan,
Julung serta kawankawan LKiS,
Agus Setyawan dan TBY,
Neni Kedai Kebun,
Hindra skAnA, Sapto, Paimo dan kawankawan UNSTRAT,
Lanceng, Duja dan kost ambarrukmo,
Bob Sick Nologaten,
Teambull dan Joint Film, Beni Wahyada, Ipin,
Gito Leles,
Isa Shafarudin,
Bu Martodjo,
keluarga 57-58,
teater Ada,
TKT Teater Kebon Teboe STIE YKPN,
Aley dan Hendra serta Bethem dan kost Miliran,
keluarga Angling,
Rudi Heru Sutedja,
semua kawankawan yang dengan keterbatasan daya ingat tak sempat tercatat, setidaknya terimakasih karena kalian masih melihatku sebagai manusia bukan semata seonggok property bagian dari setting panggung.Kalianlah alasanku untuk bergerak terus dan terus bergerak...semoga ada waktu bagi kita bersua di 2008, semoga.

1 comment:

DFC Acting Course said...

piye kabarmu nis? Rambutmu wis ora gondrong tho? Nek ra gondrong ra ketok seniman e hehehehehe. Teater GEORBAK e piye nis, wis ra ono kabeh yo wonge ? Yo wis, selamat berkesenian dan selamat berproses terus, god bless you buddy !!!